Kisah Anak Bakul Bandeng Klaten Desainer Sepatu David Beckham
Rudi Swasto berpose bersama sepatu bola bikinannya. Desain sepatu Rudi banyak dipakai bintang sepak bola dunia. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Siapa sangka, seorang anak bakul bandeng asal Delanggu, Klaten, Rudi Swasto, 31, ternyata desainer sepatu David Beckham. Kecintaannya terhadap dunia desain telah mengantarkannya mencapai puncak kesuksesan.

Berbekal kemampuannya mendesain sepatu sepak bola, karya seorang Rudi Swasto telah diakui di tingkat Internasional. Tak tanggung-tanggung, desainsepatu bola bikinan warga Gabahan RT 002/RW 009, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Klaten ini dipakai pesepakbola dunia.

Sejumlah nama beken di lapangan hijau tingkat dunia itu, seperti David Becham (Inggris), Zinedine Zidane (Prancis), Dani Alves (Brasil), David Silva (Spanyol), Paul Pogba (Prancis), dan lainnya. Sepatu yang dipakai para pesepakbola dunia itu bertipe predator.

Desainer sepatu Beckham asal Klaten itu merupakan anak ketiga dari pasangan Sayono, 65 dan Kusmiyati, 60. Sehari-hari, Sayono merupakan pencinta dunia seni rupa.

Sedangkan ibunya, seorang bakul bandeng di Pasar Jeblog, Kecamatan Karanganom. Rudi Swasto memiliki dua kakak, yakni Ari Sasongko dan Dian K.

Sebelum sukses menjadi desain sepatu tingkat dunia, Rudi Swasto dikenal sangat menyukai ilmu matematika dan menggambar. Masa kecilnya, Rudi sangat suka menggambar pahlawan super, spiderman.

Kisah Patah Hati Didi Kempot di Lagu Cidro

Sebelum lulus dari SMK Mikael Solo di tahun 2008, Rudi Swasto pernah duduk di bangku SDN 2 Delanggu, SMPN 1 Delanggu. Saat memasuki dunia kerja, Rudi Swasto juga kuliah dengan biaya sendiri di kawasan Cikarang.

“Saat di bangku SD dan SMP itu, nilai matematikanya [Rudi Swasto] selalu di angka 10. Saat kecil, Rudi itu suka menggambar. Bakat alam itu sudah terlihat. Seingat saya, dia sangat suka menggambar spiderman. Memang menggambar dan menghitung menjadi kesukaannya sejak kecil. Kalau belajar, dia sering klesotan di lantai. Dia belajar secara autodidak,” kata Sayono, ayah Rudi Swasto, saat ditemui wartawan di rumahnya di Delanggu, Klaten, Selasa (5/5/2020).

Revisi 180 Kali

Rudi Swasto menceritakan kesempatannya sebagai desainer sepatu Beckham muncul saat berkarier di perusahaan sepatu, PT Framas, Cikarang Barat. Sebelumnya, Rudi memang kerap malang melintang pindah perusahaan sepatu.

Ia mengisahkan pembuatan sepatu pesepakbola dunia dikerjakan sangat detail. Biasanya, pembuatan sepatu dilakukan tiga tahap. Di setiap tahapannya, biasanya dilakukan revisi hingga 60 kali.

5 Tradisi Ramadan dari Berbagai Negara di Dunia

Dengan demikian, pembuatan sepatu pesepakbola dunia membutuhkan revisi selama 180 kali. Pembuatan sepatu itu biasanya membutuhkan waktu enam bulan hingga satu tahun lamanya.

“Saya memang sekolah di bidang teknik, bekerja juga di perusahaan teknik [bikin alas kaki/sepatu]. Jadi kecemplung saja.Kebetulan perusahaannya skala Internasional.Kali pertama kerja, saya merasakan kesan wow. Istilahnya keren. Berikutnya, saya merasa lebih ke profesional kerja saja. Pencapaian ini tentunya juga berkat doa orangtua saya. Anak kampung yang bisa pergi ke Jerman mengerjakan produk Internasional,” kata Rudi Swasto, saat dihubungi melalui telepon.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho