Agus Susanto (kemeja biru muda) diapit tim LPJS berfoto bersama dengan para peserta pelatihan jurnalistik untuk website, Senin (10/12/2018). (Solopos-LPJS)

Solopos.com, WONOGIRI -- Memasuki musim hujan, laron yang bertebangan membuat kotor teras rumah warga justru dijadikan kuliner lezat. Di tangan warga Desa Purwoharjo, Karangtengah, Wonogiri laron-laron itu dijadikan lauk, dibuat bothok maupun peyek.

Kisah peyek laron asal Karangtengah itu ditulis oleh Abdul Aziz, 26, warga RT 003/012, Desa  Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah. Dalam tulisannya Abdul Aziz mengisahkan kreativitas warga desanya membuat peyek laron setiap musim hujan tiba.

Ada juga tulisan Gunawan Aji soal Bukit Jinggring dan tulisan Wahyu Wijayarto tentang pesona Gunung Gede yang layak menjadi destina wisata.

Tiga tulisan itu merupakan bagian dari 25 tulisan yang dievaluasi saat digelar pelatihan jurnalistik untuk website dan medsos desa, Kecamatan Karangtengah, Senin (11/12/2018). Pelatihan yang  diadakan di Balaidesa Ngambarsari, Karangtengah itu diselenggarakan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) menggandeng Lembaga Pelatihan Jurnalistik Solopos (LPJS).

Pelatihan diikuti 25 perwakilan lima desa di Kecamatan Karangtengah, yakni Desa Karangtengah, Temboro, Purwoharjo, Ngambarsari dan Jeblogan. Masing-masing desa mengirimkan lima wakilnya yang sehari-hari bertugas mengisi konten website desa.

Ketua TPID Karangtengah, Agus Susanto mengatakan pelatihan jurnalistik merupakan bagian dari kegiatan Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknik Desa (P2KTD). “Setelah pelatihan ini nanti para pembuat konten bisa lebih terampil dalam mengisi website dan medsos yang sudah dimiliki masing-masing desa,” ujarnya membuka acara.

Agus mengatakan website desa bertujuan menyajikan informasi baik berupa potensi desa maupun berita-berita seputar wilayahnya. Karangtengah merupakan sebuah kecamatan seluas 84,59 km persegi terletak di Wonogiri bagian timur atau sekitar 90 km dari Kota Solo.

Selama lima jam pelatihan itu peserta dibekali cara penulisan berita, pengambilan foto dan video. Di sesi akhir, 25 peserta praktek menulis berita lalu dievaluasi. Hasil evaluasi tulisan kemudian diunggah ke masing-masing website desa. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten