Tutup Iklan
Mukhlis Faktur Rokhman, 24, dan Fitriani Nur Amirulmanan, 24, pasangan suami istri lolos seleksi perangkat desa Klaten, Minggu (29/4/2018). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Tak terbayangkan sebelumnya oleh Mukhlis Faktur Rokhman, 24, dan Fitriani Nur Amirulmanan, 24, bakal kerja sekantor apalagi di balai desa tempat tinggal mereka. Pasangan suami istri (pasutri) yang menikah pada Juli 2017 lalu itu sama-sama lolos tes seleksi calon perangkat Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom, Klaten, lewat ujian yang digelar serentak, Minggu (29/4/2018) lalu.

Niatan mereka mendaftar sebagai peserta seleksi calon perangkat desa  berawal dari dorongan orang tua Mukhlis. Awalnya, Mukhlis tak berminat mengikuti seleksi tersebut lantaran ia merupakan lulusan sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sedangkan Fitri merupakan teman seangkatan Mukhlis di jurusan dan kampus yang sama. “Saya itu sebenarnya kurang berminat karena bukan jurusannya. Dari orang tua katanya siapa tahu rezeki. Akhirnya mencari persyaratan untuk mendaftar dan ternyata agak susah. Ya sudah, benar-benar diniati untuk mendaftar. Saya melamar lowongan Kasi Pemerintahan sementara istri saya melamar Kaur Keuangan,” kata Mukhlis saat ditemui wartawan di Dukuh Bendung, Desa Kayumas, Selasa (1/5/2018).

Pasangan dengan tanggal lahir hanya terpaut satu hari (Mukhlis lahir pada 29 Mei 1993 sementara Fitri pada 28 Mei 1993) itu lantas belajar bareng di waktu senggang mereka. Mukhlis sekitar dua tahun terakhir menjadi guru honorer di MI Beji, Tulung, Klaten.

Selain itu, ia membuka tempat les di rumahnya di Dukuh Klodran. Untuk mengelola tempat les tersebut, Mukhlis dibantu istrinya yang berstatus sebagai ibu rumah tangga. Murid mereka pun tak sedikit, mereka pernah mengajar hingga 30 anak.

“Di waktu senggang itu saya baca-baca soal [ujian perangkat desa] lewat Internet. Di dalam perbup kan sudah ada garis besar materi yang akan diujikan. Saya cari di Internet ujian masalah perangkat desa itu seperti apa saja. Saya juga belajar tentang microsoft word serta power point. Ya latihannya berdua di rumah,” tutur dia.

Pada hari ujian, Minggu, mereka berboncengan naik sepeda motor berangkat ke lokasi ujian di SMK Muhammadiyah 1 Jatinom sekitar pukul 06.30 WIB. Seusai ujian mereka memilih tak langsung pulang. Pasangan itu menunggu pengumuman hasil ujian yang dijadwalkan pukul 18.30 WIB.

Ucapan selamat mengalir ketika hasil ujian diumumkan dan mereka menduduki ranking pertama untuk dua posisi jabatan berbeda. Skor hasil ujian tertulis dan praktik komputer yang dikerjakan Mukhlis mengungguli enam peserta seleksi lainnya untuk posisi Kasi Pemerintahan di desa tanah kelahirannya.

Sementara hasil ujian Fitri mengungguli tujuh peserta seleksi lainnya untuk posisi Kaur Keuangan di desa yang sama. Ucapan selamat berlanjut hingga mereka pulang ke rumah. “Tetangga ada yang bilang besok lebih irit, berangkat kerja bareng terus,” kata Mukhlis.

Kini, Mukhlis dan Fitri tengah mengurus kelengkapan administasi sebagai syarat sebelum pelantikan salah satunya legalisasi ijazah. Mereka tinggal selangkah lagi dilantik menjadi perangkat desa  akhir pekan ini.

Soal tugas yang akan dijalani, Mukhlis dan Fitri pun mengaku belum memahami persis. Lantaran hal itu, ia kerap menyempatkan waktu menyambangi rumah perangkat Desa Kayumas untuk belajar soal tugas-tugas mereka.

“Jujur saja saat ini belum tahu nanti kerjanya seperti apa. Kami perlu mendalami lagi dan mudah-mudahan bisa untuk memajukan Kayumas,” kata pasangan yang berpacaran sejak 2013 lalu itu.

Kepala Desa Kayumas, Mulyono, mengatakan ada tiga lowongan perangkat desa di Kayumas. Total ada 20 peserta seleksi perangkat desa.

“Memang benar Mukhlis dan Fitri itu pasangan suami-istri. Hal ujian itu betul-betul dari proses seleksi. Untuk peserta lainnya kebetulan sudah saling legawa menerima hasil seleksi pengisian perangkat desa,” kata Mulyono.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten