Kategori: Wonogiri

Kisah Makeup Artist Asal Wonogiri Jadi Penyintas Covid-19


Solopos.com/Chelin Indra Sushmita

Solopos.com, SOLO – Berjuang melawan virus corona yang menginfeksi tubuh bukan hal mudah, meski tidak mengalami gejala infeksi apapun. Hal inilah yang dialami seorang makeup artist asal Wonogiri, Jawa Tengah, Hellin Mashithoh, yang merupakan salah WNI satu penyintas Covid-19.

Gadis berusia 26 tahun ini terinfeksi Covid-19 di Dubai, Uni Emirat Arab, pada pertengahan September 2020 lalu. Eel, sapaan akrabnya, tertular virus corona dari seorang klien yang datang ke studio tempatnya bekerja.

Dalam pekerjaannya sehari-hari, Eel selalu mengenakan alat pelindung diri dengan lengkap. Hal ini dilakukan untuk mencegah tertular Covid-19.

Ajakan Nikah Ditolak, Agus Nekat Bakar Kekasih Hingga Tewas

Tertular Klien

Namun, kliennya yang ingin dirias tentu harus melepas masker wajah. Di saat itulah kemungkinan dia tertular Covid-19 dari salah satu kliennya.

"Kemungkinan besar klien aku enggak tahu kalau dia carrier. Tapi karena aku dapat informasi dari klien yang lain, kalau keluarga dari klien aku itu semua positif Covid-19, jadi next day aku sama temen aku yang contact sama klien ini swab test," terangnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (26/10/2020).

Swab test itu dijalani Eel pada 17 September 2020. Hasilnya, dia dan temannya yang berkontak dengan klien tersebut positif Covid-19

"Aku swab test di klinik di Dubai. 17 September aku swab test. Kemungkinan kena [Covid-19] dua hari sebelum itu. Dan ternyata selama nungguin result-nya itu aku juga kena. Jadi tes kedua aku positif Covid-19 juga," sambung dia.

Aksi Komplotan Maling di Polokarto Terekam CCTV, Rekamannya Seperti Film Horor

Tanpa Gejala

Eel merupakan pasien Covid-19 kategori asimptomatis atau tidak bergejala. Dia bahkan sempat mengabarkan kondisinya yang positif Covid-19 melalui video akun Instagram pribadinya. Dalam video itu dia menjelaskan perawatan yang dijalani yakni karantina selama 14 hari.

"Aku dikasih smart wristband yang bisa monitor suhu tubuh aku plus dokternya telepon juga selama karantina mandiri 14 hari," jelasnya.

Selama karantina mandiri di rumah, dia memperbanyak istirahat untuk meningkatkan sistem imun. Sebab dia tidak mengalami gejala klinis yang berat akibat infeksi virus corona.

"Istirahat saja sambil ngobatin gejala yang dirasain. Aku enggak ngerasain hal yang begitu serius. Cuma hidung mampet, terus batuk dikit, pusing. Di awal-awal itu kepala pusing banget, sempat demam, enggak bisa napas kalau malam. Tapi habis itu enggak apa-apa. Aku bisa beraktivitas biasa. Menurutku ini kayak flu, meski lebih ganas," paparnya.

Tayangkan Film LGBT, Sutradara Festival Didenda Rp9 Juta

Terbuka di Medsos

Meski sempat gelisah saat menunggu hasil tes swab, Eel akhirnya merasa lega karena mengetahui kondisi tubuhnya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dia paham betul risiko pekerjaannya yang bekerja di dua negara dan berbagai kota.

"Pas nungguin result-nya itu ya sempet deg-degan ya. Tapi pas tahu result-nya justru malah lega. Karena aku memang udah prepare banget selama pandemi ini. Dan tahu banget risikonya karena aku kerja di dua negara dan di kota berbeda-beda. Otomatis akan ketemu orang yang kemungkinan udah terinfeksi Covid-19," imbuh dia.

5 Kali Beraksi, Arifin Si Begal Payudara Dibekuk Polisi

Hellin sengaja mengabarkan kondisinya yang positif Covid-19 di media sosial untuk memberitahukan kepada warganet bahwa Covid-19 itu ada. Sebab dia melihat masih banyak orang yang mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Aku mau pesen ke kalian. Stay safe dan di rumah aja kalau bisa. Sementara jangan ngumpul-ngumpul sama temen-temen dulu atau keluar di keramaian. Kalau bisa makan di rumah aja. Makan di luar itu high risk banget. Aku aja yang udah pakai face shield, masker, gloves, aja masih aku kena Covid-19. Apalagi kalau kalian keluar kumpul-kumpul," tandasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita