Batu besar terdapat di pekarangan warga di Godean RT 004/RW 002, Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (30/11/2019). (Solopos-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Orang yang melintas atau masuk ke Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, umumnya sudah tak asing lagi dengan lokasi bernama Watu Gede. Petunjuk tempat paling jelas, yakni sekitar Hotel Watu Gede.

Karena nama lokasi itu sudah melekat sejak sangat lama di ingatan masyarakat, Watu Gede lebih dikenal dari pada nama dusun di wilayah itu, yakni Godean.

Warga sekitar pun menjadikan nama itu sebagai penanda lokasi saat turun dari angkutan umum. Saat warga menyebut turun di Watu Gede, sopir atau kenek angkutan umum sudah memahami lokasi dimaksud.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sendang, Agung Susanto, kepada Solopos.com, Sabtu (30/11/2019), menyampaikan Watu Gede bukan nama resmi. Lokasinya di wilayah perbatasan Dusun Selopukang-Godean. Areanya dekat jalan raya Wonogiri-Wuryantoro.

Batik Modern, Trend Fashion Kekinian yang Kian Mendunia

Kendati demikian, dia mengakui nama Watu Gede lebih dikenal masyarakat dari pada nama dusunnya. Menurut Agung, penamaan Watu Gede diambil dari sebuah batu berukuran sangat besar yang terdapat di lokasi.

Watu merupakan bahasa Jawa yang berarti batu, sedangkan gede berarti besar. Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan batu raksasa itu ditemukan.

Tips Siapkan Anak Agar Tak Iri dengan Kehadiran Adik Baru

Pengamatan Solopos.com, batu terdapat di antara pekarangan warga dan Hotel Watu Gede.

Panjang batu mencapai belasan meter dengan tinggi lebih dari 6 meter. Akses paling mudah untuk mencapainya melalui hotel.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

“Cerita dari sesepuh, dulu batu itu menjadi tempat perlindungan bagi warga saat ada serangan dari penjajah Belanda. Sejumlah bagian batu terdapat lubang besar yang diduga bekas terkena mortir,” kata Agung.

Ada juga informasi, lanjut dia, dahulu ada sumber air dekat batu besar. Karena suatu kondisi, warga menggunakan batu bersangkutan untuk menutup sumber air tersebut.

Ladies, Ini Warna yang Jadi Tren Fashion di 2020

Kalau cerita itu benar, ungkap dia, tak bisa dibayangkan berapa banyak orang diperlukan untuk menggesar batu sebesar itu.

“Dahulu sekali orang takut melintas di dekat batu karena sepi dan terkesan angker. Tapi sekarang area sekitar batu sudah ramai penduduk, jalannya juga ramai kendaraan, kalau malam juga terang. Sehingga, tak ada yang takut lagi,” imbuh Agung.

Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

Warga yang bertempat tinggal di sekitar Watu Gede, Sri Sunarni, mengaku pernah satu kali mendengar suara tangisan anak kecil yang sumbernya tak jauh dari batu. Saat itu petang hari dan hujan lebat. Suaminya, Budi, juga mendengarnya.

Hilang dari Day Care, Bocah Balita Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Kepala

Berselang beberapa lama dia dan suaminya meminta seorang ustaz untuk mendoakan rumah dan area sekitarnya agar bersih dari hal-hal yang tak baik. Sejak saat itu Sri tak mendengar suara aneh-aneh lagi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten