KISAH INSPIRATIF : Ini Postingan Asli Himan Utomo atas Aksi Pak Dul

KISAH INSPIRATIF : Ini Postingan Asli Himan Utomo atas Aksi Pak Dul

SOLOPOS.COM - Himan Utomo dan Abdul Sukur alias Pak Dul (Facebook.com-Himan Utomo)

Kisah inspiratif Pak Dul mendapat perhatian warga Surabaya dan sekitarnya gara-gara field report pemilih akun Facebook Himan Utomo.

Solopos.com, SURABAYA — Kisah heroik Abdul Sukur, lelaki penarik becak warga Jl. Tambak Segaran Barat Gang I/27, Surabaya menyita perhatian warga dunia maya, Internet. Aksi tanpa pamrihnya menambal jalan berlubang di Surabaya dianggap menginspirasi warga kota yang 31 Mei mendatang merayakan hari jadi ke-722.

Seperti diberitakan Madiunpos.com, lelaki sepuh yang biasa disapa Pak Dul itu menjadi perhatian warga dunia maya setelah aksi heroiknya tepergok dan ditulis oleh pemilik akun Facebook Himan Utomo. Himan mem-posting field report-nya sebagai status di Facebook, Senin (11/5/2015), 18.45 WIB. Hingga Rabu (13/5/2015), postingan itu telah di-share hampir 9.000 kali.

Nama dan kisah Pak Dul lebih moncer lagi karena ia menolak imbalan apapun dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya yang menyambanginya. Padahal duta pemerintah kota yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini itu datang menawarkan uang jasa dan lowongan pekerjaan.

Kisah inspiratif itu tak bakalan terungkap andaikata Himan Utomo tak mengungkap. Berikut ini salinan verbatim—sesuai kata demi kata yang tertuang—dari posting Facebook Himan Utomo tersebut.

Itc gembong surabaya

Saat itu pukul 23.05 seorang bapak tua tukang becak ini berhenti pas di depan itc,bapak tua ini turun dan menurunkan bongkah2an batu aspal dan menaruhnya dibeberapa jalan yg berlubang..setelah beberapa kali mondar-mandir dri becak ke jalan berlubang td saat dirasa pas bapak tua ini mengambil hammer(palu besar)untuk meratakan bongkahan batu aspal td setelah semua rata bapak ini duduk sebentar sembari mengipas2 kan topi hitam miliknya sembari berucap 'alhamdulillah'

Saya pun akhirnya mengampiri bapak tua ini dan duduk disamping beliau serta menawarkan rokok kepada beliau,saya bertanya 'bapak dari dinas kota kah kok meratakan jalan dan cuma memakai becak??bukankah dinas kota punya fasilitas???

Bapak tua ini menjawab " bukan mas,saya tukang becak biasa..,"
Saya heran dan bertanya lagi" lha bapak digaji berapa?dan ikut siapa?"
Bapak tua ini menjawab " saya gak kerja sama siapa2 dan tidak digaji siapa2..,"
Saya makin penasaran dan bertanya lagi" lha bapak nglakuin ini gak dibayar kok mau,bukan kah sudah jd tanggung jawab pemerintah kota,kan kita jg bayar pajak untuk pembangunan kota jg?"

Bapak tua ini tersenyum dan berkata" gak papa mas,ini sudah jadi hobby saya tiap malam..,setelah cari rejeki dengan menjadi tukang becak,malamnya saya selalu mencari bongkahan batu aspal,buat nutup jalan yg berlobang..,ya hitung2 abdi saya sebagai warga kota surabaya..,"

Allahu akbar...!!!! Masih ada orang seperti bapak ini di surabaya..,

Bapak tua ini jg berkata tentang lika-liku nya menutp jalan yg berlubang " saya sering di olok2 sama teman2 seprofesi tukang becak" wes pak de,gak onok sing mbayari kok yo dilakoni ae" gak kiro direken lha karo wong2 nduwuran pemerintah kota..opo maneh bu risma..istirahat ae sampeyan wes tuek"

Hahahaha,bapak tua ini tertawa kecil dan sering menjawab demi kemanusiaan saja,klo ada yg kejeglong trus kecelakaan gimana???iya klo musim panas trus klo banjir???kan gak kelihatan..,sudah gpp klo jalan nya gak berlubang semua yg lewat kan jg enak

Iki lho rek,,abdi ne wong asli suroboyo masio gak dibayar,gak direken uwong,tp sek dilakoni gawe keamanan dalan..

Yang masih penasaran sama hasilnya pak tua tukang becak ini bisa lihat di depan itc pas ada jalan berlubang yg sdh ditutup sekitar 3 lubang..trus rel semut arah ke pecindilan,sama gembong tebasan,sampai tambak adi.

Profil bapak tua ini:
Nama: Abdul sukur
Alamat: jln tambak segaran barat gang 1 nmer 27
Biasa mangkal di depan ITC pas pintu masuk..
Biasa di panggil pak dul..
Mudah2an ada bapak/ibu pejabat yg baca postingan saya dan memberi beliau penghargaan atas kerja keras beliau selama ini.
Amin..amin ya robbal alamin
?#?cerita realita Surabaya

Himan

Berita Terkait

Berita Terkini

Selama Ramadan, 300 PGOT Ditangkap Satpol PP Solo, 2 Eksploitasi Anak

Satpol PP Kota Solo selama Ramadan dan Hari H Lebaran menangkap sebanyak 300 pengemis, gelandangan, dan orang terlantar atau PGOT di Kota Solo.

H+2 Lebaran, Arus Lalu Lintas ke Wisata Kemuning-Tawangmangu Macet Lur!  

Arus kendaraan menuju ke jalur wisata Ngargoyoso dan Tawangmangu pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021) mengalami kenaikan signifikan.

Bagi-Bagi Kupat Jembut di Tradisi Syawalan Khas Semarang

Dalam Bahasa Jawa, kata jembut mungkin memiliki kesan vulgar. Namun jembut di sini rupaya adalah jenis makanan.

Perahu Wisata di Waduk Kedung Ombo Kemusu Boyolali Tenggelam Diduga Kelebihan Muatan

Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo kawasan Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5/2021) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

Permasalahan Pembayaran THR Banyak Dialami UMKM, Pemerintah Harus Hadir

Pemerintah harus hadir secara langsung untuk menangani masalah pembayaran THR keagamaan bagi perusahaan-perusahaan di segmen UMKM yang tidak mampu melakukan pembayaran sesuai ketentuan.

Perahu Wisata di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Tenggelam, 9 Orang Hilang

Sembilan penumpang perahu wisata di Waduk Kedungombo, Kemusu, Boyolali, yang tenggelam, Sabtu (15/5/2021) hilang.

Grebeg Ketupat, Tradisi Perayaan Lebaran Khas Magelang

Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang unik di setiap daerah. Salah satunya Tradisi Grebeg Ketupat di Kabupaten Magelang.

Petugas Rutan Solo Temukan Handphone, Diduga Dilempar dari Luar Dinding Rutan

Petugas Rutan Kelas I A Solo kembali menggagalkan percobaan penyelundupan benda terlarang di dalam Rutan Solo

Ribuan Pengunjung Serbu Ndayu Park Sragen di H+2 Lebaran

Ribuan warga berlibur ke objek wisata Ndayu Park Sragen pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Terminal Sukoharjo Sepi, Hanya PO Lokal yang Beroperasi

Sepinya penumpang bus di Terminal Sukoharjo terjadi sejak pengetatan aturan perjalanan mulai 22 april-5 Mei.

Pasar Tunggu Kebangkitan Kerajinan Kuningan Juwana

Juwana merupakan Kecamatan yang menghubungkan Kota Pati dan Kota Rembang.  Di Kecamatan ini pula dikenal sebagai penghasil kerajinan kuningan, yang dikenal dengan Kuningan Juwana.

Isi Libur Lebaran dengan Wisata Keliling Solo Naik Bus Tingkat

Berwisata keliling Kota Solo naik bus tingkat bisa jadi pilihan isi libur Lebaran.