Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo, para fasilitator, dan peserta Konferensi PMR Jateng 2014 berfoto bersama setelah pembukaan acara di Pusdiklat PMI, Semarang, Kamis (14/8/2014). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo, para fasilitator, dan peserta Konferensi PMR Jateng 2014 berfoto bersama setelah pembukaan acara di Pusdiklat PMI, Semarang, Kamis (14/8/2014). (JIBI/Solopos/Istimewa)
Ketua PMI Jateng Sasongko Tedjo, para fasilitator, dan peserta Konferensi PMR Jateng 2014 berfoto bersama setelah pembukaan acara di Pusdiklat PMI, Semarang, Kamis (14/8/2014). (JIBI/Solopos/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — PMI Jawa Tengah, Ksmis-Minggu (14-17/8/2014), menyelenggarakan Konferensi Palang Merah Remaja 2014 di Pusdiklat PMI Jateng Semarang.. Kegiatan itu diikuti 35 orang delegasi PMR dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah.

M. Nashir Jamaludin selaku juru bicara PMI Jawa Tengah dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Kamis (14/8/2014), mentungkapkan tema konferensi kali ini adalah PMR sebagai agen perubahan, antikekerasan dan saling melindungi. “Program PMR yang berkelanjutan bertujuan melibatkan para remaja dalam setiap kegiatan PMI sebagai mitra kerja di bidang manajemen, pelaksana, maupun penerus program,” ujar Sasongko Tedjo, Ketua PMI Jawa Tengah, saat membuka konferensi, Kamis siang.

Sasongko menambahkan pengalamannya saat mengikuti kegiatan semacam itu sekaligus mengingatkan bahwa sebagai siswa, prestasi di sekolah harus tetap jadi prioritas, namun juga bisa berprestasi dalam organisasi. “Selain senang bisa meninggalkan sekolah beberapa hari, bisa mendapatkan pengalaman lebih yang menunjang keberhasilan kelak di masa depan,” tutur Sasongko yang disambut senyum oleh para sukarelawan muda yang masih duduk dibangku SMA/SMK/MA itu.

Pembinaan generasi muda menjadi salah satu program kerja PMI Jateng yang secara berkala dan berkelanjutan terus merencanakan pengembangan PMR, dan juga menampung motivasi, idealisme, pengalaman, serta ketrampilan remaja guna mendukung kemajuan PMI.

Wuri Widiyanti, Kepala Divisi Sukarelawan PMI Jateng menjelaskan bahwa tujuan umum konferensi ini adalah pemberdayaan peran anggota PMR dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan PMR yang berkelanjutan dan berkarakter. “Secara khusus, tujuan konferensi ini menumbuh kembangkan karakter positif berjiwakan kepalang-merahan pada anggota PMR dan remaja,” jelas Wuri.

Melalui kegiatan ini diharapkan remaja khususnya anggota PMR mampu menyampaikan hal-hal positif kepada teman sebayanya baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Misalnya anti diskriminasi dan anti kekerasan serta perlindungan terhadap anak.

Konferensi yang akan berlangsung hingga Minggu (17/8/2014) itu akan diisi berbagai kegiatan seperti travelling kepalangmerahan, kehumasan, dan pemilihan koordinator daerah. “Diakhir kegiatan diharapkan menjalin jejaring anggota PMR Jawa Tengah yang terorganisasi, dan terbentuknya Forum PMR Jawa Tengah periode 2014,” harapnya.

Aulia Zulaikha, delegasi PMR Kota Magelang mengungkapkan bahwa dengan ikut konfrensi tersebut, dirinya berharap dapat menambah wawasan dan berbagi pengalaman dengan anggota PMR dari kabupaten-kota lainnya. “Saya senang bisa menjadi delegasi Kota Magelang. Saya berharap bisa bertambah wawasan dan pengetahuan agar bisa berbagi pengalaman untuk mengembangkan kegiatan PMR di sekolah dan di kotanya,” ujarnya penuh bangga.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten