Kategori: Sragen

Kisah Sedih Fauzi Sragen, Tangan Diamputasi Jelang Ultah ke-6 Gegara Malapraktik


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN – Kisah tragis dialami Muhammad Fauzi, 5, yang harus rela kehilangan tangan kanan akibat malapraktik salah satu klinik pengobatan tradisional di Gesi, Sragen.

Bocah yatim yang akan berulang tahun ke-6 pada 9 Maret 2021 itu kini menjadi lebih banyak diam. Dia agaknya merasa trauma dengan nasib buruk yang menimpanya setelah menjalani operasi amputasi tangan di RS Ortopedi Prof dr. Soeharso Solo.

Setibanya di rumahnya di RT 006, Dukuh/Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Sragen, Senin (22/2/2021) itu, dia lebih banyak berada di kamar sambil nonton Youtube di ponsel ibunya. Ia tidak mau keluar kamar saat warga berdatangan untuk menjenguknya.

“Setelah para tamu pergi, cucu saya baru keluar kamar. Dia sudah bisa bermain sama kakaknya. Semalam ia bermain sampai pukul 24.00 WIB. Mungkin sudah kangen bermain di rumah karena terlalu lama berada di rumah sakit,” papar Purwanto, 62, kakek Fauzi, saat ditemui Solopos.com di rumahnya, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Bejat! Pria 49 Tahun Asal Ampel Boyolali Cabuli Bocah Kembar

Trauma

Saat seorang bidan datang menjenguknya pada Selasa pagi, Fauzi juga enggan menemuinya. Dia memilih bermain ponsel di pangkuan ibunya di ruang belakang. Saat mendengar yang datang adalah bidan, Fauzi justru menangis.

“Cucu saya memang masih trauma dengan petugas medis, terutama perawat. Saat di RS, kalau ada perawat datang dengan pakaian seragam hijau, dia langsung nangis. Ada yang dimarahi, kenapa datang lagi ke sini? Bahkan cucu saya sampai meminta lampu kamar dimatikan. Mungkin biar tidak didatangi perawat lagi,” ucap Purwanto.

Sebelum diamputasi, Fauzi sering menangis karena tak kuat menahan sakit di lengan kanannya yang mengalami infeksi. Infeksi itu diduga didapat karena kesalahan penanganan atau malapraktik seorang terapis pengobatan tradisional yang menangani patah tulang tangan kanan bocah itu.

Baca juga: Awas! 6 Kamera Speedcam Siap Tangkap Aksi Ugal-Ugalan Pengendara di Soloraya

Kini, siswa TK itu sudah tidak lagi merasakan sakit. Namun, ia harus merelakan tangan kanannya hilang untuk selamanya.

“Sekarang kalau diajak ngobrol, sudah bisa menjawab. Tapi kalau bertemu banyak orang, dia tidak mau. Dia asyik sendiri nonton video truk di layar HP,” papar Purwanto.

Fauzi berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya, Jumanto, meninggal dunia saat Fauzi masih dalam kandungan ibunya, Sri Minarsih. Fauzi memiliki dua kakak laki-laki yang duduk di bangku SMP dan SD.

Sri Minarsih dan ketiga anaknya tinggal satu atap dengan orang tuanya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Sri Minarsih bekerja sebagai buruh pabrik di sebuah perusahaan konveksi di Mondokan.

Baca juga: Kado Pahit di Ultah ke-6 Fauzi Sragen: Tangan Diamputasi Gegara Malapraktik

Kronologi

Diberitakan sebelumnya, tangan kanan Fauzi melepuh diduga akibat malapraktik atau kesalahan penanganan patah tulang oleh terapis di sebuah tempat pengobatan alternatif di Sragen. Kisah menyedihkan itu bermula ketika Fauzi bermain dengan teman-temannya pada 3 Februari 2021 lalu.

Diduga karena dorongan tangan seorang teman, Fauzi terjatuh. Tragisnya, tangan kanan yang menjadi tumpuan saat jatuh belum cukup kuat untuk menahan berat badannya. Akibatnya, lengan kanan bocah yang masih duduk di bangku TK itu mengalami patah tulang.

Karena tidak punya cukup biaya untuk berobat ke rumah sakit, pihak keluarga dan para tetangga menyarankan Fauzi dibawa ke pengobatan alternatif di Kecamatan Gesi. Alih-alih sembuh, tangan kanan Fauzi justru melepuh setelah tiga hari diterapi sampai akhirnya harus diamputasi oleh tim medis yang menanganinya.

Baca juga: Perwira Polisi di Wonogiri Diciduk Gegara Konsumsi Sabu-Sabu

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita