Kisah Nelayan Wonogiri Relakan Wifi-Nya Dipakai Siswa Belajar Selama Wabah Covid-19
Pelajar mengerjakan tugas menggunakan telepon selular di ruang tamu rumah Sugiyanto di Dusun/Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri yang diubah menjadi seperti kelas, Senin (6/4/2020). (Istimewa/Sugiyanto)

Solopos.com, WONOGIRI -- Seorang nelayan di Wonogiri merelakan jaringan Internet wifi di rumahnya untuk membantu siswa mengerjakan tugas selama wabah virus corona atau covid-19.

Sugiyanto, nelayan asal Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri tersebut melakukan hal itu awalnya secara tidak sengaja. Ia tengah bersantai di rumahnya, Jumat (20/3/2020) pagi.

Sejak beberapa hari sebelumnya, nelayan budi daya ikan nila di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri ini lebih sering di rumah di Dusun Sendang. Hal itu terutama semenjak wabah virus corona atau Covid-19 masuk ke Wonogiri.

Sebentar kemudian dia keluar rumah. Saat pintu terbuka, lelaki 40 tahun yang akrab disapa Sugi itu mendapati tiga remaja laki-laki duduk di teras rumahnya. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing.

Rapid Test 6 ODP Sukoharjo Positif Corona, 4 Orang Tanpa Gejala

“Sedang apa kalian?” tanya Sugi.

“Mengerjakan ujian sekolah online, Pak. Nunut [nebeng] memakai wifi-nya ya pak?” ucap salah satu dari remaja itu.

Setelah beberapa lama mengobrol Sugi mengetahui mereka siswa SMK. Lantaran tak tega Sugi mempersilakan mereka masuk ke rumah.

Dia menyiapkan tiga kursi di ruang tamu yang letaknya berjarak satu meter. Ia paham seputar wabah Covid-19 di Wonogiri dan berupaya melakukan pencegahan.

Sugi juga menyediakan sarana cuci tangan bagi para tamunya. Beberapa jam kemudian para siswa selesai mengerjakan tugas sekolah mereka lalu pulang.

Pakar Matematika UNS Solo: Ledakan Pandemi Corona Terjadi Awal Mei, Mudik Jadi Pemicu

Keesokan harinya siswa yang datang semakin banyak. Mereka datang sejak pagi. Rupanya tiga siswa sebelumnya memberi informasi kepada teman-teman mereka di rumah Sugi ada wifi yang cukup mempuni.

Ruang Tamu Diubah Layaknya Kelas

Sugi memaklumi karena sejak wabah Covid-19 melanda, para siswa di Wonogiri harus belajar di rumah. Dia sempat khawatir jika tak difasilitasi, pihak terkait akan membubarkan mereka yang saat itu berkerumun di halaman rumah.

Maklum saja, pemerintah sedang gencar memberi imbauan agar warga tak berkerumun untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Sejak saat itu Sugi mengubah ruang tamu rumahnya menjadi seperti kelas agar bisa menampung para siswa. Ruang tamunya yang cukup luas dapat menampung belasan orang dengan posisi duduk berjarak 1 meter.

Posko Covid-19 Pindah, Alur Karantina Pemudik Solo Berubah

Dia meminjam kursi dari tempat lain, menyediakan masker, dan cairan pencuci tangan. “Akses Internetnya lancar tidak?” Sugi bertanya.
“Lancar Pak,” jawab mereka.

Sugi lega. Dia sempat khawatir jaringan Internet berkecepatan 10 mbps yang dipasangnya sejak tiga bulan sebelumnya tak mampu mengaver kebutuhan para pelajar untuk mengerjakan ujian sekolah dan ujian akhir semester.

Kebiasaan pelajar mengerjakan ujian, mengerjakan tugas, dan lainnya di rumah Sugi berlangsung hingga Senin (6/4/2020). Kadang mereka berjumlah delapan orang, kadang hingga belasan orang.

Rata-rata mereka beraktivitas menggunakan Internet pukul 08.00 WIB-11.00 WIB. Senin itu pelajar yang datang dari SMK Pancasila 1 Wonogiri, SMK Gajah Mungkur Wuryantoro, SMKN 1 Wonogiri, dan Kejar Paket C.

Wajib Digunakan Saat Berpergian, Apa Sanksi Jika Tak Gunakan Masker?

“Tadi juga ada mahasiswa UTP [Universitas Tunas Pembangunan] yang mengerjakan tugas dan guru SD yang ikut pakai Internet di rumah saya. Anak SD juga ada,” ulas Sugi.

Lelaki yang juga dosen Jurusan Ekonomi Syariah di Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti Wonogiri itu mempersilakan pelajar atau kalangan lainnya menggunakan jaringan Internet di rumahnya.

Potret Pendidikan

Dia berharap warga yang memiliki jaringan Internet di rumah melakukan hal sama. Hal itu supaya siswa yang tak bisa mengakses Internet atau tak memiliki paket data Internet di ponselnya dapat mengerjakan ujian atau tugas.

Tidak menutup kemungkinan banyak anak yang tak beruntung mendapatkan akses Internet selama masa belajar di rumah akibat wabah Covid-19 di Wonogiri.

Pulang dari Bali, Warga Sangkrah Solo Sempat Marah Tak Mau Didata

Sugi tak bisa membayangkan betapa bingungnya mereka karena tak mampu mengakses Internet, seperti anak-anak di wilayah pelosok yang tak terjangkau Internet.

“Bagaimana dengan yang tak punya HP? Ini lah potret pendidikan kita. Ke depan pemerintah harus punya konsep pendidikan matang dalam menghadapi situasi terburuk seperti sekarang ini,” imbuh Sugi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti, mengatakan sesuai instruksi Mendikbud, proses belajar mengajar SD-SMP negeri tetap berlangsung di masa tanggap darurat wabah Covid-19.

PDP Corona Asal Banyuanyar Solo Meninggal Dunia

Proses itu dilaksanakan secara online sesuai ketentuan. Materi yang diberikan pemahaman tentang wabah Covid-19. Siswa diajak membuat karya tulis, berbagai keterampilan berupa video, dan sebagainya.

Nilainya untuk mendukung penilaian kenaikan kelas. Kendati demikian, guru dan siswa tetap tatap muka melalui vidoe telekonferensi tiga kali sepekan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom