Tutup Iklan

Kisah Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Sragen, Rp1 Juta Jadi Rp200 Juta

Kisah Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Sragen, Rp1 Juta Jadi Rp200 Juta

SOLOPOS.COM - Dua anggota Koramil Miri meminta keterangan Sriyati, 65, istri salah satu pengikut Dimas Kanjeng, Tarno, 70, di rumahnya di Dusun Girimargo, Desa Girimargo, Miri, Sragen, Sabtu (8/10/2016). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga punya pengikut di Sragen.

Solopos.com, SRAGEN -- Foto seorang pria berjubah hitam dan mengenakan sorban putih di kepala menghiasi ruang tamu rumah Tarno, 70. Sosok pria di dalam foto itu belakangan kerap menghiasai layar kaca seiring maraknya pemberitaan perihal kasus penipuan dengan modus penggandaan uang.

Ya, pria dalam foto itu adalah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Ruang tamu rumah mantan perangkat Desa Girimargo itu memang dipenuhi sejumlah foto dari Dimas Kanjeng. (Baca Ada 4 Pengikut Taat Pribadi di Sragen)

Beberapa foto Dimas Kanjeng dengan tokoh penting negara seperti mantan panglima TNI Jenderal Moeldoko, mantan Kabaintelkam Polri Komjen (Pol) Suparni Parto, hingga presiden Joko Widodo menghiasi ruang tamu itu. (Taat Pribadi Menipu)

Sudah hampir tiga bulan, Tarno pergi dari rumahnya. Kepada istri dan anak-anaknya, saat itu dia berpamitan ingin mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo Jawa Timur.

Bagi Tarno, sosok Dimas Kanjeng bukanlah orang asing. Dia sudah menjadi pengikut Dimas Kanjeng selama lebih dari tiga tahun. Selama itu pula, Tarno sudah kerap bolak-balik menuju Padepokan Dimas Kanjeng.

“Setahu saya, di sana suami saya hanya mengikuti pengajian atau istigozah. Biasanya hanya butuh waktu 1-2 hari. Baru kali ini suami saya ke sana hingga berbulan-bulan, sampai sekarang belum pulang,” kata Sriyati, 65, istri dari Tarno kala ditemui wartawan di rumahnya di Dusun/Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Sragen, Sabtu (8/10).

Maraknya pemberitaan di media massa terkait penangkapan Dimas Kanjeng sempat membuat Sriyati khawatir dengan kondisi suaminya di padepokan. Beruntung dia masih bisa berkomunikasi dengan suaminya melalui telepon.

Dalam pembicaraan via telepon itu, Tarno selalu mengabarkan kondisi dirinya baik-baik saja. “Terakhir baru tadi pagi saya berbicara dengan suami saya melalui telepon. Kata dia, kondisi sebenarnya tidak seperti yang diberitakan TV selama ini,” ucap Sriyati.

Kepada Dimas Kanjeng, Tarto pernah membayar mahar senilai Rp1 juta. Uang itu dibayarkan melalui empat tahap. Sriyati menilai mahar itu hukumnya tidak wajib. Besarnya mahar pun tidak ditentukan.

Konon mahar senilai Rp1 juta itu akan dilipatgandakan menjadi Rp200 juta. Namun, uang itu tidak akan dinikmati oleh penyetor mahar. “Uang itu akan disumbangkan untuk kepentingan sosial seperti menyantuni yatim piatu, membantu orang miskin dan lain-lain. Namun, sampai sekarang saya juga belum melihat hasilnya [penggandaan uang],” terang Sriyati.

Kepada Sriyati, Tarto sudah bersikap terbuka. Sriyati tidak keberatan Tarto menjadi pengikut  Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sedikitpun dia tidak menghalangi niat suaminya untuk berguru kepada Dimas Kanjeng. “Ini kan negara hukum. Kalaupun ada pelanggaran hukum, pasti akan diselesaikan dengan cara hukum,” ujarnya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Swab PCR, Hasilnya?

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.

Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Pemkab Klaten akan melakukan tes swab antigen terhadap warga yang ketahuan nongkrong berkerumun dan melewati batas jam malam.