Kisah J, Pengawas SMP Solo Yang Positif Covid-19: Saya Terkejut Dan Sempat Down!
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SOLO -- Salah satu pengawas SMP di Solo berinisial J terkonfirmasi positif Covid-19. Dia merupakan kontak erat Kepala Dinas Pendidikan Solo Etty Retnowati yang sebelumnya juga terkonfirmasi positif corona.

J yang tanpa gejala saat ini menjalani isolasi mandiri diri di rumahnya. Dihubungi Solopos.com, Rabu (12/8/2020), J mengatakan dirinya saat ini dalam kondisi sehat.

“Alhamdulilah, saat ini saya sehat dan memang sejak awal saya juga sehat. Jadi meskipun saya terkonfirmasi positif [Covid-19] saya merasa tidak punya gejala,” ujar J yang tinggal di wilayah Kecamatan Banjarsari, Solo.

Satu Tersangka Pelaku Kerusuhan Mertodranan Pasar Kliwon Solo Nangis Saat Konferensi Pers

Pengawas SMP di Solo itu sudah menjalani isolasi mandiri sejak mendapat informasi dirinya positif Covid-19, Sabtu (8/8/2020). Sesuai saran Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dia harus mengisolasi diri dalam waktu sepuluh hari.

J menceritakan ia menjalani uji swab di RS Bung Karno Solo bersamaan dengan pengawas dan pejabat lain di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Solo pada 5 dan 6 Agustus. Uji swab itu untuk kontak erat Kepala Disdik Solo Etty Retnowati yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat mendapat kabar dia positif Covid-19, J mengaku sangat terkejut dan sempat down. Namun J menyadari ia harus segera menguatkan diri dan harus optimistis menghadapi Covid-19.

Sudah 5 Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Otak Di Balik Kerusuhan Mertodranan Solo

Saat ini pengawas SMP di Kota Solo yang positif Covid-19 itu tinggal sendirian di salah satu bagian rumahnya tanpa melakukan kontak fisik dengan anggota keluarganya.

Membawahi 7 Sekolah

“Kebetulan rumah saya ada dua, berdampingan. Nah, salah satunya ini sekarang saya tinggali sendirian karena memang tidak boleh bergabung dengan yang lain. Saya disuplai makan istri tiga kali sehari, wadahnya dicantolkan di pagar lalu saya ambil. Peralatan makan dan baju saya cuci sendiri tidak digabung yang lain,” ujar pengawas SMP yang membawahi tujuh sekolah ini.

Pelajar Sukoharjo Kesulitan Belajar Online? Tenang, Ada Wifi Gratis di Semua Koramil

Untuk mengisi waktu, J mengatakan banyak menyibukkan diri dengan bersih-bersih, merawat tanaman, dan merawat burung peliharaan. Selain itu, dia juga mengaku lebih banyak waktu untuk berolahraga pagi dan sore.

“Ibadah juga terasa lebih nyaman dan lebih sering. Misal saat berjemur bisa sambil baca Alquran. Dukungan keluarga dan kolega juga sangat penting untuk membangun optimisme. Pokoknya digawe bombong [ceria] saja. Inshaallah asal kita optimistis kita akan bisa melewatinya,” imbuh J.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom