Kisah Sedih Jemaah Jatuh Miskin Gegara Investasi ke Yusuf Mansur

Para jemaah yang ikut investasi batu bara kepada Yusuf Mansur jatuh miskin dan tertipu.

 Ngadiman, salah satu investor batu bara harus mengembalikan dana rekannya yang menjadi korban hingga Rp950 juta. (Thayyibah Channel)

SOLOPOS.COM - Ngadiman, salah satu investor batu bara harus mengembalikan dana rekannya yang menjadi korban hingga Rp950 juta. (Thayyibah Channel)

Solopos.com, JAKARTA — Investasi berbalut bisnis yang dijalankan Ustaz Yusuf Mansur memakan banyak korban dari kalangan jemaahnya. Salah satu jemaah bernama Ngadiman bernasib apes karena ikut berinvestasi.

Dia terpaksa harus mengganti uang dari orang yang ia ajak berinvestasi. Dia harus mengganti Rp950 juta kepada tiga orang yang diajak berinvestasi.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Ada empat orang yang saya ajak. Saya sanggup mengganti tapi dengan mencicil. Nilai totalnya Rp950 juta. Alhamdulillah sekarang sudah selesai,” katanya Ngadiman saat diwawancarai wartawan Heri Muhammad Yusuf pada September 2021 lalu. Heri Muhammad mengizinkan hasil wawancaranya itu dikutip Solopos.com, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: Ngadiman Jatuh Masih Tertimpa Tangga di Investasi Yusuf Mansur

Investasi yang diikuti adalah bisnis batu bara. Kasus ini terjadi pada 2009 dan mulai bergulir ke pengadilan setelah salah satu investor, Zaini Mustofa, menggugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan senilai Rp98 triliun.

Angka luar biasa itu bukan asal tulis. Nilai Rp98 triliun merupakan akumulasi modal dan keuntungan yang harus dibayarkan Yusuf Mansur kepada Zaini Mustofa selama 131 bulan.

Baca juga: Ditantang Buktikan Wakaf Hotel Siti, Ini Jawaban Yusuf Mansur

Pasalnya, sejak berinvestasi Rp80 juta pada akhir 2009, Zaini hanya tiga kali mendapatkan bagi hasil. Itupun nilainya menurun dari bulan pertama ke bulan berikutnya.

Sementara dari bulan keempat hingga kini investasi itu menguap begitu saja. Padahal berdasarkan kesepakatan dengan Yusuf Mansur, saat itu investor akan mendapatkan keuntungan bersih 11,3% dari setiap transaksi batu bara.

Ngadiman bercerita dirinya yang lebih dulu berinvestasi senilai Rp350 juta. Pada bulan pertama ia mendapat bagi hasil 11,3% dari total uang yang ia investasikan tersebut.

Melihat hasil bagus dalam investasi batu bara, Ngadiman lantas mengajak rekan dan kerabatnya untuk turut bergabung. Ada tiga orang yang tertarik dan ikut investasi dalam program yang digalang Ustaz Yusuf Mansur tersebut. Nilai masing-masing orang berkisar ratusan juta rupiah.

Baca juga: Fantastis! Ustaz Yusuf Mansur Digugat Rp98 Triliun di PN Jaksel

Apes bagi mereka. Setelah mendapat bagi hasil hingga bulan ketiga, proyek investasi atas nama PT Adi Partner Perkasa itu lantas tidak ada kelanjutan. Direktur PT Adi Partner Perkasa, Adiansyah, mulai ingkar janji. Sementara saat itu menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adi Partner Perkasa.

Tuntutan pun dilakukan para investor terhadap Yusuf Mansur dan Adiansyah hingga bertahun-tahun. Yusuf Mansur dan Adiansyah menyanggupi untuk mencicil pengembalian dana investasi para investor. Namun janji itu tidak direalisasikan hingga saat ini.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusuhan Babarsari Gotham City, Buah Masyarakat Multietnis

+ PLUS Kerusuhan Babarsari Gotham City, Buah Masyarakat Multietnis

Tawuran yang terjadi di Kawasan Babarsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, DIY, Jogja, Senin (4/7/2022) hingga berjuluk Gotham City tak lepas dari situasi sosial masyarakat yang multietnis atau heterogen.

Berita Terkini

Prasangka dan Sentimen Pendorong Kerusuhan Massal di Kawasan Multietnis

Tawuran di Kawasan Babarsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (4/7/2022), tak lepas dari situasi sosial masyarakat wilayah itu yang multietnis atau heterogen.

Agustus 2022, Raja-Raja Sedunia Bakal Bertemu di Bali

Diperkirakan, pertemuan itu bakal diikuti raja-raja dari 206 kerajaan di seluruh Indonesia dan 30 kerajaan dunia.

Ingatkan Kader, Puan: Jangan Berantem, Menangkan PDIP!

Peringatan agar kader memenangkan PDIP itu disampaikan Puan Maharani saat berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tanpa Pendamping, Jemaah Haji Tua Batam Meninggal di Mekkah

Nursiah Darwis Cimpin meninggal dunia pada pukul 09.45 waktu Arab Saudi karena diabetes melitus dan jantung.

Dua Bocah Tenggelam saat Bermain di Sungai Cimanis

Pencarian yang dilakukan Tim SAR terhadap korban tenggelam dihentikan karena hari telah larut malam.

Dua Jemaah Haji Batam Meninggal Dunia di Tanah Suci

Dua jemaah haji itu telah dikebumikan di Tanah Suci tak lama setelah meninggal dunia.

Forum Zakat: ACT Bukan Organisasi Pengelola Zakat

Forum Zakat menyatakan ACT bukan bagian dari organisasi pengelola zakat.

Suka Bentrok, Sultan Pernah Nasihati Warga Pendatang di Babarsari

Beberapa tahun lalu Sultan Jogja sudah mendatangi dan menasihati warga pendatang tersebut karena kasus yang sama. 

Geram Kerusuhan di Babarsari, Sultan Jogja: Tindak Tegas Pelakunya!

Sultan meminta kepolisian menindak tegas semua pelaku yang terlibat kasus kerusuhan di Babarsari.

UNS Solo Dapat Insentif Rp9 Miliar, Sarana Prasarana Kuliah Di-upgrade

Alokasi 40 persen untuk fakultas di UNS Solo ini dapat digunakan untuk perbaikan sarana prasarana penunjang perkuliahan.

UKW Solopos di Lampung: 17 Wartawan Kompeten, 3 Tak Lulus

Tujuh belas wartawan di Kabupaten Tubaba dinyatakan kompeten sebagai wartawan muda dan wartawan madya dalam UKW Solopos. 

Apa Itu Ras Melanesia? 80 Persen Penduduknya di Dunia Ada di Indonesia

Apa itu ras melanesia? Salah satu ras yang ada di Indonesia dan disebut-sebut 80 persen ras melanesia di dunia berada di Indonesia.

Sejarah Hari Ini: 5 Juli 2004, Pertama Pilpres RI Langsung

Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi di berbagai belahan dunia dari tahun ke tahun pada 5 Juli.

Limbah Plastik Jadi Ancaman Serius Si Jidat Merah dari Kepunahan

Sebagai herbivora, makanan asli dari tuntong yang berjuluk Si Jidat Merah ini adalah buah dan sayuran. Akan tetapi, tak jarang hewan reptil ini kedapatan makan plastik karena parahnya tingkat pencemaran laut di Indonesia.

Ganjar Jadi Pengganti Tjahjo Kumolo? Ini Keputusan Presiden Joko Widodo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, disebut-sebut sebagai salah satu calon pengganti Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, ternyata Presiden Joko Widodo memutuskan orang lain.

Cuti Melahirkan 6 Bulan Apakah Sudah Sah? Ini Penjelasannya

RUU KIA yang mengusulkan cuti melahirkan minimal 6 bulan apakah sudah sah? berikut ini kabar terkini perihal aturan tersebut dari berbagai sumber.