Kisah Dalang Kontet, Terkenal setelah Wayang Kardusnya Dibakar Istri

Kecintaanya terhadap wayang kulit telah mengantarkan Kontet Hariyanto memodifikasi cerita ketoprak ke dalam wayang kardus.

 Kontet Hariyanto (Solopos.com/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Kontet Hariyanto (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN—Kontet Hariyanto, warga Dukuh Karangan RT 001/RW 004, Desa Pasung, Kecamatan Wedi, dikenal sebagai dalang wayang kardus di daerahnya sejak 2018. Kecintaanya terhadap wayang kulit telah mengantarkan ayah dari satu anak ini memodifikasi cerita ketoprak ke dalam wayang kardus.

Sejak kecil, Kontet Hariyanto memang hobi menonton wayang kulit. Dalang yang paling disukainya di antaranya Ki Anom Suroto dan mendiang Ki Manteb Soedharsono.

PromosiBakal Tampil di Setiap Acara Resmi ASEAN, Senam Khas Bali Naik Kelas

Saat di bangku sekolah, Kontet Hariyanto tertarik dengan cerita pewayangan. Hingga akhirnya, pria lulusan SMA ini mulai berkreasi membikin wayang sendiri dari kardus bekas.

Baca Juga: Innalillahi, Sesepuh Dalang Klaten Ki Tomo Pandoyo Meninggal Dunia

Dengan sabar dan tekun, Kontet Hariyanto mengumpulkan kardus bekas yang ada di lingkungan sekitarnya untuk dijadikan sebagai bahan baku membuat wayang kardus. Wayang kardus bikinannya, disesuaikan dengan tokoh di dunia pewayangan atau pun tokoh baru yang diciptakannya.

“Wayang kardus saya ada yang terbuat dari kardus bekas mi instan, ada juga yang terbuat dari karton biasa. Tokoh-tokohnya tak hanya di wayang purwo. Tapi saya juga membikin tokoh setan, hewan, hingga tubuh manusia berkepala kerbau. Wayang kardus seperti ini, hanya saya yang membikin,” kata Kontet Hariyanto, saat ditemui Solopos di rumahnya di Dukuh Karangan RT 001/RW 004, Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Jumat (28/1/2022).

Kontet Hariyanto mulai berkarier sebagai dalang wayang kardus pada 2018. Saat itu, para tetangga di desanya nanggap Kontet Hariyanto. Suami dari Winarti ini menampilkan wayang kardus berjudul Penangsang Gugur. Pentas wayang kardus di desanya itu juga didukung penuh Sumarsono, kepala desa (kades) di Pasung.

Baca Juga: Curhatan Sedih Dalang Klaten, Jual Mobil Hingga Tanah Demi Hidup Selama Pandemi

“Dari pentas perdana itu, saya diundang ke desa lainnya. Bahkan pernah ditanggap hingga empat kali dalam satu bulan. Waktu terus berjalan, hingga akhirnya muncul pandemi Covid-19. Sejak ada virus corona sampai sekarang, saya tak pernah pentas lagi. Pernah ada permintaan pentas, tapi saya tolak karena masih berlangsung pandemi. Doa saya, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata Kontet Hariyanto.

Jauh sebelum Kontet Hariyanto dikenal sebagai dalang wayang kardus, Kontet Haryanto merupakan seorang penggarap sawah seluas satu patok milik tetangganya. Di awal 2000, Kontet Hariyanto pernah cekcok dengan istrinya karena Kontet Hariyanto saat itu hampir tiap hari hanya membikin wayang kardus.

“Di awal 2000 itu, istri saya pernah membakar kardus yang saya buat. Saya pun sempat marah. Tapi setelah dua hari, saya dan istri baikan lagi. Terus di 2018 itu mulai ada tanggapan dan saya bisa memperoleh uang dari wayang kardus ini. Saat itu, istri ikut senang. Saat sekarang, kondisi kembali sepi karena pandemi Covid-19. Saya pun kembali nggarap sawah lagi [istri bisa memahami karena sedang berlangsung pandemi Covid-19],” katanya.

Baca Juga: Di Klaten, Limbah dan Sampah Disulap Jadi Wayang hingga Rumah

 

Gandeng Seniman Lain

Kontet Hariyanto mengatakan setiap menggelar pentas wayang kardus, dirinya selalu menggandeng seniman lain. Hal itu termasuk penabuh kendang, penyanyi, pemain organ, pelawak, dan tukang sound system.

“Saat pentas itu, saya memikirkan rakyat kecil. Makanya, tanggapan saya itu relatif terjangkau di kalangan rakyat kecil. Saya ingin memberikan hiburan ke rakyat juga. Di dalam lakon wayang kardus itu, saya juga menyelipkan dakwah, hasil pembangunan pemerintah, dan informasi lainnya ke warga. Ini cara saya menghibur rakyat,” katanya.

Kepala Dusun (Kadus) II Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Sentot Widiyanto, mengatakan pengembangan desa agrowisata di daerahnya akan dilengkapi dengan rest area wisata yang juga bisa menjadi sentra seni dan budaya. Lokasi yang akan dijadikan sebagai pusat kegiatan budaya itu berada di bekas SDN 2 Pasung.

Baca Juga: Desa Jombor Klaten Dulu Dikenal Gudang Pengrawit Dalang Ki Narto Sabdo

“Di Pasung juga ada wayang kertas [menjadi potensi pengembangan seni dan budaya untuk mendukung dunia wisata di Pasung],” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Arus Lalu Lintas di TKP Kecelakaan Penggung Boyolali Kembali Lancar

Pada Kamis sore, arus lalu lintas di Jalan Solo-Semarang kawasan Penggung Boyolali kembali lancar. 

2 Orang Meninggal, Begini Kronologi Tragedi Gas Bocor Mojosongo Solo

Tragedi tabung gas bocor di salah satu rumah warga yang juga untuk tempat usaha pembuatan tahu di Krajan, Mojosongo, Solo, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Keren Lur! WGM Wonogiri akan Dilengkapi Jembatan Kaca Rp4,20 Miliar

Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri bakal menelan anggaran senilai Rp28,9 miliar.

Bawakan Lagu "Rahasia" di Unsa, Geisha dan Astrid Bikin Penonton Riuh

Acara Music Showcase Unsa yang digelar Universitas Surakarta (Unsa) berlangsung meriah. Terlebih saat Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta yang mengelola Unsa, Astrid Widayani, berduet dengan vokalis Geisha.

Adaptif dengan Perubahan, Universitas Surakarta Hadirkan Geisha

Universitas Surakarta (Unsa) menghadirkan grup band Geisha dalam acara Music Showcase Unsa pada Kamis (19/5/2022).

2 Sapi di Plupuh & Tanon yang Terindikasi PMK Dibeli dari 2 Wilayah Ini

Sapi warga Tanon dan Plupuh yang terindikasi terjangkit PMK sebelumnya dibeli dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Ngawi.

Revitalisasi WGM Wonogiri Telan Rp28,9 Miliar, Kapan Mulai Digarap?

Revitalisasi Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri bakal menelan anggaran senilai Rp28,9 miliar.

Awas, Teknofobia Bisa Hambat Kemajuan Bisnis Pelaku UMKM, Pahami Yuk! 

Teknofobia di kalangan pelaku UMKM harus dihilangkan karena bisa menghambat kemajuan bisnis dan usaha mereka terutama di era digital.

Bawa Produk Garmen, Bus Rosalia Express Masuk Parit di Karanganyar

Menghindari tabrakan, bus Rosalia Express yang mengangkut produk garmen masuk parit di jalan raya Dagen-Tasikmadu, Karanganyar.

Sepatu Aerostreet Klaten: Kualitas Internasional, Harganya Lokal

Kisah unik kali ini datang dari brand sepatu lokal asal Klaten, Aerostreet, yang menjual barang kualitas ekspor dengan harga murah.

Pilkades Baturan Colomadu Digelar 25 Mei, Ini Nama 3 Calon Kadesnya

Salah satu dari tiga calon kades Baturan, Colomadu, Karanganyar adalah pensiunan PNS.

6 Ekor Sapi di Sragen Terindikasi Terkena PMK, Ini Langkah Disnakkan

Enam sapi di dua kecamatan di Sragen terindikasi terjangkit penyakit mulu dan kuku (PMK). Disnakkan bersama BBVet Wates telah mengambil sampel liur sapi tersebut untuk dicek lab.

Seru! Atraksi Paralayang dan Speedboat di Peringatan HUT Wonogiri 2022

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kabupaten Wonogiri digelar di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (19/5/2022) pagi.

Lokasi Laka Maut 2 Truk di Teras Boyolali Ternyata Rawan Kecelakaan

Untuk mengatasi kerawanan laka, Budi mengatakan Satlantas Polres Boyolali selalu melakukan evaluasi jika di suatu tempat sering terjadi laka lantas.

Kabar Duka, Kades Jambeyan Sragen Meninggal Dunia Mendadak

Kades Jambeyan, Slamet Prabowo, meninggal mendadak pada Rabu (18/5/2022) petang. Ia tidak sakit sebelumnya dan masih datang ke kantor pagi harinya.