Kisah Dokter Pasien Corona di Jakarta: Terpisah dari Bayinya di Klaten
Ilustrasi petugas medis menangani pasien corona. (Antara/M Agung Rajasa)

Solopos.com, SOLO — Kisah mengharukan datang dari salah satu dokter yang menangani pasien corona di RSUP Persahabatan Jakarta. Dokter spesialis paru bernama Astari ini harus rela berjauhan dengan sang buah hati karena Covid-19.

Astari merupakan seorang dokter paru yang berjaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Persahabatan. Setiap hari, dia menggunakan alat pelindung diri (APD) karena berkontak dengan pasien positif corona. Hal ini yang membuat dirinya untuk memutuskan memindahkan sang buah hatinya ke Klaten, Jawa Tengah (Jateng) bersama neneknya.

Jalan Utama Solo Baru Sukoharjo Ditutup Pada Malam Hari, Ini Jalur Pengalihannya

Dia khawatir jika dirinya adalah seorang pembawa virus corona dan bisa menularkan kepada buah hatinya yang baru berumur satu tahun itu. Alhasil, mau tidak mau ia memilih berpisah sejenak dengan sang anak.

“Kami frontliner, kami jaga di IGD. Kita semua tahu pasien datang ke RS lewat IGD. Semua prosedur harus kami lakukan seusai SOP-nya. Memang judulnya APD tapi fungsinya bukan hanya untuk diri saya sendiri tapi juga pasien. Kami tidak ingin tertular dan kami tidak ingin menulari. Saya pribadi yang paling terasa adalah saya dan anak saya, laki-laki umur satu tahun. Faktanya, saya enggak bisa sama-sama dia di sini. Saya kembalikan ke Klaten, Jawa. Saya titip ke neneknya. Ini semua karena corona,” ceritanya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (31/3/2020).

Kebijakan PDAM Solo Terkait Pandemi Corona: Bebas Denda Untuk Pembayaran April

Kerisauan kembali datang ketika dia ingin menjenguk sang anak di Klaten. Dia mengaku benar-benar takut bisa menjadi pembawa virus corona sehingga bisa menulari orang tua atau anaknya yang ada di Klaten. Maka dari itu, ia memutuskan untuk tetap berada di Jakarta.

Dijauhi Teman

Tak hanya kisah dari dokter pasien corona itu, ada juga cerita seorang perawat yang dikucilkan di tengah masyarakat. Perawat yang sehari-hari sama bekerja di RSUP Persahabatan pernah dikucilkan di berbagai tempat.

Rifaldi, sapaan akrab perawat itu mengaku pernah dikucilkan, termasuk ketika teman-temannya menjauhi dirinya semenjak corona mewabah.

Langgar Aturan Karantina Rumah, Pemain Liga Inggris Malah Kecelakaan

“Ada kejadian-kejadian yang menurut aku sangat miris. Harusnya masyarakat beri support malah di judge. Seperti aku mau kumpul teman-teman bermain baik nongkrong. Malah sekarang menjauhi karena mereka tahu saya bekerja kontak fisik dengan pasien Covid-19,” ungkapnya.

Tetapi, saat ini masyarakat sudah peduli dengan tim medis yang merawat pasien corona dengan bantuan media sosial dan media masssa. Alhasil, perundungan tersebut lama-lama mulai berkurang. “Tapi, waktu dari waktu semua masyarakat sudah terima. Jadi alhamdullilah sampai sekarang pun baik-baik saja,” tukasnya.

Jokowi Gratiskan Listrik dan Diskon 50%, Ini Hitungannya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho