Tutup Iklan
Kirab Agung Jumenengan Solo (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal mengalihkan rute perjalanan truk, bus hingga kendaraan pribadi saat digelar -tahun-vakum-kirab-agung-jumenengan-keraton-solo-digelar-lagi">Kirab Agung Jumenengan Keraton Solo  pada Sabtu (5/5/2018) mulai pukul 14.30 WIB.

Truk yang akan menuju ke Jl. Kapten Mulyadi (arah Sukoharjo atau Wonogiri) bakal diarahkan Dishub masuk ke Gudang Pedaringan setibanya di simpang Panggung. Pengemudi truk diminta untuk parkir terlebih dahulu di Pedaringan atau bisa juga di Jl. Ir. Juanda hingga rombongan Kirab Agung meninggalkan Loji Wetan. Mereka baru boleh masuk Jl. Kapten Mulyadi setelah semua rombongan kirab melewati Loji Wetan. Tapi para pengemudi truk tak diperbolehkan langsung menuju ke arah perempatan Baturono. Pasalnya, mereka malah bisa terjebak macet mengingat rombongan kirab juga berjalan ke perempatan Baturono.

Sebagai gantinya, Dishub memperbolehkan pengemudi truk yang akan menuju arah Sukoharjo atau Wonogiri bisa belok ke Jl. Mayor Kusmanto setelah rombongan -bule-keraton-solo-lahirkan-anak-jantan-diberi-nama-kyai-parto">Kirab Agung meninggalkan Loji Wetan. Saat di Jl. Mayor Kusmanto, pengemudi truk kemudian diarahkan lewat Jl. Jend. Sudirman-Jl. Ronggowarsito-perempatan Timuran-Jl. Gajah Mada-Ngapeman-Jl. Honggowongso-Jl. Veteran-perempatan Gemblegan-Jl. Yos Sudarso-Sukoharjo. Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan truk dari arah utara yang akan ke Sukoharjo baru bisa lewat perempatan Baturono setelah semua peserta Kirab Agung melewati perempatan tersebut.

“Kami meminta perhatian dan pengertian dari para pengemudi ankutan berat untuk bisa memilih rute lebih jauh namun dijamin lebih lancar,” kata Ari kepada Solopos.com, Jumat (4/5/2018).

Ari membeberkan Dishub juga akan mengalihkan rute perjalanan bus dan kendaraan pribadi. Pengemudi bus dan kendaraan pribadi yang akan menuju Jl. Kapten Mulyadi dari Ketandan bakal diarahkan masuk Jl. R.E. Martadinata selatan Pasar Gede. Arus lalu lintas di ruas jalan tersebut bakal diubah menjadi satu arah dari timur ke barat saat digelar Kirab Agung Jumenengan. Jika akan menuju ke arah Sukoharjo, pengemudi bus dan kendaraan pribadi juga diarahkan untuk melewati rute yang sama seperti pengemudi truk saat diberlakukan rekayasa lalu lintas dalam rangka pelaksanaan Kirab Agung oleh Keraton Solo.

“Imbauan kami bagi pengendara mobil dan motor lakukanlah manajemen waktu ketika akan bepergian dengan melewati lokasi yang dipergunakan untuk penyelenggaraan Kirab Agung. Para pengendara bisa berangkat lebih awal,” jelas Ari.

Ari membenarkan ada sejumlah lokasi di Kota Bengawan yang bakal berubah menjadi rawan macet saat diterapkan rekayasa lalu lintas pelaksanaan Kirab Agung. Beberapa lokasi yang bakal berubah rawan macet versi Dishub, antara lain kawasan Balong, Ketandan, Loji Wetan, Pasar Gede, simpang empat Jl. Jend. Sudirman, dan titik pengalihan arus lainnya. Berdasarkan hasil koordinasi dengan kerabat Keraton, dia menyebut, penyelenggaraa Kirab Agung diprediksi bakal memakan waktu selama 3,5 jam.

“Bagi masyarakat yang ingin menonton kirab, bisa mengambil posisi parkir di tepi jalan umum. Yang pasti penonton tidak boleh parkir di lintasan kirab,” jelas Ari. Kirab Agung

Jumenengan -bule-keraton-solo-lahirkan-anak-jantan-diberi-nama-kyai-parto">Keraton Solo direncanakan mengambil rute dari Keraton Solo-Jl. Pakoe Boewono kemudian bergerak ke Gapura Gladak menuju Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Mayor Kusmanto. Selanjutnya menuju Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran, Jl. Yos Sudarso, dan balik ke Jl. Slamet Riyadi masuk ke Jl. Pakoe Benowo dan kembali ke Keraton.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten