Tutup Iklan

Kisah Indah Juanita, Hobi Wisata Antar Dia Jadi Dirut Badan Otorita Borobudur

Kisah inspiratif ditorehkan Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita yang memulai karier di bidang wisata karena hobi.

 Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Hobi jalan-jalan mengantarkan Indah Juanita, perempuan asal Bandung, Jawa Barat menapaki karier di bidang pariwisata Tanah Air. Hobinya di bidang wisata mengantarkan Indah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB).

Tugasnya tak mudah, ia harus mengawal "Bali" baru di Jawa Tengah (Jateng). Perjalanan kariernya di pariwisata dimulai saat ia bertugas sebagai arsitek di sebuah BUMN pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua, Bali, pada 1989.

Di sana, ia bertugas sebagai arsitek yang memeriksa desain hotel yang masuk ke kawasan itu. Ia harus mengevaluasi apakah desain sesuai dengan aturan yang ada dan laik untuk dibangun.

"Saya ikuti semua perjalanan itu termasuk memelihara operasional kawasan Nusa Dua. Di dalam perjalanan itulah karier saya dimulai mengelola kawasan pariwisata," kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com akhir Mei lalu.

Baca Juga: Tak Hanya Ronaldo, Pemain Italia Locatelli Juga Singkirkan Coca Cola

Dari Nusa Dua, Indah mendapatkan tugas mengelola kawasan Garuda Wisnu Kencana sebagai Direktur Umum.

Sebelum bertugas di Badan Otorita Borobudur, ia sempat dipindah ke proyek Mandalika, sebuah kawasan wisata seluas 1.175 hektare di mana di dalamnya terdapat lintasan sirkuit yang diproyeksikan menjadi arena balap MotoGP di Lombok.

"Pindah ke Mandalika betul-betul mengerjakan proyek dari nol. Dulu masih kapur putih. Beresin lahan. Komunikasi ke masyarakat. Saya emak-emak sendiri, lainnya cowok semua," kenang perempuan penggemar lotek dan kupat tahu ini.

Karier di BOB

Kemudian, pada 2018, ia ditugaskan menjadi care taker pendirian Badan Otorita Borobudur (BOB). Indah harus menyiapkan lahan, membangun organisasi, sumber daya manusia, dan semua kelengkapan lainnya.

Baca Juga: Waduh! Anji Membeli Ganja Secara Online dari AS

Menurut Indah, BOB memiliki sedikit perbedaan ketimbang sejumlah destinasi yang ia kelola sebelumnya. BOB membangun satu kawasan utuh dan mempunyai tugas koordinatif di tiga destinasi pariwisata nasional (DPN), meliputi Jogja-Borobudur, Semarang-Karimunjawa, Solo-Sangiran.

Di BOB, Indah dituntut bisa menciptakan "Bali" baru di Jateng dengan destinasi unggulannya ada di Candi Borobudur. Keberadaan candi ini perlu diberdayakan agar bisa memberikan dampak luar biasa kepada lingkungan di sekelilingnya dan wilayah Joglosemar secara umum.

Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang harus dijaga. Maka, lingkungannya juga harus terjaga dengan baik dengan konsep yang mendukung pelestariannya.

Sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, wilayah Candi Borobudur mendapat support khusus dari pemerintah yaitu dengan dibangunnya dua infrastruktur besar berupa jalan tol dan Bandara Yogyakarta International Airport.

Baca Juga: LSI Denny JA: Paksakan Puan Jadi Capres 2024, PDIP Bisa Kalah

Di mana pemerintah memproyeksikan kedua fasilitas itu bisa mendatangkan masing-masing 20 juta orang per tahun. Namun, dalam situasi pandemi, kalkulasi ini berubah menjadi masing-masing 10 juta pengunjung per tahun.

"Mau ngapain? Ke mana dia? Ini tugas kita semua agar bisa ngangkat semua agar orang-orang itu datang punya length of stay panjang dan belanja yang besar. Kan quality tourism. Jadi multiplier efek yang terjadi luar biasa kepada masyarakat," terang Indah.

Kehidupan Pribadi

Secara pribadi, Dirut Badan Otorita Borobudur itu juga dikenal sebagai perempuan yang mandiri dan gemar mengunjungi tempat wisata sejak kecil.

Saat masuk duduk di bangku kelas VI SD, ia pergi ke Jakarta menggunakan kereta api sendirian. Dari perjalanan ke perjalanan itulah ia memiliki mahir menata koper dengan efisien.

Baca Juga: Saminisme, Kepercayaan Asli Warga Pesisir Utara Pulau Jawa

Ada satu petuah ayahnya yang tak pernah ia lupakan. Jadilah perempuan mandiri.

"Dengan mandiri kamu bisa membantu orang lain. Paling tidak jangan menyusahkan orang lain," begitu pesan ayahnya kepada Indah.

Kemandirian juga meningkatkan rasa percaya diri. Untuk mengasahnya, ia getol berolahraga baik tim maupun individual. Kini, di sela-sela kesibukannya ia menyempatkan untuk bersepeda dan jalan pagi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Menikmati Keindahan Alam di Sibajag Green Canyon, Berasa di Jepang Hlo!

Tempat ini unik karena terdapat jembatan bambu super panjang yang dihiasi pohon sakura khas Jepang. jembatan ini menjadi spot utama para wisatawan untuk berswafoto.

Girpasang, Pesona Kampung Terisolir di Lereng Merapi

Kampung terisolasi di lereng Gunung Merapi, Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, menjadi magnet orang-orang karena panorama alam dipadu kearifan lokal.

Glamour Camping di Lawu Park Tawangmangu, Cara Kemah Semewah Hotel

The Lawu Park memiliki fasilitas glamour camping untuk para wisatawan yang ingin berkemah di alam namun tetap mewah dan tak perlu repot.

Mengintip Koleksi Jarik Waldjinah di Museum Batik Walang Kekek Solo

Koleksi kain jarik milik maestro keroncong Waldjinah yang indah dapat dilihat di Museum Batik Walang Kekek di Solo.

Eksotis & Elegan, Museum Tumurun di Solo Suguhkan Masterpiece Seniman Top Indonesia

Keberadaan Museum Tumurun menjadi penanda bangkitnya seni rupa di Kota Solo, Jawa Tengah,

Menengok Industri Batik di Kampung Batik Semarang, Lokasinya di Dekat Kota Lama

Kota Semarang memiliki kampung batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, dengan pengrajin batik yang mulai tumbuh.

Penampakan Kafe Jamu Nguter Sukoharjo, Tempat Nongkrong Cozy Dengan Minuman Menyehatkan

Kafe Jamu Nguter di dekat Pasar Nguter Sukoharjo menawarkan minuman tradisional yang menyehatkan dengan tempat yang cozy dan modern.

Sajikan Rasa Dan Nama Kekinian, Kafe Jamu Nguter Sukoharjo Digandrungi Milenial

Kafe Jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, menyediakan aneka minuman jamu dengan rasa dan nama unik serta kekinian guna menarik kaum milenial.

Perjalanan Industri Jamu Nguter Sukoharjo, Dari Jamu Gendong Hingga Kafe

Industri jamu Nguter, Sukoharjo, telah melewati perjalanan panjang mulai dari produksi dengan pemasaran menggunakan jamu gendong hingga kafe.

Uniknya Kerajinan Limbah Organik, Suvenir Khas Desa Wisata Kandri

Ada berbagai kegiatan ekonomi kreatif warga di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang seperti pembuatan kuliner hingga beragam kerajinan.

Di Kali Pusur Klaten, River Tubing Bisa Bayar Pakai Sampah

River tubing atau susur sungai di Kali Pusur, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten bisa dilakukan hanya dengan membayar menggunakan sampah.

Dari Polanharjo hingga Tulung, Ini Deretan Wisata Air Alami di Klaten

Kecamatan Polanharjo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bisa disebut sebagai gudangnya wisata air yang memanfaatkan sumber mata air alami.

Menjelajah Jejak Peradaban Hindu-Budha di Dataran Tinggi Boyolali

Menjelajah jejak peradaban Hindu-Budha di dataran tinggi Boyolali.

Menarik, Belanja Bisa Lanjut Wisata Tubbing dan Petik Buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Belanja bisa melanjutkan wisata tubbing dan petik buah di Pasar Ciplukan Karanganyar

Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Harapannya pemerintah memberikan perhatian dan minat khusus sehingga Desa Wisata Batik Girilayu bisa meningkatkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Kisah Perjalanan Batik Girilayu Hingga Jadi Produk Khas Karanganyar

Kampung Batik Girilayu berbenah perlahan setelah tumbuh pengusaha baru batik, dimulai dari pembentukan kelompok.