Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

 Kades Gempol, Edy Suryanta. (Solopos.com/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Kades Gempol, Edy Suryanta. (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Klaten, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021). Edy Suryanta pernah mengalami kejadian tak terlupakan saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya, yakni sering diprimpeni arwah leluhurnya selama tiga hari tiga malam.

Pengalaman Edy Suryanta yang diprimpeni arwah leluhur itu bermula saat dirinya terpapar virus corona, pertengahan tahun 2021. Waktu itu, Edy Suryanta yang memiliki mobilitas tinggi tiba-tiba memiliki gejala batuk-batuk.

Selanjutnya, Edy Suryanta tak dapat mencium bau melalui hidungnya alias anosmia. Setelah dites swab dengan hasil positif Covid-19, Edy Suryanta segera menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya.

Baca Juga: Angka Kesembuhan di Klaten Lebih Tinggi dari Kasus Terkonfirmasi Covid-19, Tapi…

“Saya merasakan sakit luar biasa waktu itu. Mau bergerak saja susah. Di tengah situasi seperti itu saya selalu diprimpeni arwah leluhur. Saya pun sempat berpikir macam-macam. Tapi, akhirnya saya pasrah [kepada Tuhan Yang Maha Esa]. Saya juga ceritakan hal itu ke anggota keluarga yang mengira pikiran saya jadi kemana-mana karena sakit. Itu selama tiga hari tiga malam,” kata Edy Suryanta, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (17/9/2021).

Edy Suryanta mengatakan nafsu makan yang dimilikinya selama menjalani isoman berkurang drastis. Saat isoman, dirinya hanya makan buah-buahan dalam porsi sedikit. Hal itu mengakibatkan berat badannya turun hingga 15 kg.

“Makan nasi itu enggak mau. Kalau dipaksa makan nasi, bawaannya ingin muntah. Tensi saya juga selalu tinggi. Makanya berat badan turun drastis. Berat badan normal saya itu sekitar 70-an kg. Sejak awal, saya enggak tahu saya tertular dari siapa,” katanya.

Edy Suryanta mengaku bersyukur dapat melewati masa kritis saat terpapar virus corona. Begitu dinyatakan sembuh dari Covid-19, Edy Suryanta langsung kembali bekerja melayani masyarakatnya. “Saya benar-benar menjaga jarak dengan anggota keluarga saat menjalani isoman. Saya hanya berada di dalam kamar,” katanya.

Baca Juga: Aneh! Air Saluran Irigasi di Wonosari Klaten Mendadak Berwarna Merah

Disinggung tentang kondisi Covid-19 di Desa Gempol saat sekarang, Edy Suryanta mengatakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di desanya tinggal dua orang. Diharapkan, kedua warganya tersebut segera sembuh karena sudah menjalani isoman dalam beberapa hari terakhir.

“Puncak kasus Covid-19 di Gempol berlangsung, Juni-Julu 2021. Total warga yang terpapar mencapai 33 orang. Sedangkan, angka kematian karena Covid-19 di sini mencapai lima orang. Sebagian besar karena memiliki penyakit penyerta. Kami berharap, semoga Covid-19 segera hilang. Dalam setiap kesempatan, kami selalu tekankan pentingnya menaati protokol kesehatan (prokes).


Berita Terkait

Berita Terkini

Sabar Dulu, Pengumuman Hasil Ujian SKD CPNS Sukoharjo Tunggu Ini

Ujian SKD CPNS Sukoharjo sudah selesai dilaksanakan, namun terkait jadwal pengumuman masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.

Siap-siap! Ada Pemadaman Listrik di Boyolali Hari Ini (16/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Boyolali hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Ini daerah yang terdampak.

Aturan Baru! Jagong dan Berwisata di Sukoharjo Syaratnya Sudah Vaksin

Pemkab Sukoharjo mensyaratkan wajib sudah divaksin bagi warga yang hendak menggelar dan menghadiri hajatan serta masuk ke tempat wisata.

Pemadaman Listrik Solo Hari Ini (16/10/2021), Daerahmu Terdampak?

Berikut jadwal pemadaman listrik di Solo hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama tiga jam. Daerah mana saja yang terdampak?

Keraton Solo Ditegur Kemendikbud, Gibran: Dirjen Cipta Karya Sudah Cek

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah membahas rencana revitalisasi Keraton Solo dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Ratusan Suporter PSS Sleman Dicegat Masuk Solo, 150 Motor Ditahan

Aparat Polresta Solo berhasil mencegah sekitar 900 suporter PSS Sleman yang hendak masuk Kota Solo saat klub sepak bola tersebut bertanding di Stadion Manahan Solo, Jumat malam.

Ramai Banteng Vs Celeng di PDIP, Dencis: Jangan Sak Karepe Dewe!

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Denny Nurcahyanto alias Dencis mengomentari polemik banteng vs celeng yang belakangan memanas di internal parpol tersebut.

Minim, Bantuan Subsidi Bunga Pinjaman UMKM Sukoharjo Baru Terserap 15%

Serapan bantuan subsidi bunga pinjaman modal UMKM yang digulirkan Pemkab Sukoharjo untuk mendorong pemulihan ekonomi hingga Oktober ini baru mencapai 15%.

Rombongan Suporter asal Jogja Lintasi Colomadu, Sempat Bikin Macet

Rombongan konvoi suporter asal Jogja sempat bikin macet saat melintas di Colomadu, Karanganyar, dalam perjalanan pulang dari Solo.

Kisah Sukarelawan Klaten, Tak Panik Saat Tahu Terpapar Covid-19

Sukarelawan BPBD Klaten justru terang-terangan memberitahukan ke beberapa orang yang telah ditemuinya bahwa dirinya sedang terpapar virus corona, sejak beberapa hari terakhir.

BPR BKK Wonogiri Laba Capai Rp8,5 Miliar

Dari hasil usaha 2021 ini diproyeksikan dapat memberikan deviden bagi dua pemegang saham, yakni Pemprov Jateng dan Pemkab Wonogiri pada 2022 mendatang total senilai Rp4,639 miliar.

Walah, Polemik Banteng Vs Celeng PDIP Disebut Hanya Setingan

Polemik di internal PDIP hingga memunculkan narasi banteng vs celeng belakangan ini disebut hanya setingan untuk menaikkan popularitas Ganjar dan PDIP.

BPS Kaji Dampak Pandemi Terhadap Pelaku Usaha

Survei ini menjadi sarana mendapatkan informasi kondisi kegiatan usaha terkini.

Terdampak Tol Solo-Jogja, Lahan Kas Desa di Klaten Malah Bertambah

Jumlah total lahan pengganti yang bisa didapatkan panitia desa setempat mencapai 32 bidang atau sekitar 72.000 meter persegi.

Siap-Siap Pedagang Boleh Berjualan Lagi di Alun-Alun Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pelonggaran ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.