Kios Darurat Mulai Dibangun, Pedagang Pasar Purwosari Solo Siap-Siap Pindah
Pekerja menyelesaikan pembangunan kios pasar darurat Pasar Purwosari, Solo, Senin (10/2/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Para pedagang Pasar Purwosari siap-siap pindah ke kios dan los darurat menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memugar pasar tersebut, April mendatang.

Kios dan los darurat itu saat ini tengah dibangun di Jl. Prangriris VI, Purwosari. Jumlah kios darurat yang dibangun sebanyak 39 unit.

Pantauan Solopos.com, Senin (10/2/2020), enam pekerja mendirikan bangunan dari kayu dan atap seng di Jl. Prangriris VI. Portal jalan dari arah proyek pembangunan flyover Purwosari ditutup.

Kasi Pembangunan dan Pemeliharaan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Joko Sartono, menjelaskan pemugaran Pasar Purwosari akan dimulai dengan pembangunan kios darurat sebanyak 39 kios sejak Selasa (4/2/2020). Kios darurat ditargetkan selesai akhir Februari dan ditempati awal Maret.

28 Kambing Mati dengan Leher dan Perut Tercabik di Karangtengah Wonogiri

“Harapan kami proses lelang bisa dimulai Maret dan pembangunan pada April hingga Oktober 2020 sebelum pelaksanaan pembangunan flyover selesai,” kata dia kepada Solopos.com saat ditemui di kantornya.

Menurut Joko, selama ini pedagang Pasar Purwosari menempati 153 los dan 14 kios dengan total luas bangunan 1.119 meter persegi. Para pedagang memilih lokasi pasar darurat di gang barat Pasar Purwosari karena para pedagang merupakan warga sekitar dan pembelinya juga warga setempat.

“Kami sudah tawarkan lokasi [pasar darurat] di bekas SPBU Jongke tetapi para pedagang menolak. Mereka beralasan jaraknya jauh dan para pelanggan merupakan warga setempat. Kalau di bekas SPBU Jongke harus bersaing dengan pedagang Pasar Jongke. Kios darurat juga sudah mendapatkan persetujuan warga,” ujarnya.

Banyak Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak di Wonogiri, Jekek Sentil Tokoh Masyarakat

Joko mengklaim kios darurat cukup untuk menampung para pedagang karena para pedagang oprokan dapat menggelar dagangan di gang tersebut. Pasar Purwosari merupakan pasar yang aktif hingga siang hari.

“Usia pasar ini sudah lebih dari 50 tahun dan belum pernah dipugar. Atap pasar banyak yang bocor sehingga perlu renovasi. Kami menyiapkan anggaran pembangunan pasar sebanyak Rp3,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho