Kisah Maling Gagal Curi Pelat Berlambang Keraton Surakarta di Klaten

Salah satu tugu tapal batas Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta berlokasi di antara Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah dengan Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY.

 Suasana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (20/6/2021) siang. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Minggu (20/6/2021) siang. (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Salah satu tugu tapal batas Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta berlokasi di antara Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah dengan Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, DIY. Kedua tugu berupa tembok berundak.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Tugu yang berada di wilayah Desa Burikan, Kecamatan Cawas terdapat lambang Keraton Kasunanan Surakarta berupa pelat logam.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kondisinya kusam dan berkarat. Kondisi cat tembok tugu berwarna putih mulai luntur. Pada salah satu sisi tembok, ada pelat logam bertuliskan 22 Redjeb Alip 1867 dengan bagian sisi tembok di sebaliknya ada tulisan beraksara Jawa.

Kondisi berbeda pada tugu yang berada di wilayah Gunungkidul yang masuk wilayah Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen. Lambang Keraton Kasunan Yogyakarta terlihat jelas berupa pelat logam dengan warna lambang emas dan merah dengan latar belakang berwarna hitam.

Kondisi cat tembok tugu berwarna putih terlihat lebih bersih dibandingkan tugu di seberangnya. Pada salah satu sisi tembok ada tulisan latin 29 Djoemadil Awal 1867 dengan bagian sisi tembok di sebaliknya terdapat tulisan beraksara Jawa.

Baca Juga: Ini Tugas Abdi Dalem Keraton Solo, Salah Satunya Penuhi Kebutuhan Raja

Tugu itu dikelilingi rantai besi. Pada samping tugu ada papan bertuliskan Benda Cagar Budaya Tugu Batas Wilayah Kraton Yogyakarta SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Salah satu warga Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Noto Miharjo, 72, mengatakan salah satu pelat lambang keraton pernah dicuri oleh tangan jahil beberapa tahun lalu. Pelat yang diambil berlambang Keraton Kasunanan Surakarta.

Namun, pelat berlambang Keraton Surakarta tergeletak di dekat SD yang berjarak ratusan meter dari tugu. Oleh warga, pelat itu lantas dikembalikan ke tempat semula.

“Lambangnya pernah mau diambil orang. Karena tidak kuat, sampai di dekat sekolah diletakkan dan ditinggalkan. Tetapi istilah mudahnya masih ada dayanya sehingga yang mau ambil tidak kuat. Mungkin karena dianggap unik dan antik, diambil mau dijual. Tetapi orangnya tidak kuat,” kata Noto Miharjo, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Bupati Klaten Peroleh Gelar Baru dari Keraton Surakarta, Apa Itu?

Pegiat pelestari cagar budaya Klaten, Hari Wahyudi, mengatakan tugu di wilayah Burikan dan Sambirejo itu merupakan tugu tapal batas antara Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Dia mengakui kondisi tugu di sisi wilayah DIY lebih terawat ketimbang tugu di sisi Burikan atau Jawa Tengah.

“Perawatan memang di bagian sisi Yogyakarta lebih terawat. Sementara di sisi Surakarta agak memprihatinkan,” jelas Hari.

Tugu itu dibangun menjadi penegas Perjanjian Klaten pada 1830 dari Perjanjian Giyanti disepakati pada 1755. Kerajaan Mataram terbelah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Perjanjian Klaten menegaskan wilayah kekuasaan Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

+ PLUS Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

Garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Tengah menyempit masuk lebih ke dalam membentuk lekukan (indentasi) dibandingkan dengan garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Barat dan Jawa Timur diduga merupakan hasil pertemuan sepasang sesar mendatar besar yang saling berlawanan arah.

Berita Terkini

Pedagang Tak Tahu Pasar Jongke-Kabangan Digabung, Ini Kata Disdag Solo

Sejumlah pedagang Pasar Jongke Solo mengaku belum tahu rencana Pemkot menggabungkan pasar tersebut dengan Pasar Kabangan pada revitalisasi mendatang.

Penuhi Kebutuhan PLTSa Putri Cempo, DLH Solo Siap Impor Sampah 10 Tahun

DLH Solo saat ini tengah berdiskusi dengan pemerintah daerah sekitar mengenai rencana impor sampah untuk memenuhi kebutuhan PLTSa Putri Cempo yang akan beroperasi Desember 2022.

Mobil Meluncur ke Jurang di Boyolali Sempat Terbang dan Tabrak Pohon

Video tentang mobil berwarna merah yang hilang kendali di sebuah jalan turunan hingga akhirnya terjun ke jurang viral di media sosial.

Heboh, Gubernur Ganjar Diserbu Emak-Emak Saat Kunjungi Sukoharjo 

Gubernur Ganjar datang ke Sukoharjo untuk memantau pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak.

Ada Kecamatan Tak Punya SMA Negeri Di Solo, Ombudsman Bilang Begini

Ombudsman RI menyoroti tidak adanya SMA negeri di Pasar Kliwon saat kunjungan ke Kota Solo, meminta Pemprov Jateng segera mencari solusi.

Bawang Merah Langka, Pengepul Luar Kota Datangi Petani di Selo Boyolali

Kelangkaan bawang merah terjadi karena para petani bawang merah mengalami gagal panen.

Polemik Holywings, Apa Pengaruhnya ke Pembangunan Holywings Solo Baru?

Holywings Solo Baru dibangun oleh PT Alpha Solo Berjaya yang menyewa lahan seluas 1.500 meter persegi di sisi timur The Park Mall Solo Baru.

Uji Coba PLTSa Putri Cempo Solo: Jenis Sampah Ini Tidak Bisa Diolah

Sampah basah sehabis hujan sempat menjadi kendala saat uji coba PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang dimulai Selasa (28/6/2022).

3 Penganiaya Nasabah Bank Plecit Wonogiri Divonis 5 Bulan Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis lima bulan penjara kepada tiga terdakwa kasus penganiayaan kepada nasabah bank plecit di Kabupaten Wonogiri, Kamis (30/6/2022).

Miris! Lokasi Tengah Kota, SDN Sriwedari Solo Terancam Tak Dapat Murid

SDN Sriwedari No 197 Solo yang berlokasi tengah kota terancam tak dapat murid baru pada PPDB tahun ajaran 2022/2023 ini.

Indeks Banpol di Karanganyar Diusulkan Naik, PDIP Terima Paling Banyak

Berdasarkan masukan dari parpol, Pemkab Karanganyar mengajukan usulan kenaikan dana bantuan partai politik (banpol) ke Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Konser Di Solo, Dream Theater Dan Kru Bakal Naik Bus Dari Jakarta

Personel dan kru Dream Theater yang akan konser di Solo pada 10 Agustus mendatang bakal naik bus dari Jakarta menuju Kota Bengawan

Fix! Hewan Kurban di Sragen Harus Punya SKKH atau...

Bupati Sragen mewajibkan semua hewan kurban harus memiliki surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH. Tim gabungan akan memantau hewan kurban ke masjid-masjid.

Resmi Dibuka, Drive Thru ETP Grab OVO Di Galabo Solo Layani 3 Transaksi

Grab OVO resmi meluncurkan layanan drive thru yang mencakup tiga jenis transaksi pembayaran di pusat kuliner Galabo, Solo, Kamis (30/6/2022).

Wow! Perputaran Uang di Pasar Legen Jatinom Capai Miliaran Rupiah

Pasar Legen, pasar tiban yang hanya buka saban pasaran Legi di Lapangan Bonyokan, Kecamatan Jatinom ini telah dikenal masyarakat luas dari berbagai daerah.

Ada Temuan Bakteri, Korban Perkosaan Sukodono Kembali Diperiksa Polisi

Anak asal Sukodono, Sragen, yang diduga diperkosa tetangganya, kembali diperiksa polisi terkait temuan adanya bakteri pada kelamin korban dari hasil pemeriksaan RS.