Tutup Iklan

Kisah Sukarelawan Klaten, Tak Panik Saat Tahu Terpapar Covid-19

Sukarelawan BPBD Klaten justru terang-terangan memberitahukan ke beberapa orang yang telah ditemuinya bahwa dirinya sedang terpapar virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

 Seorang warga melintas di kompleks Panti Semedi Klaten, Jumat (15/10/2021). Panti Semedi merupakan satu-satunya tempat Isoter yang masih difungsikan di Klaten. Panti Semedi memiliki 14 ruang dengan 30 bed (khusus untuk merawat pasien Covid-19). (Solopos.com/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Seorang warga melintas di kompleks Panti Semedi Klaten, Jumat (15/10/2021). Panti Semedi merupakan satu-satunya tempat Isoter yang masih difungsikan di Klaten. Panti Semedi memiliki 14 ruang dengan 30 bed (khusus untuk merawat pasien Covid-19). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN—Terpapar Covid-19 bukanlah dinilai hal yang tabu bagi seorang sukarelawan di lingkup Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten ini. Sebaliknya, sukarelawan asal Klaten ini justru terang-terangan memberitahukan ke beberapa orang yang telah ditemuinya bahwa dirinya sedang terpapar virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

Sukarelawan asal Klaten itu, yakni IDR, 49. Sehari-harinya, IDR aktif sebagai seorang sukarelawan di lingkup BPBD Klaten. Di samping itu, IDR juga tercatat sebagai salah seorang sukarelawan tim reaksi kubur cepat di Kabupaten Bersinar.

Saat Klaten mengalami ledakan kasus kematian karena Covid-19 beberapa bulan lalu, IDR sering menjadi garda terdepan guna menguburkan jenazah yang dinyatakan telah terkonfirmasi Covid-19. IDR bersama Tim Kamboja Klaten (sebutan tim reaksi kubur cepat di Klaten) lainnya rela menyabung nyawa guna membantu warga yang sedang berduka.

Baca Juga: BPR BKK Wonogiri Laba Capai Rp8,5 Miliar

IDR dan teman-temannya memberanikan diri tetap mengubur jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 sesuai standar operasional prosedur (SOP). Saat Klaten dilanda ledakan kasus Covid-19 dan kasus kematian karena virus corona yang tinggi, Juni 2021-Juli 2021, IDR justru terbebas dari Covid-19. Namun, di saat kasus Covid-19 di Klaten mulai melandai hingga pertengahan Oktober 2021, IDR justru dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Seolah sudah terbiasa dengan istilah Covid-19, IDR mencoba tak panik saat mengetahui dirinya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Sewaktu dinyatakan terpapar Covid-19, IDR sama sekali tak merasakan gejala, seperti batuk, pilek, demam, dan lainnya. Sehingga, IDR merupakan orang tanpa gejala (OTG).

“Saat saya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, saya langsung beritahu ke teman-teman atau pun setiap orang yang telah bertemu dengan saya dalam beberapa hari terakhir. Tujuan saya sederhana, yaitu memberikan informasi sekaligus agar saya tak menulari ke orang lain. Begitu dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, saya pun sadar diri langsung masuk ke tempat isolasi terpusat (Isoter) di Panti Semedi Klaten dengan naik sepeda motor sendiri [dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten ke Panti Semedi Klaten],” kata IDR, kepada Solopos.com, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: BPS Kaji Dampak Pandemi Terhadap Pelaku Usaha

Kabar IDR terkonfirmasi Covid-19 bermula saat dirinya berkegiatan di Solo, awal pekan ini. Di Kota Bengawan, IDR diketahui terlibat kontak erat dengan salah seorang sukarelawan lainnya asal Manisrenggo, CJS.

 

Positif

Di Solo, CJS menjalani tes antigen dengan hasil positif Covid-19, Selasa (12/10/2021). Hasil tracing CJS menyebutkan IDR harus menjalani tes PCR meski hasil antigen IDR dinyatakan negatif Covid-19. IDR pun bergegas menjalani tes PCR ke Dinkes Klaten, Kamis (14/10/2021). Waktu itu pula, hasil PCR menyebutkan IDR dinyatakan positif Covid-19.

“Kemarin siang begitu dinyatakan terkonfirmasi, saya langsung ke Panti Semedi Klaten untuk menjalani isolasi [di tempat Isoter]. Sebenarnya saya sudah divaksinasi Covid-19 juga. Saya pun tak merasakan gejala apa pun. Berhubung hasil PCR seperti itu, ya sudah saya jalani saja [ke tempat Isoter Klaten]. Mungkin diminta istirahat terlebih dahulu di sini,” katanya.

Baca Juga: Terdampak Tol Solo-Jogja, Lahan Kas Desa di Klaten Malah Bertambah

Di Panti Semedi Klaten, terdapat tujuh pasien Covid-19 hingga, Jumat (15/10/2021). Selain IDR, terdapat juga SPY, 31, Karangdowo (hari ke-3); KWU, 22, Karangnongko (hari ke-2); CJS, 41, Manisrenggo (hari ke-4); STA, 25, Ceper (hari ke-5); WNN, 41, Delanggu (hari ke-5); MBD, 17, Wonosari (hari ke-7).

Di Panti Semedi Klaten terdapat 14 ruang dengan 30 bed. Seluruh kebutuhan makan, minum, dan obat disuplai dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten. Para pasien Covid-19 juga dikontrol ekstra ketat oleh para tenaga kesehatan (nakes).

“Masing-masing [pasien positif Covid-19], biasanya membawa android sendiri-sendiri. Itu sebagai alat komunikasi, baik ke anggota keluarga, orang-orang terdekat, atau pun dengan kami [para nakes],” kata salah seorang nakes yang berjaga di Panti Semedi Klaten yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui Solopos.com, di panti setempat, Jumat (15/10/2021).


Berita Terkait

Berita Terkini

Riset Baterai Kendaraan Listrik, UNS Solo Dapat Saran Ini dari Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengunjungi pusat riset baterai lithium untuk kendaraan listrik di Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo.

Begini Pengaturan Lalu Lintas Kawasan Pasar Legi Solo Seusai Penempatan

Dinas Perhubungan Kota Solo telah menyiapkan rencana pengaturan atau manajemen rekayasa lalu lintas kendaraan keluar masuk Pasar Legi yang segera ditempati pedagang.

2 Menteri dan Gubernur Meneropong 2022 di Webinar Outlook Ekonomi SMG

Webinar virtual Outlook Ekonomi 2022 yang digelar Solopos Media Group menghadirkan dua menteri, gubernur dan sejumlah narasumber.

Sudah 2 Pekan, 53 Anjing Selundupan Kartasura Masih Dirawat Intensif

Setelah hampir dua pekan, 53 ekor anjing selundupan yang diselamatkan di Kartasura, Sukoharjo, masih memerlukan perawatan intensif.

Tempat Parkir Baru WGM Wonogiri Mampu Tampung 200 Mobil dan 500 Motor

Area parkir baru WGM Wonogiri seluas 1,5 hektare dan mampu menampunb 200 mobil dan 500 sepeda motor.

Unik, Solia Hotel Yosodipuro Solo Hadirkan Pohon Natal dari Botol Bekas

Pembuatan pohon Natal itu menerapkan metode 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle, yang merupakan salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik.

Wonogiri Hari Ini: 7 Desember 2014, Bus Rombongan Pengantin Terguling

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 7 Desember 2014, terjadi sebuah peristiwa yang menggegerkan publik Wonogiri.

Sumur Warga Gilirejo Baru Sragen Mulai Ada Air, Cuma Bisa Untuk Makan

Gilirejo Baru di Kecamatan Miri, Sragen, menjadi wilayah langganan kekeringan. Kini sumur warga sudah mulai terisi air, namun baru bisa untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum, MCK belum.

PPKM Level 3 Nataru Batal, Gibran: Yang Penting Tak Sulitkan Warga

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memilih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait batalnya PPKM level 3 Nataru.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Kiat Supriyadi Jadi Eksportir andal

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menjalin kolaborasi untuk mendukung pelaku UKM mampu naik kelas hingga berkesempatan menembus pasar ekspor melalui program BNI Xpora

Lazismu Sragen Kirim 240 Kaleng Rendangmu Untuk Pengungsi Erupsi Semeru

Lazimu Sragen mengirimkan 240 kaleng Rendangmu untuk mencukupi kebutuhan gizi para korban erupsi Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

Ujian Tahap 2 PPPK Karanganyar Digelar, 8 Orang Absen 2 Tak Bisa Masuk

Peserta yang tidak membawa surat keterangan negatif Covid-19 hasil swab test antigen tak diperkenankan mengikuti ujian PPPK.

Pemerintah Janjikan KUR Rp350 Triliun Pada 2022, Pastikan Tanpa Agunan

Menkop UKM, Teten Masduki, mengakui masih banyak pelaku UMKM yang terkendala untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan. Perlu ada pendampingan dari Dinkop UKM.

PNS Karanganyar Terciduk Ngamar di Hotel Banjarnegara, Diduga Camat

Sepasang laki-laki dan perempuan PNS Karanganyar terjaring razia Satpol PP Banjarnegara berada dalam satu kamar hotel. Salah satu dari PNS tersebut disebut-sebut menjabat camat.

Paguyuban PKL Solo Baru Gerak Cepat Edukasi Bakul Tengkleng Viral

Paguyuban PKL Solo Baru, Sukoharjo, bergerak cepat memberikan edukasi kepada bakul tengkleng yang viral lantaran dianggap ngepruk harga.