Melissa Siska Juminto Chief Operating Officer Tokopedia (Istimewa-Tokopedia)

Solopos.com, SOLO – Kisah menarik tentang wanita yang sukses meriah mimpi selalu membuat kagum. Apalagi menyambut Hari Kartini yang jatuh pada Minggu (21/4/2019). Sosok R.A Kartini tidak pernah terlupakan. Dia adalah pahlawan Jawa sekaligus tokoh penggerak emansipasi wanita elalui buku bertajuk Habis Gelap Terbitlah Terang. R.A. Kartini berjuang agar perempuan di Indonesia mendapatkan hak atas pendidikan setinggi-tingginya.

Kini, era perkembangan teknologi telah membuka pintu menuju berbagai macam potensi dan kesempatan untuk mencapai lebih banyak hal. Sehingga cerita inspirasi dari perempuan yang telah mewujudkan impian mereka pun semakin banyak, terutama di Tokopedia. Baik dari perempuan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal baru, hingga yang berani menghadapi kegagalan untuk menjadi sukses.

Dalam rangka merayakan Hari Kartini yang akan datang, Tokopedia berbagi empat makna emansipasi perempuan berdasarkan empat cerita inspiratif dari perempuan yang berjuang untuk menemukan semangat, motivasi, usaha dan kerja keras:

Icha, berani keluar dari zona nyaman

Clarissa Jane Amadea, atau yang akrab disapa Icha, mengawali kariernya di Tokopedia saat karyawannya masih berjumlah sekitar 800 Nakama (sebutan untuk karyawan Tokopedia) pada 2016. Berasal dari jurusan akuntansi, kini Icha menjadi Culture & Engagement Specialist di Tokopedia.

“Pekerjaan saya saat ini memang melenceng jauh dari jurusan ketika kuliah. Tapi justru saya belajar banyak dari semua bidang yang pernah saya jalani. Saya suka membantu Nakama dalam pengembangan diri dan organisasinya, maka dari itu saya merasa akhirnya berada di tempat yang sesuai dengan keinginan saya,” jelas Icha dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (19/4/2019).

Sebelumnya Icha sempat bekerja di perusahaan jasa akuntansi selama tiga tahun, lalu memilih Tokopedia sebagai destinasi karier selanjutnya. “Saat itu saya selalu berkutat dengan angka. Walaupun saya menikmatinya, namun di satu sisi saya merasa ingin memiliki pekerjaan yang mampu memberikan dampak untuk banyak orang. Maka dari itu saya memilih Tokopedia,” ujar Icha.

Berawal dari posisi Escrow Internal di Tokopedia, Icha kemudian ditransfer ke bagian Corporate Finance & Investor Relation. Setelah terlibat dalam banyak hal yang berkaitan dengan pengembangan diri Nakama, Icha kemudian kembali ditransfer ke Culture & Engagement Tokopedia. Di divisi tersebut, Icha banyak berperan dalam pelatihan terhadap Nakama yang baru bergabung dengan Tokopedia, hingga menangani semua acara internal Nakama yang bertujuan untuk pengembangan diri dan organisasi Nakama.

“Di Tokopedia, kita diberi kebebasan untuk belajar, berkarya dan membuat perubahan ke arah yang positif. Jika ternyata kita lebih mampu membuat perubahan di suatu divisi tertentu, maka kita bisa masuk ke sana dan membuat perubahan untuk lebih baik,” terang Icha.

Dalam rangka menyambut hari Kartini, Icha bersama dengan tim dari Culture & Engagement mengadakan SHE @Tokopedia dengan mengundang banyak tokoh inspiratif wanita di Indonesia. Acara yang sudah ditunggu-tunggu ini turut menjadi pencapaian Icha sebagai bagian dari Culture & Engagement Tokopedia.

Perjalanan panjang Icha menemukan tempatnya di Tokopedia menjadi inspirasi bagi semua wanita muda yang masih mencari tujuannya dalam bekerja. Kisah Icha berpindah ke banyak divisi menjadi pelajaran bahwa seseorang tidak harus terpaku pada latar belakangnya saat ini, melainkan dapat menjadi apapun yang dimau jika mempunyai passion yang kuat.

Siska sang pemimpi

Sebagai Senior Communication dan Service Culture di Tokopedia, Siska Indah Pratiwi telah melakukan banyak hal, mulai dari merancang matriks komunikasi hingga membuat guideline komunikasi untuk divisi Operations. Dibalik kerja keras dan ketekunan yang dimilikinya, Siska telah melewati banyak cerita hingga menjadi dirinya saat ini.

Sejak kecil, Siska telah ditempa dengan banyak pengalaman yang menjadikannya wanita kuat seperti saat ini, salah satunya adalah perceraian orang tua. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk meredupkan prestasi yang ia miliki. Sebaliknya, pengalaman itu justru menguatkannya serta memberi perspektif baru.

Siska sadar bahwa perempuan dan laki-laki harus mandiri dan tidak bergantung secara penuh kepada orang lain. Hal ini ia pelajari dari Ibunya sendiri, sosok yang kuat dan mandiri dalam membesarkannya. “Menurut saya, seorang anak harus terus memperjuangkan mimpinya dan tidak menjadikan masalah keluarga sebagai sebuah alasan untuk menyerah atau melakukan sebaliknya,” kata Siska.

Siska berhasil menjadi lulusan terbaik pada gelar Master yang ia jalani, mewujudkan mimpi Ibunya untuk duduk di bangku VIP, melihat anaknya menerima pendidikan yang baik. Pada usia 25 tahun, Siska telah meninggalkan jejak dalam kehidupan banyak orang, dan dia terus membuat jejak positif dalam segala hal yang dia lakukan.

Selama 7 bulan di Tokopedia, Siska telah memberikan dampak besar dalam membantu Tokopedia untuk mencapai visinya, “kami ingin Tokopedia tidak hanya dikenal untuk perusahaan Teknologi terbaik di Indonesia, tetapi juga dikenal memiliki pengalaman layanan pelanggan terbaik."

Melalui perjuangan Siska dalam menyelaraskan budaya perusahaan dan SOP, Tokopedia telah menerima 14 nominasi sebagai World Best Customer Experience Award dan Contact Center World Award. Kini tujuannya adalah untuk mempersembahkan penghargaan untuk Tokopedia tahun depan.

Melalui perjalanan kariernya, Siska mengutarakan, “sama sekali tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita jauh lebih kuat dalam banyak hal daripada pria. Secara emosional, mental, dan seringkali fisik.”

Rininta, si tangguh

Sebagai Senior Digital Business Development di Tokopedia, Rininta Syahrir telah menyumbangkan kontribusi besar dalam membentuk platform untuk menggalang donasi korban bencana tsunami dan gempa bumi di Palu dan Selat Sunda. Rininta dikenal sebagai pekerja keras yang mengutamakan kesempurnaan. Namun di balik semua itu, sebelum menduduki posisinya sekarang, Rininta melewati proses penuh dengan pertumbuhan, perkembangan, dan tantangan.

"Menjadi seorang pemimpin bukanlah menjadi orang dominan dan mengambil alih pekerjaan orang lain. Namun, pemimpin yang baik mampu mendelegasikan tanggung jawab dan mendorong seluruh anggota tim untuk bekerja sama menuju tujuan yang sama. Lalu, seorang pemimpin bukanlah yang sekadar memberi jawaban terhadap suatu masalah, tetapi membantu orang lain untuk memahami keadaan serta membimbing mereka agar solusinya ditemukan,” ujar Rininta.

Di Tokopedia, salah satu kontribusi paling berkesan yang diberikan oleh Rininta adalah -online/tsunami-anyer/">Donasi Selat Sunda. Dalam waktu kurang dari 48 jam, Rininta beserta timnya membangun layanan penggalangan dana untuk korban tsunami Selat Sunda dengan puluhan saluran pembayaran yang dapat mempercepat dan menyederhanakan proses donasi oleh pengguna. Berkat kegiatan ini, Tokopedia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp1.338.700.000.

“Melalui momen tersebut, saya belajar bahwa tidak ada yang mustahil untuk dicapai ketika kita berusaha dengan bersungguh-sungguh. Saya ingat sebelum Hari Natal kemarin, tsunami melanda daerah pesisir Selat Sunda. Kami menghadapi tugas yang paling menantang yaitu membangun layanan penggalangan donasi dalam waktu kurang dari 48 jam, namun kita berhasil melakukannya,” ujar Rininta.

Rininta menambahkan, sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin di berbagai kalangan profesional, terutama di bidang teknologi. Stereotip dari masyarakat bahwa teknologi didominasi oleh pria itu tidak benar. Perempuan juga bisa mengejar karier di bidang teknologi.

Melissa berani bangkit dari kegagalan

Teknologi dan e-commerce adalah dua hal yang menarik perhatian Melissa Siska Juminto, Chief Operating Officer Tokopedia. Enam tahun yang lalu, Melissa sama sekali tak menyangka dua hal itu akhirnya membawanya sampai pada hari ini, yaitu menjadi sosok penting di balik salah satu perusahaan teknologi di Indonesia seperti Tokopedia.

Perjalanan karier Melissa pada bidang teknologi dan e-commerce dimulai selepas mendapatkan gelar Sarjana Akuntansi dari University of Washington di Amerika Serikat. Setelah menghabiskan waktu lama di luar negeri, Melissa memutuskan kembali ke Indonesia setelah mengetahui bahwa ibunya terkena stroke.

Keputusan yang mendadak membuatnya tak memiliki rencana matang saat itu. Namun, pengalaman tinggal di Amerika Serikat cukup lama dan merasakan kemudahan berbelanja dengan memanfaatkan teknologi dan Internet. Melissa lantas terpikir untuk membuat startup e-commerce sendiri. Sayangnya, startup yang ia bangun pada tahun 2010 tersebut tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Saat itu infrastruktur Indonesia belum begitu baik. Pengiriman barang menghabiskan waktu hingga tujuh hari, bahkan di Jakarta sekali pun. Selain itu, platform online saat itu belum banyak diketahui oleh publik mengingat akses internet yang masih sangat terbatas,” kata Melissa.

Kegagalannya membangun startup justru membuat Melissa lebih semangat untuk mempelajari industri ini. Suatu hari ia bertemu dengan seorang teman yang bercerita bahwa dirinya baru saja berinvestasi pada sebuah startup e-commerce bernama Tokopedia. Percakapan itu kemudian mengantarkan Melissa untuk berkenalan dengan Tokopedia.

“Bahkan sebelum bergabung, saya bisa merasakan bahwa Tokopedia memiliki pondasi yang kuat. Kita tidak sekadar membangun bisnis, tetapi juga untuk membangun negeri menjadi lebih baik. Tokopedia memiliki tujuan yang kuat dan diterapkan setiap harinya, termasuk dalam menentukan keputusan. Setiap harinya kita selalu berpegang pada misi itu,” jelas Melissa.

Bekerja di startup berarti harus siap dengan tantangan dan hal-hal baru. Hal itu sangat disadari oleh Melissa ketika awal bergabung dengan Tokopedia. Walaupun memiliki latar belakang akuntansi, Melissa adalah orang yang berhasil membangun tim marketing Tokopedia dari nol. Setelah memiliki tim Marketing dan Business Development, Melissa mulai merekrut para fresh graduate yang memiliki semangat dan kreativitas tinggi dan berperan layaknya Ibu yang membantu mereka untuk bisa berkembang dan belajar.

Bagi Melissa, harmoni dalam kehidupan pekerjaan dan keluarga adalah sebuah hal yang wajib dimiliki. Salah satu caranya adalah dengan tidak mengkotak-kotakkan peran dan lingkungan. Ia berusaha memperkenalkan pekerjaannya kepada keluarga, sehingga baik kehidupan pekerjaan maupun keluarga menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Menjadi perempuan tidaklah mudah, kita harus terus melawan status quo. Apapun yang orang katakan, kita harus pantang menyerah untuk memberikan yang terbaik agar apa yang kita cita-citakan tercapai," kata Melissa.

Hari Kartini merupakan momen pantas untuk memperingati emansipasi dan perjuangan seluruh perempuan Indonesia. Sebagai komitmen Tokopedia menciptakan peluang bagi seluruh masyarakat untuk mencapai lebih. Tokopedia ikut merayakan Hari Kartini melalui diskon spesial hingga 50% untuk pembelian koleksi baju anak yang berlaku sampai 28 April 2019.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten