Kisah Mahasiswa Indonesia Hindari Virus Corona di Wuhan dengan Makan Chiki
Petugas mengenakan baju pelindung di sebuah pasar seafood yang telah ditutup di Wuhan, Hubei, China, Jumat (10/1/2020). Pasar seafoof diduga terkait penyebaran virus corona (coronavirus). (Reuters-Stringer)

Solopos.com, JAKARTA -- Berbagai cara dilakukan warga negara Indonesia (WNI) untuk bertahan di tengah isolasi terhadap Kota Wuhan oleh pemerintah China. Demi terhindar dari virus Corona novel, mereka sangat berhati-hati selama di Wuhan.

WNI asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Mushela Karentia, adalah contohnya. Dia mencoba menghindari ancaman virus Corona di China dengan memilih makanan dalam kemasan tertutup.

"Keluarga pesan supaya makan makanan tertutup seperti Chiki [merek produk makanan ringan] dan sejenisnya yang penting bukan makanan yang terbuka," kata adik kandung Mushela, Cherry, 17, Sabtu (15/2/2020).

Cegah Longsor Hulu WGM Wonogiri, Jokowi Tanam Vertiver

Kisah itu disampaikannya saat sedang menjemput kepulangan sang kakak di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu sore. Mushela saat ini berstatus sebagai mahasiswi semester empat jurusan manajemen bisnis di Wuhan University.

"Kakak saya sekolah di Wuhan, sejak tujuh bulan lalu melalui beasiswa pemerintah," katanya.

Tips Berburu Tiket KA Lebaran 2020: Siapkan Internet Sampai Begadang

Sejak wabah Corona merebak di Wuhan, kata dia, keluarga yang kini tinggal di kawasan Serang, Cikarang Selatan, sempat khawatir. Komunikasi yang bisa dilakukan melalui sambungan telepon atau panggilan video.

"Di Wuhan sempat stok makanannya habis, tapi kakak saya bilang jangan khawatir, makanan di sini [Wuhan] terjaga dan aman," katanya.

Tips Berburu Tiket KA Lebaran 2020: Siapkan Internet Sampai Begadang

Makanan instan tersebut diperoleh WNI dengan cara membelinya menggunakan kocek pribadi dari sejumlah minimarket yang berdekatan dengan pusat karantina. Selain mengonsumsi makanan ringan dalam kemasan plastik tertutup, Mushela juga diminta oleh keluarga untuk terus berdoa selama di China.

Untuk konsumsi minuman pun dipilih secara selektif menggunakan air mineral kemasan. "Situasi ini terjadi hampir dua bulan," katanya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho