Tutup Iklan
Lionel Messi. (Reuters-Dylan Martinez)

Solopos.com, SOLO - Waktu belum beranjak tengah hari, Senin (2/9/2019), hari di mana semua pekerjaan pekan itu dimulai, tapi Rodger Champagne tampak sudah lelah. Dia mencoba merilekskan pikirannya di sebuah restoran, tak jauh dari Stadion Coliseum, Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Produser televisi dan musik asal Kanada ini bakal menyelenggarakan laga sepak bola internasional perdana dalam kariernya, Kamis (6/9/2019) pagi WIB. Debutnya di dunia si kulit bundar itu agaknya tak berjalan terlalu mulus meski sang promotor sudah mempersiapkan sejak empat bulan lalu.

“Setelah saya menyelesaikan ini, saya akan segera bertemu Perdana Menteri Kanada. Kelihatannya lebih mudah memimpin negara ketimbang mempromosikan laga sepak bola seperti ini,” ujar Champagne dengan senyum tipis, seperti dilansir LA Times, Rabu (5/9/2019).

Absennya Lionel Messi di laga persahabatan antara Argentina melawan Chile di Coliseum memang membuat sang promotor pusing bukan kepalang. Bagaimana tidak, Champagne memberanikan diri menggelar laga di Amerika Serikat lantaran adanya magnet dari megabintang Barcelona itu.

Pikirannya sudah dipenuhi benang kusut bagaimana menjual 77.500 tiket tanpa seorang “headliner di atas panggung”. Hingga Selasa (3/9/2019) atau dua hari jelang laga, tiket yang dibanderol di kisaran harga US$25 hingga US$75 baru terjual 10.000 lembar. Sebagai perbandingan, duel Brasil melawan Peru di stadion yang sama pada 10 September mendatang telah menyedot 30.000 lebih penonton.

Lantas di mana perbedaannya? Bagi penonton AS, absennya Messi plus Sergio Aguero dan Angel Di Maria jelas sangat berpengaruh karena “hanya” nama-nama itu yang cukup populer di Negeri Paman Sam. Sedangkan Brasil menggaransi pemainnya seperti Neymar, Ederson, Dani Alves dan Roberto Firmino akan dibawa ke Los Angeles.

“Kami beranggapan Messi akan masuk, tapi ternyata tidak, dan Aguero juga sama. Anda perlu melihat fakta, dan faktanya para pemain terbaik itu tidak ada,” rutuk Champagne.

Bulan lalu CONMEBOL, badan sepak bola tertinggi di Amerika Selatan, menjatuhkan larangan bermain di sepak bola internasional selama tiga bulan plus denda US$50.000 pada Messi. Sanksi dijatuhkan setelah Messi menuding CONMEBOL telah melakukan korupsi sehingga membuat Brasil memenangi Copa America beberapa waktu lalu.

Situasi semakin berat bagi promotor seperti Champagne setelah Argentina memilih memanggil 16 pemain yang kurang dari lima kali membela Albiceleste. “Saya mungkin akan duduk meminum bir sambil menangis, tapi hal itu tidak akan saya lakukan. Terlepas dari banyaknya kekecewaan, saya akan fokus dengan apa yang kami miliki,” ujar Champagne.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten