Kisah Orang Tua di Semarang, Rela Keluyuran Tengah Malam demi Daftar PPDB
Ilustrasi PPDB online. (Solopos)

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) sejak lama memang sudah mewanti-wanti bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMA Negeri tahun 2019 ini tak ditentukan faktor cepat-cepatan, melainkan zonasi.

Meski demikian, kondisi itu tak membuat para orang tua atau wali murid tenang. Mereka tetap berusaha mendaftarkan anaknya secepatnya begitu PPDB online dibuka, Senin (1/7/2019) dini hari atau mulai pukul 00.00 WIB.

Salah satunya adalah Edi. Warga Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, itu rela begadang hingga larut malam guna mendaftarkan putri sematawayangnya masuk SMA Negeri 1 Semarang.

Padahal secara zonasi, Kelurahan Wonodri masuk dalam zona SMAN 1 karena hanya berjarak sekitar 2,2 kilometer (km). Meski demikian, hal itu tak membuat Edi tenang.

Semenjak Minggu (30/6/2019) tengah malam, ia sudah keluyuran mencari ruang publik yang menyediakan akses Internet di seputaran Jl. Sriwijaya. Hal itu dilakukan agar akses Internet tak tersendat saat mengakses situs web PPDB online Jateng.

”Saya standby sejak sejam sebelum situsnya dibuka. Begitu dibuka langsung daftar. Telat 3 menit, itu saja dapat urutan ke-80,” ujar pria berkepala plontos itu saat berbincang dengan Semarangpos.com, Senin pagi.

Edi mengaku sudah mendengar imbauan dari Disdikbud Jateng jika PPDB online SMA tahun ini tak dipengaruhi faktor siapa cepat dia dapat. Meski demikian, menurutnya faktor cepat-cepatan akan tetap memberikan pengaruh dalam PPDB tahun ini.

"Sekarang kalau zonasinya sama, kan yang dipertimbangkan faktor yang tercepat mendaftar. Sekarang anak saya daftar nomor 80, sampai siang urutannya turun jadi nomor 264. Padahal kuota untuk zonasi hanya 276," imbuh Edi.

Edi pun berharap anaknya bisa diterima di SMAN 1. Jika pun tidak, dirinya sudah memiliki alternatif lain, yakni di SMAN 11 yang berjarak 3 km dari kantor kelurahannya dan SMAN 3 yang jaraknya berkisar 4,3 km.

”Ya, kalau di tiga pilihan itu tak diterima berarti sekolah di swasta," ujar Edi dengan nada pasrah.

Terpisah Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Semarang, Budiono, mengatakan hingga Senin pagi sudah ada sekitar 437 calon peserta didik baru yang mendaftar via online di sekolahnya. Dari jumlah sebanyak itu, yang menggunakan jalur zonasi berjumlah 278 siswa, prestasi dalam zona 86 siswa, jalur prestasi murni 60 siswa, dan sisanya, 13 siswa menggunakan jalur mengikuti orang tua pindah.

“Sejauh ini enggak ada masalah dalam proses PPDB online. Kalau pun ada hanya permasalahan kurangnya pemahaman siswa yang salah melakukan input maupun ingin cabut berkas. Kalau masalah server sejauh ini lancar,” ujar Budiono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom