Ratusan lembar uang kertas yang tersimpan di 16 kantong plastik milik seorang pengemis dengan gangguan jiwa, Cipto Wiyono Sukijo, 74, diperiksa petugas Dinas Sosial dan Satpol PP Sragen di Rumah Singgah Dinsos Sragen Tengah, Sragen, Senin (2/9/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Seorang pengemis tua bernama Cipto Wiyono Sukijo, 74, terjaring razia membawa uang senilai Rp37 juta. Dia ditangkap di simpang empat radio umum Cantel Kulon, https://solopos.com/topic/3781/berita-sragen">Sragen Kota, Rabu (28/8/2019).

Pengemis asal Sambungmacan, Sragen, itu kemudian dibawa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) ke Rumah Singgah Dinsos Tlebengan, https://solopos.com/topic/3781/berita-sragen">Sragen. Barang bawaan Cipto Wiyono dibongkar petugas, Senin (2/9/2019).

Petugas menggeledah tas berisi sekitar 16 kantong plastik yang dipenuhi uang kertas pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, dan Rp50.000. Petugas tak menyangka uang tunai dalam kantong plastik itu jumlahnya mencapai Rp12.419.000.

Petugas semakin kaget lantaran Cipto Wiyono memiliki tabungan senilai Rp22.000 dan desposito Rp25 juta di BNI. Jadi, total uang di dalam tas kumal Cipto Wiyono jumlahnya Rp37.441.000.

Kabar soal pengemis Cipto Wiyono di https://solopos.com/topic/3781/berita-sragen">Sragen yang ternyata kaya tersebut membuat warganet tercengang. Fakta tersebut membuat sejumlah netizen tidak percaya dengan pengemis yang berpenampilan lusuh.

“Makanya aku sekarang kalau sama pengemis enggak terlalu terenyuh min. Mendingan beramal sekalian di panti asuhan. Sekarang ngemis dijadikan pekerjaan utama. Jalau ngemis gerombolan. Kalau tidak dikasih uang marah-marah, malah bikin emosi,” terang @ajeng_raharjo lewat kolom komentar akun @jelajahsolo yang membagikan berita dari Solopos.com.

“Orang awam kasihan sama pengemis atau pengemis kasihan sama orang awam,” sambung @renaldiirawan27.

“Kadang yang terlihat miskin belum tentu miskin. Atau mungkin kita lebih miskin. Bukannya pelit, tapi kalau ada pengemis sudah lama banget enggak pernah ngasih. Tapi, di tas sering ada camilan kalau pas di jalan buat kalau ada anak yang minta-minta. Jadi, ngasih-nya uang bukan makanan,” imbuh @christ_ayu.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Cipto Wiyono Sukijo diketahui merupakan warga Dukuh Sundoasri RT 019, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, https://solopos.com/topic/3781/berita-sragen">Sragen. Cipto mengalami gangguan jiwa.

Kakek-kakek itu mengemis dengan membawa tas hitam kumal ke mana-mana sambil berkalung radio. Cipto juga membawa tongkat besi. Jika tidak diberi uang, dia bakal memukul orang dengan tongkat besinya. Dia kabarnya enggan menerima uang receh.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten