Kisah Ardha, Bocah Difabel Klaten Bersuara Merdu Hingga Bikin Didi Kempot Terenyuh
Ardha Krisna Pratama, 13, tampil di acara Jambore Unit Layanan Disabilitas (ULD) penanggulangan bencana se-Jawa Tengah dan DIY di selter pengungsian Desa Kebondalemlor, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (13/2/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Ardha Krisna Pratama, 13, pantas berbangga hati. Suara merdu bocah difabel anak pasangan Kristiyanto, 39, dan Nani Susilowati, 33, asal Dukuh/Desa Kalikebo, Trucuk, Klaten, ini berhasil membuat Didi Kempot terenyuh.

Penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart itu bahkan menciptakan lagu berjudul Tatu yang khusus dinyanyikan bocah penyandang disabilitas tersebut.

Ardha yang menyandang tunanetra mendapatkan kesempatan untuk kali pertama masuk dapur rekaman.

Tak sampai di situ saja, Didi Kempot juga membuatkan klip video serta mengunggahnya ke media sosial Youtube.

Bawa Mobil Hello Kity, Residivis di Sragen Kejar-Kejaran Tabrak Calya Polisi

Orang Tua Khawatir

Jauh sebelum Ardha terkenal, Kristiyanto sempat khawatir dengan masa depan anaknya karena terlahir dengan kondisi kekurangan penglihatan.

Berbagai usaha agar penglihatan Ardha normal sudah dilakukan mulai dari pengobatan modern hingga alternatif.

Menurut Kristiyanto, dokter menyatakan syaraf penglihatan Ardha terputus. Sebenarnya bisa melihat tetapi hanya samar-samar.

Pelaksana Proyek Flyover Purwosari Solo Buatkan Jalur Khusus ke Kawasan Pendidikan, Cek Rutenya

Sebagai orang tua dia khawatir ketika melihat kondisi anaknya terlahir seperti itu.

"Takut dan kasihan kalau besar nanti bagaimana. Tetapi, bismillah semua pasti ada jalannya,” kata Kristiyanto saat ditemui wartawan di selter pengungsian Desa Kebondalemlor, Prambanan, Kamis (13/2/2020).

Bakat Menyanyi

Bakat menyanyi Ardha muncul secara alami. Sejak kecil anak sulung dari empat bersaudara itu sudah tertarik dengan musik.

Aktivitas Ardha tak jauh dari kegiatan mendengarkan musik melalui MP3 player.

Bahkan, mesin pemutar musik itu menjadi teman tidur Ardha.

90 Bangunan Rusak dan 140 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Di Sragen

“Mau tidur saja alatnya dikeloni. Setiap hari itu mendengarkan campursari dan dangdut,” kata Kristiyanto.

Sejak mengenal musik, Ardha senang memukul kursi kayu dengan ketukan menyesuaikan irama musik yang dia dengarkan.

Pinjam Ketipung Tetangga

Melihat ada bakat anaknya mulai menyukai alat musik sejak umur 3 tahun, Kristiyanto lantas meminjam ketipung milik tetangganya untuk latihan Ardha.

Tak ada yang mengajari Ardha mengetuk dan memukul ketipung. Bocah itu belajar autodidak dari hasil mendengarkan musik MP3 player.

Air Embung di Polokarto Sukoharjo Bikin Gatal-Gatal dan Ikan Mati, Tercemar Limbah?

“Semakin lama semakin enak didengarkan akhirnya dibelikan ketipung sendiri. Tidak ada yang melatih Ardha. Saya saja tidak bisa,” tutur Kristiyanto.

Ibunda Ardha, Nani, sempat meminta Ardha menyanyi sembari memainkan ketipung. Tak disangka, Ardha memiliki suara merdu.

Keahlian Ardha memainkan ketipung serta menyanyi kian terasah.

Percaya Diri

Tak hanya itu, Ardha memiliki kepercayaan diri tampil di depan banyak orang. Saban acara hajatan di kampungnya yang mendatangkan hiburan musik, Ardha selalu meminta kesempatan menyumbangkan lagu.

Stadion Manahan Solo Diresmikan Presiden Jokowi Sabtu (15/2/2020) Malam, Nantikan Keseruannya!

Pada 28 Desember 2019 lalu Ardha diajak Kristiyanto dan Nani menghadiri undangan hajatan teman pamannya di Desa Soka, Karangdowo.

Ardha meminta menyumbangkan lagu dan menyanyikan lagu milik Didi Kempot berjudul Suket Teki.

Didengar Didi Kempot

Didi Kempot yang juga diundang untuk mengisi hiburan pada hajatan tersebut mendengarkan suara merdu Ardha secara langsung.

“Yang punya hajat namanya Andre dan kebetulan sudah kenal dengan Pak Didi Kempot," jelas dia.

Terpental Dari Motor Seusai Tertabrak Mobil, Pelajar Giritontro Wonogiri Meninggal

Selang beberapa hari kemudian, lanjut Kristiyanto, Didi Kempot mengirimkan lagu melalui nomor Whatsapp Andre dan diteruskan kepadanya.

"Saya sampaikan ke Ardha kemudian latihan menyanyi dan hasilnya dikirimkan ke Pak Didi Kempot,” kata Kristiyanto.

Rekaman

Lalu pada 27 Januari 2020, Ardha diundang mendatangi salah satu studio rekaman di Sragen dan dipandu Didi Kempot menjalani proses rekaman lagu.

“Ardha take vocal hanya sekali langsung jadi. Prosesnya itu hanya setengah hari. Selain lagu juga dibikinkan video klip oleh timnya Pak Didi Kempot,” tutur Kristiyanto.

Ucapan Mendalam Rudy: PDIP Tak Boleh Dicabik, Cukup Satu yang Berkorban

Hasil rekaman serta video lagu berjudul Tatu lantas diunggah ke media sosial termasuk Youtube beberapa hari kemudian. Video itu viral hingga nama Ardha kian terkenal.

Krsitiyanto mengatakan belakangan tawaran untuk manggung berdatangan. Lantaran Ardha masih anak-anak dan sekolah, Kristiyanto selektif ketika Ardha mendapatkan tawaran manggung.

Selektif

“Saat hari libur saya perbolehkan untuk tampil. Namun saat hari sekolah, saya selektif. Saya lihat dulu acaranya apa. Kalau untuk mendukung acara pemerintahan diizinkan sekolah tidak masuk sekolah,” kata Kristiyanto.

Korea Utara Tembak Mati Pengidap Virus Corona?

Kristiyanto dan Nani bersyukur bakat anaknya di bidang musik bisa semakin membuat anak tersebut percaya diri. Mereka memiliki impian kondisi Ardha normal seperti anak seumurannya.

“Harapan saya Ardha sehat dan seperti anak-anak lainnya. Saya masih memiliki harapan agar penglihatan Ardha bisa normal,” tutur dia.

Baca Berita Terbaru Didi Kempot Selengkapnya

Sementara itu, Ardha yang lahir pada 11 Agustus 2007 itu sudah mengidolakan Didi Kempot sejak kecil dengan lagu favorit Suket Teki. Bocah yang kini duduk di kelas 4 SLB YAAT Klaten tersebut bermimpi bisa menciptakan lagu dan memiliki album seperti idolanya.

“Selama ini saya senang sering mendapatkan undangan untuk menyanyi,” kata dia.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho