Sutomo saat melayani seorang pelanggan, menggilingkan kopi di kawasan parkir Pasaraya Sri Ratu, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Selasa (19/2/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Cuaca terik Kota Semarang, Selasa (19/2/2019) siang membuat Sutomo, 55, berhenti mengayuh sepeda tuanya. Kendati demikian, sambil menuntun sepedanya, warga Jalan Darat Nipah, Kampung Dadapsari, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), itu tetap melanjutkan aktivitas menjajakan kopi jenis robusta.

“Ini tadi dari Stadion Diponegoro. Terus lewat sini, rencana mau sekalian pulang,” ujar Sutomo saat dijumpai Semarangpos.com di kawasan Jl. Pemuda, Kota Semarang, Selasa siang.

Sutomo mengaku sudah lebih dari 44 tahun berjualan kopi robusta. Ia menjajakan dagangannya itu secara berkeliling dari kampung ke kampung.

Tak hanya menjual kopi robusta dalam bentuk biji, Sutomo juga melayani permintaan pelanggan untuk menggiling biji kopi tersebut menjadi bubuk kopi yang siap diseduh.

Bermodalkan mesin penggilingan tua yang terpasang di sepedanya, ia pun memenuhi permintaan pelanggan yang menginginkan kopi bubuk itu.

“Untuk kopi yang sudah digiling 1 ons saya hargai Rp10.000. Kalau yang masih bentuk biji, per kilogram-nya saya jual Rp50.000,” jelas pria yang akrab disapa Tomo.

Tomo mengatakan biasanya pelanggannya merupakan pecinta kopi yang tak terlalu suka dengan kopi yang dijual dalam bentuk kemasan saset, seperti di toko-toko.

“Katanya kalau kopi sasetan itu kurang mantap,” imbuh Tomo.

Mayoritas pelanggannya, lanjut Tomo, merupakan orang tua. Namun, belakangan ini kopi buatannya kerap diburu kalangan milenial atau generasi muda.

Popularitas kopi bubuk buatannya di kalangan anak muda itu tak terlepas dari booming-nya film Filosofi Kopi yang diperankan Chicco Jericho dan Rio Dewanto. Film yang menceritakan pengalaman dua barista, Ben dan Jody, itu membuat generasi muda mulai ingin merasakan sensasi minum kopi asli atau yang berasal dari penggilingan.

Tomo memang tidak tahu menahu tentang film Filosofi Kopi yang diangkat dari novel ciptaan Dewi ‘Dee’ Lestari. Ia bahkan belum pernah menonton film yang sudah dibuat sekuelnya dalam dua seri itu.

Kendati demikian, ia mengaku pernah bertatap muka secara langsung dengan Rio Dewanto, pemeran Jody dalam film Filosofi Kopi. Ia bertemu Rio saat diundang dalam sebuah acara yang mempertemukan para pelaku industri kopi dan barista di sebuah hotel MG Setos. Kota Semarang, 2017 lalu.

“Saat itu saya sempat mengobrol dengan artis itu. Saya bahkan dikasih topi ini,” ujar Tomo sambil menunjukkan topi bundar berwarna abu-abu yang dikenakan di kepalanya.

Tomo menambahkan banyaknya anak muda yang mulai menggemari kopi buatannya pun membuat omzetnya meningkat. Sehari ia bisa menjual 5-6 kilogram biji kopi robusta.

“Kalau pas lagi ramai sehari bisa dapat Rp300.000. Kalau sepi ya paling dapat Rp100.000 sampai Rp150.000,” ujar Tomo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten