Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

 Serka Suyanta membagikan masker gratis kepada warga yang tak memakai masker. (sukoharjokab.go.id)

SOLOPOS.COM - Serka Suyanta membagikan masker gratis kepada warga yang tak memakai masker. (sukoharjokab.go.id)

Solopos.com, SUKOHARJO – Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Serka Suyanta, anggota Koramil 01/Sukoharjo. Setiap hari dia bergabung dengan tim gabungan untuk melakukan imbauan penerapan protokol kesehatan di wilayahnya. Dia juga membawa masker untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang lalai menggunakannya.

Baca Juga: Satukan Perbedaan, Ketum PKR Tuntas Subagyo Gelar Doa Lintas Agama

Penggunaan masker menjadi salah satu dari lima poin protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Empat poin lainnya adalah menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Bagi Suyanta, imbauan penerapan prokes dan pembagian masker di wilayah Kecamatan Sukoharjo itu sebagai bentuk implementasi PPKM Level 2. Dia tak ingin para warga terlena dengan menurunnya kasus Covid-19.

“Ini kami lakukan setiap hari tanpa kenal waktu, untuk mencegah persebaran Covid-19. Malam ini kami membagikan masker secara gratis kepada warga yang kedapatan tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” kata Suyanta seperti dikutip dari sukoharjokab.go.id, Sabtu (4/12/2021).

“Jangan lengah, ingat pandemi belum berakhir. Mari kita bersama-sama saling jaga, saling mengingatkan tentang penerapan prokes. Kami berharap kesadaran warga untuk menerapakan prokes,” lanjutnya.

Baca Juga: Ada Peristiwa Mistis 1970 di Balik Asal Usul Makamhaji Sukoharjo

Tim gabungan di Sukoharjo memang tetap rajin melakukan edukasi prokes kepada warga selama pandemi. Hal itu dilakukan demi bisa memutus rantai persebaran Covid-19. Di saat kasus Covid-19 landai, penerapan prokes diharapkan bisa menghalau adanya lonjakan kasus.

Tim gabungan biasanya terdiri dari anggota koramil, anggota polsek, serta Satpol PP. Mereka akan mendatangi warga yang sedang beraktivitas, termasuk para pedagang. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan malam hari.

Berita Terkait

Berita Terkini

Miskin, Pendapatan Desa Ini Termasuk Paling Kecil di Klaten

Jumlah pendapatan pendapatan asli desa (PADesa) Kupang hanya Rp30 juta per tahun.

Masih Asli, Begini Kondisi Rumah Pangeran Sambernyawa di Kestalan Solo

Rumah di Kampung Kauman Pasar Legi, Kestalan, Banjarsari, Solo, ini pernah ditinggali Pangeran Sambernyawa sebelum menjadi Mangkunagoro I.

20 Jalan Bersimpangan Tol, Pemkab Klaten Ingin Konstruksi Tahan Gempa

Pemkab mengusulkan agar konstruksi pada ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol berupa konstruksi jembatan, bukan box culvert.

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Ini, Bawaslu Solo Panaskan Mesin

Bawaslu Kota Solo sudah mulai bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024 yang akan dimulai pada 2022 ini, salah satunya memetakan potensi pelanggaran.

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.

Sukses Ubah Citra Kemukus, Bupati Siap Bongkar 2 Tempat Lokalisasi Lain

Bupati Sragen akan membongkar Pasar Nglangon dan Pasar Joko Tingkir untuk menghilangkan citra buruk sebagai tempat lokalisasi terselubung.

Polisi Sukoharjo Bekuk Penipu Berkedok Jual Minyak Goreng Murah

Penangkapan berawal dari laporan salah satu korban ke personel Satreskrim Polres Sukoharjo yang mengaku tertipu Rp58 juta lantaran termakan iming-iming memperoleh minyak goreng murah.