Kisah Murtini, Guru Honorer Klaten yang Sambangi Rumah Siswa Demi Semangat Belajar
Murtini, 43, salah satu guru honorer di SDN 1 Kendalsari, Kecamatan Kemalang melakukan pembelajaran kepada siswa kelas 4 di salah satu rumah warga Desa Kendalsari, Senin (10/8/2020). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)

Solopos.com, KLATEN -- Murtini, 43, mendatangi rumah-rumah warga di wilayah Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten, dengan sepeda motor. Kedatangan seorang guru berstatus honorer ini untuk memberikan pembelajaran kepada siswa SDN 1 Kendalsari Klaten secara berkelompok.

Sedari pukul 07.30 WIB, Murtini sudah berangkat dari rumahnya di Desa Bumiharjo, Kecamatan Kemalang. Bangku dan boks plastik menjadi barang bawaannya untuk membantu pembelajaran.

Seperti yang dilakukan Murtini pada Senin (10//20208). Rumah pasangan Parmin, 36, dan Subiyem, 31, di Dukuh Kaligentong, Desa Kendalsari menjadi tempat kedua bagi Murtini memberikan pembelajaran pada Senin.

Siang itu ada empat siswa kelas 4 SDN 1 Kendalsari mengikuti pembelajaran di ruang tamu rumah Parmin dan Subiyem. Para siswa itu merupakan anak Parmin-Subiyem serta anak kelas 4 SDN 1 Kendalsari lainnya yang berdomisili di sekitar rumah tersebut.

Ups, Angka Kehamilan Melonjak saat Pandemi, Kebanyakan Tak Diinginkan

Pembelajaran Lesehan

Pembelajaran dilakukan secara lesehan berlantai tikar plastik. Bangku plastik yang dibawa Murtini menjadi alas buku bagi anak-anak yang siang itu datang berseragam putih-merah serta mengenakan masker dan face shield. Jarak tempat duduk anak diatur agar tak berdekatan.

Selama dua jam dari pukul 10.00 WIB, Murtini menyampaikan materi pembelajaran tentang sudut. Aktivitas pembelajaran di ruang tamu itu selayaknya pembelajaran di ruang kelas. Tanya-jawab Murtini dan keempat siswanya mewarnai selama pembelajaran berlangsung. Tepat pukul 12.00 WIB, Murtini mengakhiri kegiatan belajar mengajar. Murtini bergegas pulang setelah berpamitan dengan tuan rumah.

Memberikan pembelajaran di rumah siswa itu sudah dilakukan Murtini yang berstatus guru honorer di SDN 1 Kendalsari Klaten sekitar tiga pekan terakhir. Saban hari, Murtini menempuh perjalanan sekitar 5 km dari rumahnya serta naik-turun jalan kampung di Kendalsari demi memberikan pembelajaran kepada siswa kelas 1 dan 4 dengan jumlah total siswa 60 orang.

Model pembelajaran dia lakukan dengan berkelompok dengan setiap kelompok terdiri dari empat hingga lima anak dengan kelas yang sama. Kelompok-kelompok itu dibentuk mempertimbangkan domisili siswa yang saling berdekatan. Dalam sepekan, Murtini menyambangi sembilan rumah warga yang merupakan rumah orang tua siswa.

Model pembelajaran itu dilakukan Murtini menanggapi keluhan orang tua siswa. “Dari awal setelah tahun ajaran baru saya merasa anak-anak kok seperti jenuh dengan daring,” kata Murtini saat ditemui wartawan di rumah Parmin, Senin.

“Selama empat bulan ini ternyata setelah diberikan pembelajaran daring itu anak-anak bermain atau ikut ibunya ke pasar. Kadang kala ada anak tidak mau menulis akhirnya orang tua yang menuliskan. Kemudian anak kalau diberikan ponsel untuk daring ternyata tidak mengerjakan tugas justru untuk hal lain. Sementara, anak kelas 1 itu saya tidak tega jika diberikan daring sementara mereka huruf saja belum kenal dan kosa kata belum tahu,” lanjutnya.

Pasar Nglames Madiun Ditutup karena Covid-19, Pedagang Berjualan di Trotoar

Sinyal Jelek

Belum lagi masalah sinyal internet yang kerap sulit diakses warga wilayah Kendalsari yang berada di lereng Gunung Merapi. Dari kondisi-kondisi itu, Murtini mulai mengubah pembelajaran yang dia lakukan sejak ada pandemi Covid-19 dari daring ke pembelajaran dengan mendatangi rumah-rumah warga pada pekan kedua tahun ajaran 2020/2021 atau pada pertengahan Juli lalu.

“Kemudian saya memiliki gagasan ke rumah anak-anak dengan belajar berkelompok di setiap wilayah. Gagasan itu saya sampaikan ke kepala sekolah dan Korwil Kemalang dan mendapatkan dukungan,” kata Murtini yang sudah 13 tahun menjadi guru honorer di Klaten.

Dari dukungan itu, Murtini mulai memberanikan diri menyampaikan gagasannya ke orang tua siswa. Murtini tak menyangka para orang tua siswa menyambut gagasan tersebut menggantikan model pembelajaran daring yang sudah dia jalankan selama beberapa bulan terakhir.

“Kesan kali pertama itu anak-anak sangat senang. Orang tua mereka juga antusias mengantarkan. Ternyata model seperti ini yang diinginkan orang tua [di tengah pandemi Covid-19]. Mereka hanya ingin sekali waktu anak-anak bertemu dengan guru untuk membahas kesulitan yang dialami saat belajar di rumah,” jelas Murtini.

Semua Pegawai Di-Swab, Penutupan Kantor Inspektorat Solo Diperpanjang

Patuhi Protokol Kesehatan

Murtini menjelaskan pembelajaran di rumah siswa secara berkelompok itu dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain dengan jumlah siswa yang terbatas serta mengatur jarak tempat duduk dan mewajibkan bermasker, Murtini meminta setiap anak mencuci tangan mereka sebelum memasuki rumah. Senam ringan selalu mengawali kegiatan belajar mengajar.

Murtini mengatakan saban kegiatan belajar di rumah siswa digelar, mereka berdatangan mengenakan seragam. Hal itu disesuaikan keinginan siswa dan orang tua. “Mereka rindu kembali mengenakan seragam, tas, dan sepatu mereka,” jelas Murtini.

Meski berhonor ratusan ribu rupiah per bulan, Murtini ikhlas keluar biaya lebih setelah hampir saban hari menyambangi rumah warga demi memberikan pembelajaran kepada siswa secara berkelompok.

“Yang namanya rejeki sudah diatur oleh Allah. Yang penting anak-anak tidak kehilangan semangat belajar,” kata ibu dua anak tersebut.

Salah satu siswa kelas 4 SDN 1 Kendalsari, Stefani Meidina Atikasari, 9, mengaku senang bisa kembali belajar bersama teman satu kelasnya meskipun dengan jumlah sangat terbatas dan dilakukan di rumah. Fani juga mengungkapkan rasa senangnya mengenakan kembali seragam sekolah setelah empat bulan lamanya tak dia kenakan.

“Selama ini [pembelajaran daring] sudah jenuh. Tidak bisa belajar bareng teman-teman. Sekarang ada pembelajarna ini rasanya tetap senang meskipun tidak di sekolah,” jelas Fani.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom