Tutup Iklan
Kisah Kampung Larangan Dan Awal Mula Berdirinya Kabupaten Sukoharjo
Kondisi bangunan Stasiun Sukoharjo yang dahulu bagian dari kompleks Kawedanan Larangan, Sabtu (27/6/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebagian warga Sukoharjo mungkin ada yang bertanya-tanya tentang awal mula berdirinya kabupaten tersebut. Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, sejarah Sukoharjo tak bisa lepas dari keberadaan Kampung Larangan.

Kampung ini terletak di Kecamatan Sukoharjo tepatnya di seberang Pasar Ir Soekarno atau sebelah utara Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo. Kampung Larangan tak jauh berbeda dengan kampung permukiman penduduk lainnya di Kabupaten Jamu.

Deretan rumah penduduk berjajar rapi di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Dilihat historinya, Kampung Larangan menjadi saksi awal mula berdirinya Kabupaten Sukoharjo.

Tracing Pasien Positif Covid-19, Warga Kemusu dan Wonosegoro Boyolali Disasar Rapid Test

Dahulu, Kampung Larangan merupakan kompleks Kawedanan Larangan yang dibentuk Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kawedanan Larangan meliputi beberapa bangunan termasuk yang kini menjadi Kantor Satlantas Polres Sukoharjo dan Stasiun Sukoharjo.

Pembentukan Kawedanan Larangan berawal setelah Perang Jawa pada 1825-1830. Kala itu, pemerintah Kolonial Belanda menekan Keraton Solo agar menegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan.

Kawedanan Larangan yang kemudian menjadi awal mula berdirinya Sukoharjo dibentuk bersama kawedanan lainnya seperti Boyolali, Ampel, Kartasura, dan Sragen.

Tak Ada Anggaran Protokol Kesehatan, Wali Kota Solo: Pilkada 2020 Ditunda Saja!

"Batas kompleks Kawedanan Larangan mulai dari Kantor Satlantas Polres Sukoharjo hingga Stasiun Sukoharjo,” kata seorang seorang pegiat budaya Sukoharjo, Bimo Wijanarko, saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (27/6/2020).

Kala itu, Kampung Larangan dipimpin wedana yang bertugas menegakkan norma bagi masyarakat yang melanggar hukum di wilayah tersebut. Ada beberapa penjara di bagian belakang gedung kawedanan yang disiapkan untuk pelanggar hukum.

Bepergian Menggunakan Kereta Api

Biasanya, para pegawai kawedanan bepergian menggunakan kereta api. Mereka tinggal berjalan kaki menuju Stasiun Sukoharjo yang jaraknya tak lebih dari 300 meter dari gedung kawedanan yang kemudian menjadi cikal bakal atau awal mula berdirinya Sukoharjo.

Ada Pedagang Positif Covid-19, Pasar Glendoh Purwodadi Grobogan Tutup Sementara

“Gedung Kawedanan Larangan sekarang menjadi kampung yang dipenuhi permukiman penduduk, hanya menyisakan Stasiun Sukoharjo dan Kantor Satlantas Polres Sukoharjo. Keduanya masih kokoh berdiri dan digunakan masyarakat untuk bepergian hingga sekarang,” ujar dia.

Pria yang akrab disapa Kokor ini menyampaikan seiring berjalannya waktu, Kawedanan Larangan difungsikan sebagai pusat pemerintahan. Para pamong masyarakat menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat di gedung itu.

Hampir setiap hari ada masyarakat yang mendatangi gedung kawedanan untuk mengurus keperluan administrasi dan lain-lain. Menurut Kokor, dari situlah Kawedanan Larangan menjadi awal mula berdirinya Kabupaten Sukoharjo.

Pembongkaran Ratusan Tugu Perguruan Silat Bikin 2 Kubu PSHT Sragen Diprotes Anggota

“Tonggak perjalanan sejarah Kabupaten Sukoharjo berpusat di Kawedanan Larangan. Sejarah berdirinya Kabupaten Sukoharjo erat kaitannya dengan Kawedanan Larangan,” papar Kokor.

Sementara itu, seorang warga Kampung Larangan, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Bambang Hermanto, mengatakan lokasi Kawedanan Larangan cukup strategis lantaran terletak di jantung kota.

Sebagian besar kompleks kawedanan berubah menjadi rumah penduduk dan toko yang berjejer di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. “Stasiun Sukoharjo menjadi salah satu bangunan kuno peninggalan Kolonial Belanda. Konstruksi bangunannya sangat kokoh dan kuat,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho