Tutup Iklan

KISAH INSPIRATIF : Basah-Basahan Bantu Korban Banjir Semarang, Anggota TNI Ramai Dipuji

KISAH INSPIRATIF : Basah-Basahan Bantu Korban Banjir Semarang, Anggota TNI Ramai Dipuji

SOLOPOS.COM - Suparno, anggota Bhabinsa Koramil Genuk membantu korban banjir di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (18/2/2018). (Facebook.com-Muhammad Agus Supriyanto)

Kisah inspiratif ditorehkan seorang anggota TNI yang rela basah-basahan demi membantu korban banjir di Kota Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Bencana banjir yang mendera Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) seakan-akan menjadi masalah pelik yang tak kunjung usai. Namun di balik bencana itu, ada kisah inspiratif yang ditorehkan seorang anggota TNI.

Kisah inspiratif itu mengemuka di media sosial dan menjadi sorotan warganet setelah dibagikan pengguna akun Facebook Muhammad Agus Supriyanto di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), Sabtu (17/2/2018). Ia mengunggah foto seorang anggota TNI sedang membantu korban banjir yang mendorong sepeda di tengah genangan air setinggi paha orang dewasa.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pengguna akun Facebook Muhammad Agus Supriyanto, foto yang ia unggah itu merupakan Bhabinsa Koramil Genuk bernama Suparno yang sedang membantu korban banjir di kawasan Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (17/2/2018).

Sontak aksi anggota TNI itu ramai dikomentari netizen yang memberikan pujian kepada Suparno. Banyak juga yang memberikan kalimat penyemangat kepada Suparno. "Semangat pak parno. Jangan pernah merasa capek. Ikhlas dan terus bantu orang yang harus dibantu," tulis pengguna akun Facebook Sastro Saputro.

"Bravo TNI. Semoga bapak Suparno selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberikan rezeki yang berlimpah. Amin," ungkap pengguna akun Facebook Agustina Yani.

"Joss banget, semoga Allah selalu memberikan kesehatan untuk bapak," tulis pengguna akun Facebook Sunarti.

Namun di balik kisah tragis itu, terdapat sejumlah ucapan duka cita netizen terhadap warga Genuk yang harus menjadi korban banjir. Sebagian dari mereka tak menyangka tinggi banjir di kawasan Genuk, Kota Semarang, Sabtu (18/2/2018), mencapai paha orang dewasa. "Turut prihatin banjir di Semarang semakin parah," ungkap pengguna akun Facebook Rafa Muhamad.

"Astagfirullahaladzim. Setinggi itu ya. Semoga cepat surut," timpal pengguna akun Facebook Widi Tuti.

Terlepas dari kisah inspiratif yang ditorehkan Suparno, netizen berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang serius dalam mengatasi banjir di Kota Semarang yang menurut mereka justru semakin parah. Netizen juga berharap warga Kota Semarang bisa lebih bersabar menghadapi bencana yang seakan-akan selalu datang setiap musim penghujan itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Zonasi, Akselerasi Pendidikan yang Berefek Samping Buruk

Siswa dan ortu tidak bisa memilih sekolah favorit lewat jalur zonasi, sekolah pun tidak bisa mengharapkan siswa dengan kriteria tertentu.

Jasad Cucu Kadus Mlese Klaten Ditemukan, Hanyut 3,5 Km di Sungai Trucuk

Jasad LAA, 2,  cucu Kadus Mlese, Cawas, Klaten, yang hanyut di Sungai Trucuk ditemukan berjarak 3,5 km dari rumahnya, Jumat (18/6/2021).

Diduga Tertular Istri, Ketua DPRD Bantul Positif Covid-19

Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo, menjalani isolasi mandiri bersama keluarga setelah dinyatakan positif Covid-19.

Swab Acak Sasar Pengguna Jalan di Kawasan Plaza Manahan Solo, Satu Orang Positif Covid-19

Jajaran Polresta Solo menggelar swab acak di Jl Adi Sucipto kawasan Plaza Manahan pada Jumat (18/6/2021) pagi WIB. Hasilnya, satu orang pengguna jalan terkonfirmasi positif dalam swab test.

Meninggal karena Covid-19, Ini Profil Wan Abud yang Terkenal dengan Ente Bahlul

Ini dia profil dan perjalanan karier dari komedian Wan Abud, pemain sinetron Putri Duyung yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Menko PMK Kunjungi Dukuh di Madiun yang Lockdown, Minta Masyarakat Waspadai Klaster Hajatan

Menko PMK lihat langsung dukuh di Kabupaten Madiun yang menjalani lockdown. Ia meminta warga untuk mewaspadai klaster hajatan.

Bawa Ribuan Butir Obat Terlarang, Pemuda asal Kedawung Sragen Diringkus Polisi

Pemuda asal Dukuh Selorejo RT 32, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, diringkus polisi karena menjadi pengedar obat terlarang.

Hanyut di Sungai Trucuk, Cucu Kadus Mlese Cawas Klaten Ditemukan Meninggal 

Cucu Kadus Mlese, Cawas, Klaten, yang hanyut di Sungai Trucuk akhirnya ditemukan, meninggal dunia, Jumat (18/6/2021) pukul 12.10 WIB.

Covid-19 Klaster Hajatan di Simo Boyolali: 30 Warga Positif, 2 Dusun Lockdown

Dua dusun di Desa Sumber, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, lockdown sejak beberapa hari terakhir, setelah munculnya kasus Covid-19 klaster hajatan.

Bukan Hanya Nasi Gandul, Ini Sederet Makanan Enak khas Pati

Selain nasi gandul, terdapat makanan enak khas Pati, Jawa Tengah lainnya patut kamu coba saat berkunjung ke kota di pantura ini. Penasaran?

RS Penuh Pasien Covid-19, Pemkot Salatiga Tambah 20 Bed Isolasi

Keterisian bed pasien Covid-19 di RS Kota Salatiga sudah mencapai 90%. Pemkot Salatiga akan menambah 20 bed isolasi pasien Covid-19 di RSUD Salatiga.

Banyumas Belum Perlu Tambah Bed Pasien Covid-19

Banyumas belum perlu tambah tempat tidur untuk pasien Covid-19, karena bed yang tersedia di 15 rumah sakit di wilayah ini masih mencukupi.