Kios darurat II Pasar Legi Solo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO – Sejumlah kios di pasar darurat Pasar Legi Solo masih belum ditempati. Hal ini berujung pada teguran yang disampaikan Pemkot Solo kepada para pedagang.

Dinas Perdagangan Kota Solo kembali mengeluarkan 120 surat pemberitahuan kepada pedagang pasar darurat yang belum menempati kios maupun los di Pasar Legi, Rabu (22/1/2020). Teguran itu menjadi penegasan seusai Dinas Perdagangan memanggil 113 pedagang untuk memberi klarifikasi dan kesanggupan menempati pasar darurat di Pasar Legi Solo, Selasa (14/1/2020) lalu.

Hal itu disampaikan Lurah Pasar Legi, Marsono, kepada Solopos.com, Rabu (22/1/2020). Ia menjelaskan dalam surat pemberitahuan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberi waktu kepada pedagang hingga Jumat (24/1/2020) untuk menempati kios atau los pasar darurat.

“Pemanggilan pekan lalu, 50 pedagang memberi surat pernyataan akan menggunakan pasar darurat dan sisanya para pedagang tidak menyatakan sikapnya. Tetapi kenyataannya saat pengecekan rutin bersama Dinas Perdagangan beberapa hari kemudian juga belum ditempati,” terang Marsono.

Jika sampai batas waktu yang ditentukan pedagang belum menempati kios atau los sesuai peruntukkannya, pengelola pasar tidak menoleransi lagi.

“Setelah surat teguran ini, kalau masih tidak ditempati los akan digunakan pedagang lain. Beberapa kios yang semula kosong sudah ditempati, semoga seluruhnya segera terisi,” tambah Marsono.

Marsono menambahkan, hingga saat ini belum ada pedagang yang meminta kios atau los yang tidak digunakan. Menurutnya, los dan kios yang tidak digunakan akan ditempati oleh pedagang oprokan di sekitar Pasar Legi. Meskipun, penempatan pedagang oprokan akan merusak zona jenis dagangan.

“Daripada los dan kios kosong lebih baik diisi pedagang oprokan. Kalau los kosong dilihat juga tidak nyaman. Ini sudah sangat lama sejak pasar darurat selesai dibangun. Teknis pemindahan pedagang oprokan saya meminta petunjuk dari atasan dahulu,” imbuhnya.

Marsono menjelaskan sejak pindahan awal Januari 2020, kios pasar darurat Hanggar, Jl. D.I. Pandjaitan berkapasitas sebanyak 120 pedagang. Namun berdasarkan pendataannya hanya tujuh pedagang yang aktif berjualan.

Sebagai informasi, seluruh pedagang di Pasar Legi diwajibkan pindah ke pasar darurat tahap kedua sejak 1 Januari 2020. Namun, hingga saat ini los dan kios di sekitar Taman Monumen 45 Banjarsari (Monjari) masih banyak yang tidak digunakan berjualan.

Salah seorang pedagang pasar darurat Pasar Legi Solo, Sukarti, menyampaikan kios yang kosong hanya digunakan sebagai gudang. Bahkan, beberapa kios sejak awal pindahan belum pernah digunakan sama sekali.

Pedagang lainnya, Purwani, mengaku kios kosong tersebut berpengaruh pada pendapatan pedagang lainnya yang membuka usaha di pasar darurat Pasar Legi Solo. Menurutnya, apabila seluruh pedagang menggunakan kios sesuai nomor undian yang diperoleh, kawasan pasar darurat akan semakin ramai.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten