Kisah Mantan LC Karaoke Solo: Berhenti Karena Pandemi Covid-19, Kini Fokus Jualan Thai Tea
Ilustrasi tempat karaoke (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Menjadi pemandu lagu alias lady companion atau LC karaoke di Solo dan sekitarnya bisa dibilang sebuah keterpaksaan bagi DM, 26. Perempuan yang mengaku masih lajang itu harus bisa mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

Apalagi ia tinggal sendiri dengan menyewa kamar indekos. Namun, setelah petualangannya menjadi LC pada beberapa tempat karaoke Soloraya, DM memilih berhenti alias pensiun. Sudah sekitar delapan bulan terakhir ia keluar dari pekerjaan itu.

Saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (26/10/2020), ia mengaku memilih “pensiun” dari pekerjaan lamanya karena takut dengan kondisi pandemi Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan ia pun kini menekuni usaha jualan Thai Tea.

Waduh! Pasien Positif Covid-19 Asal Jebres Kabur Dari RSUD dr Moewardi Solo

Usaha itu sebenarnya sudah ia rintis sejak sebelum Covid-19 melanda Solo dan sekitarnya saat masih menjadi LC karaoke. “Aku jualan, franchise Thai Tea dua lokasi. Aku sudah bukan LC lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ya saya jualan Thai Tea itu,” ujarnya.

Dengan usianya yang masih terbilang muda, DM mengaku sebenarnya masih bisa menjadi LC tempat-tempat karaoke yang ada. Tapi ia memutuskan tidak lagi menjadi LC karena pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir.

Hanya sesekali ia masih menerima job menemani orang bernyanyi, tapi hanya yang sudah ia kenal. “Aku jarang banget keluar kos. Tur nek aku nyanyi ya cuma sama orang-orang yang kukenal,” imbuhnya.

Viral Pajero Sport Ugal-Ugalan Pakai Sirene dan Strobo Di Jalanan Solo, Ternyata Pelakunya...

Risiko Terpapar Covid-19

Untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19 saat karaoke, mantan LC Solo dan sekitarnya itu selalu membawa hand sanitizer dan memakai masker.

Ihwal usahanya jualan Thai Tea di dua lokasi berbeda, DM menggunakan uang tabungannya sendiri untuk modal. Ia mengaku belum pernah mendapat bantuan modal atau jaring pengaman ekonomi dari pemerintah selama pandemi Covid-19.

Ia berharap usahanya itu bisa terus berkembang sehingga ia bisa menambah jumlah booth atau lapak untuk berjualan.

3 SMP Jadi Percontohan Pembelajaran Tatap Muka Solo, Siswa dan Guru Harus Uji Swab

Sementara itu, sejumlah pemandu lagu atau LC karaoke Kota Solo lainnya yang masih aktif mengaku mengalami penurunan jumlah tamu maupun jam kerja selama pandemi Covid-19. Penurunan jumlah jam layanan mencapai 50 persen.

“[Jumlah tamu] Ya berkurang ini, berkurang banget,” ujar pemandu karaoke berinisial G saat berbincang dengan Solopos.com via ponsel, Senin (26/10/2020).

Sejak pandemi melanda, G tak selalu bisa mendapat job menemani tamu menyanyi karaoke. Padahal ia harus memenuhi kebutuhan hidup, termasuk membayar uang sewa indekos.

Pembunuhan Sukoharjo: Seusai Habisi Yulia, Eko Mandi & Pasang Jaringan Internet di Rumah Tetangga

Pendapatan Tidak Menentu

Belum lagi kebutuhan makan dan membeli peralatan makeup. “Saya indekos sendiri, tidak di mess. Biaya indekos saya per bulan Rp1.250.000,” kata LC karaoke di Solo dan sekitarnya itu.

Dengan pendapatan tidak menentu tiap bulannya G harus pintar-pintar membelanjakan uang. Sebab, bila terlalu boros tentu ia tak akan mampu mencukupi kebutuhan hidup tiap bulannya.

“Kalau dibilang enggak cukup ya memang enggak cukup. Tapi kan ya akhirnya harus saya cukup-cukupkan. Kalau tidak gitu ya kurang,” katanya.

Lurah Pasar Harjodaksino Solo Menangis Saat Umumkan Penutupan Diperpanjang

G berharap kondisi pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali menggeliat. “Aku sih penginnya pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, sehingga bisa hidup normal tanpa takut kena virus,” katanya.

Ihwal protokol kesehatan pencegahan Covid-19, G mengaku sudah menerapkannya saat bekerja. Seperti keharusan memakai masker, rajin mencuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk kerja.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom