Kisah di Balik Plintheng Semar Wonogiri

Plintheng Semar Wonogiri berlokasi di Jl. Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Taman Selopadi, Wonogiri.

 Taman Plintheng Semar Wonogiri. (Instagram)

SOLOPOS.COM - Taman Plintheng Semar Wonogiri. (Instagram)

Solopos.com, WONOGIRI — Plintheng Semar Wonogiri berlokasi di Jl. Ahmad Yani, tepatnya di kawasan Taman Selopadi, Wonogiri. Lokasinya yang tak jauh dari perempatan Ponten tersebut menjadikan Plintheng Semar termasuk bagian dari wajah kota di Wonogiri.

Plintheng Semar merupakan sebuah batu raksasa. Diameter batu raksasa yang berada di dekat pohon asam itu lumayan besar. Saking besarnya, tak cukup jika dirangkul tiga orang dewasa.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Dari segi bahasa Jawa, plintheng berarti ketapel atau alat pelontar batu atau sejenisnya. Sedangkan Semar adalah salah satu tokoh pewayangan. Semar memiliki tiga anak, yakni Bagong, Petruk, dan Gareng. Para tokoh itu lazim disebut Punakawan.

Solopos.com pernah mengupas Plintheng Semar Wonogiri, Jumat (4/11/2016). Waktu itu, Solopos.com, mewancarai Kasi Seni Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Eko Sunarsono.

Dari keterangan Eko Sunarsono terdapat beberapa versi asal mula Plintheng Semar. Pertama, jauh sebelum Wali Songo ada di tanah Jawa, konon ada seorang pemuka agama Islam dari Persia yang menyebarkan ajaran Islam bernama Syeh Subakir. Namun, Ki Bodronoyo yang tak lain adalah Semar tak rela Syeh Subakir mengislamkan Jawa.

Baca Juga: Inilah Keistimewaan Wonogiri, Ternyata Daerah Super Kaya di Soloraya

Menurut Ki Bodronoyo masyarakat Jawa sudah tenteram dengan segala kebudayaannya. Hingga akhirnya, Syeh Subakir dan Ki Bodronoyo bertarung sengit. Kekuatan mereka imbang.

Ki Bodronoyo pun harus mengeluarkan senjata plintheng tapi tak membuat musuhnya terluka. Peluru plintheng yang dilontarkan jatuh di lokasi sekarang ini, yakni kawasan Taman Selopadi, Wonogiri

“Suatu ketika, Ki Bodronoyo tak melarang Syeh Subakir mengislamkan Jawa tapi tak boleh memaksa,” urai Eko kepada .

Versi kedua, diceritakan Semar yang merupakan dewa bersama tiga anaknya menjaga Pandawa saat bermeditasi di Grojogan Sewu, Tawangmangu (Kabupaten Karanganyar). Lalu muncul raksasa yang ingin memakan Pandawa.

Baca Juga: Mak Nyes! Ini Deretan Wisata Air Terjun di Wonogiri

Semar yang mengetahui hal itu berusaha melindungi Pandawa. Keduanya akhirnya berperang. Raksasa ternyata sangat sakti.

Semar menggunakan senjata kentutnya, tapi tak mempan. Akhirnya semar membuat plintheng sakti. Dengan plintheng itu raksasa kalang kabut.

Sampai akhirnya, peluru plintheng yang berukuran tiga kali gajah mengenai raksasa hingga akhirnya mati. Peluru tersebut terjatuh di tempatnya yang sekarang dikenal sebagai Plintheng Semar.

“Plintheng Semar bisa dimaknai sebagai paku Wonogiri. Paku itu lambang keyakinan, prisip, dan keteguhan yang kuat,” ulas Eko.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

+ PLUS Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Berita Terkini

Jembatan Mojo-Jurug B Solo Direhab, DPRD: Jangan Sampai Seperti Jonasan

Ketua Komisi III DPRD Solo YF Sukasno mengingatkan Pemkot agar mengantisipasi jangan sampai rehab proyek Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B justru merusak jembatan lain.

Listrik Dari PLTSa Putri Cempo Solo Bakal Dibeli PLN, Segini Harganya

Listrik dari PLTSa Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang rencananya beroperasi mulai Desember 2022 mendatang akan dibeli oleh PT PLN.

UNS Pasang EWS Indoor di 100 Rumah di Karanganyar, Ini Lokasinya

Ketua tim peneliti dari Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Ahmad Marzuki mengatakan timnya mengembangkan sensor indoor dan sudah dipasang pada 100 rumah di 11 desa di Kabupaten Karanganyar.

Kelurahan Gayam Sukoharjo Jadi Juara 1 Lomba Tiga Pilar Polda Jateng

Konsep Tiga Pilar adalah konsep kekompakan, keterpaduan, dan kerja sama dalam satuan lingkungan pemerintahan kelurahan atau desa antara lurah bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Hewan Kurban Wajib Ada SKKH, Begini Cara Peroleh SKKH di Boyolali

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengatakan SKKH untuk hewan yang digunakan untuk kurban di dalam daerah Boyolali dan ternak yang dikirim ke luar daerah berbeda.

Vaksinasi PMK di Boyolali Sasar Sapi Sehat, Untuk Sapi Sembuh?

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengungkapkan sapi-sapi yang sembuh dari PMK akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Kereta Kuda dan Permainan Volume Besar Dilarang di CFD Klaten

CFD Jl Mayor Kusmanto Klaten digelar di sepanjang ruas jalan dari simpang empat Pandanrejo hingga simpang lima Bramen dan digelar saban Minggu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB.

Begini Alasan Organda Wonogiri Pamor Bus Bumel Makin Menurun

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri, Edi Purwanto, menyebut menurunnya pamor bus bumel tak terlepas oleh sikap masyarakat yang memiliki kecenderungan mulai meninggalkan transportasi umum.

Polisi Selidiki Kasus Meninggalnya Warga Sragen Wetan, Ada Kejanggalan?

Polres Sragen tengah menangani kasus kematian seorang ibu di Sragen Kota yang dinilai ada kejanggalan

Warung Makan Solet di Makamhaji Kartasura, Lokasi Ndelik Tapi Ramai

Warung Solet menyajikan aneka menu masakan jawa. 

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Tanpa Potensi Hujan

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Jumat (1/7/2022) akan sama seperti kemarin. Cuaca berawan mendominasi tanpa ada potensi turun hujan.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Lebih Bersahabat

Cuaca cerah berawan akan menemani Anda, warga di Karanganyar, mengawali  Jumat (1/7/2022) pagi ini. Tak perlu khawatir akan turun hujan karena prakiraan cuaca Karanganyar hari ini akan didominasi berawan.

Hari Ini Cerah Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Sukoharjo Jumat 1 Juli 2022

Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo hari Jumat (1/7/2022) yang tersaji secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Solo 1 Juli: Cerah Berawan, Waspada Angin Dari Timur

Cuaca Kota Solo hari ini, Jumat (1/7/2022), berdasarkan prakiraan BMKG Solo akan berawan dan cerah berawan.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini 1 Juli 2022: Cerah Berawan Ada Hujan

Simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali hari Jumat (1/7/2022) dalam artikel ini.