KISAH INPSIRATIF : Luar Biasa, Pria Lumpuh Ini Kerja Keras, Angkut 7 Kuintal Rongsokan Lewati Pegunungan
Rudi Hartono bersama kendaraanya keliling Trenggalek, Tulungagung untuk membeli rongsokan dijual kembali. (istimewa/FB Rudi Hartono)

Kisah inspiratif pria asal Madiun ini layak diacungi jempol. Meski kedua kakinya lumpuh, namun ia pantang menyerah untuk bekerja.

Solopos.com, MADIUN – Rudi Hartono, demikian nama lengkap lelaki ini. Warga RT 011/ RW 002 Desa Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini mengalami kelumpuhan sejak belasan tahun silam. Namun, semangatnya bekerja melampaui orang normal pada umumnya.

Seperti yang dilakukan pada Minggu (21/6/2015) ini. Selepas sahur, Rudi Hartono berangkat menuju Tulungagung, Trenggalek, Blitar dari rumahnya di Madiun. Dengan mengendarai sepeda motor roda tiga, Rudi berangkat membelah riuhnya kota ratusan kilometer seorang diri  tanpa teman atau saudara yang menemaninya.

Rudi menempuh perjalanan sepanjang itu demi memutar roda ekonomi keluarganya. Ia membeli rongsokan jok motor dari satu pengepul ke pengepul lain. Rongsokan itu lantas ia jual lagi ke pasar-pasar untuk industri kerajinan rumah tangga. Rudi pantang berpangku tangan, apalagi berharap belas kasihan orang lain meski ia mengalami kelumpuhan total.

“Kaki saya memang lumpuh, tapi saya masih punya tangan,mata, hati, dan semangat bekerja,” ujar Rudi menjawab pertanyaan Madiun Pos beberapa waktu lalu.

Rudi tiba di Tulungagung sore hari selepas mengangkut rongsokan jok motor. Tak tanggung-tanggung, motor roda tiga hasil modivikasinya itu memuat rongsokan seberat sekitar tujuh kuintal. Masih dengan motornya itu, Rudi nekat membelah jalanan berkelok dan naik turun di pegunungan Trenggalek, Tulungagung, Madiun.

Rudi kini tinggal hanya bersama ibunya yang telah renta. Di rumahnya, ia bekerja apa saja untuk bertahan hidup. Mulai membuka bengkel, tambal ban dan pasang ban, perbaiki jok, strum aki, ngecat motor, stel velg, servis elektronik, modifikasi motor, hingga bongkar-pasang mesin.

Rudi sebenarnya memiliki anak dan istri. Namun, keduanya telah pergi meninggalkannya tak lama setelah ia lumpuh dalam sebuah kecelakaan 1999 silam. Namun, Rudi tak menyesalinya, apalagi membenci istri yang telah meninggalkannya.

“Saya tetap sayang istri saya meski telah bersuami lagi. Hubungan kami tetap baik, bahkan kami sering telpon anak dan istri,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk update informasi Madiun Raya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom