Tutup Iklan
Novi, salah satu anak jalanan yang diciduk Satpol PP Kota Madiun, Senin (18/2/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN Kisah https://madiun.solopos.com/read/20190219/516/972892/tak-disangka-pengamen-di-madiun-ini-hasilkan-rp9-jutabulan">pengamen jalanan bernama Novi, 19, yang diciduk petugas Satpol PP Kota Madiun, Jawa Timur, mejadi bahan gunjingan warganet. Novi mengaku mampu mengumpulkan uang hingga Rp9 juta per bulan dari pekerjaannya sebagai pengamen.

Wanita asal Tambakbayan, Ponorogo, Jawa Timur, ini biasa mengamen di bus. Dari hasil mengamen, Novi yang hanya lulusan MTs ini bisa membeli sepeda motor matik secara cash. Dia juga mampu membiayai sekolah dua adiknya.

Penghasilan https://madiun.solopos.com/read/20190219/516/972892/tak-disangka-pengamen-di-madiun-ini-hasilkan-rp9-jutabulan">Novi sebagai pengamen jelas tidak menentu. Dalam sehari, dia mengumpulkan uang sekitar Rp200.000-Rp300.000. Jika ditotal, penghasilannya dalam sebulan mencapai Rp9 juta. Kisah hidup Novi mendapat beragam komentar warganet.

Komentar tersebut disampaikan melalui akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan ulang informasi dari akun @solopos_com, Rabu (20/2/2019). Kisah kehidupan Novi justru menginspirasi sejumlah warganet. Mereka menyampaikan beragam komentar lucu dalam unggahan tersebut.

"Nganggur nek ditelateni ya lumayan," komentar @anita_andani23.

"Dipek bojo wae lur, golek duite mantul," imbuh @yunusyuwono.

"Aku dandan mlitit ra semono," imbuh @Linda_yuliana.

"Pantes pengamen dan pengemis sulit diberantas. Hla wong sebulan penghasilannya ngalahke wong nyambut gawe seragaman," imbuh @alifsyr.

Dikabarkan Madiunpos.com sebelumnya, perempuan lulusan MTs di Ponorogo itu menceritakan dirinya sengaja tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA karena persoalan ekonomi. Saat itu, orang tuanya bercerai. Padahal masih ada dua adiknya yang membutuhkan biaya untuk hidup dan sekolah.

Setelah lulus MTs, Novi merantau ke Surabaya, Jawa Timur, bekerja sebagai pembantu. Namun, gajinya terlalu kecil dan tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Akhirnya, ia pun memutuskan mengamen di jalanan.

Novi hanya pulang tiga kali dalam sebulan. Biasanya satu kali pulang, ia membawa uang untuk adik-adiknya senilai Rp1 juta. Uang itu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan adiknya yang kini sudah sekolah SMK dan SMP. Selama di https://madiun.solopos.com/read/20190219/516/972892/tak-disangka-pengamen-di-madiun-ini-hasilkan-rp9-jutabulan">Madiun, Novi tidak memiliki tempat tinggal. Biasanya, ia tidur di Terminal Madiun maupun di tugu batas kota.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten