Kinerja BPR dan BPRS Tetap Cemerlang Meski Pandemi

Industri BPR dan BPRS semakin selektif dalam penyaluran kredit atau pembiayaan di tengah persepsi tingginya risiko kredit, seiring dampak pandemi Covid-19.

 Logo BPR (perbarindo.or.id)

SOLOPOS.COM - Logo BPR (perbarindo.or.id)

Solopos.com, JAKARTA — Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) menunjukkan kinerja positif meskipun berada dalam tekanan pandemi Covid-19. Kinerja positif ini tecermin dari sisi pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga kredit atau pembiayaan di BPR dan BPRS yang melandai sejak awal pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana, baik dari sisi penghimpunan DPK, aset, maupun kredit untuk BPR maupun BPRS masih menunjukkan pertumbuhan positif. Dia menuturkan industri BPR dan BPRS semakin selektif dalam penyaluran kredit atau pembiayaan di tengah persepsi tingginya risiko kredit, seiring dampak pandemi Covid-19.

Per September 2021, ungkap Heru, total aset BPR dan BPRS tumbuh 8,90 persen yoy atau Rp178,393 miliar. Lalu, penyaluran kredit tumbuh 4,33 persen yoy atau Rp126,141. Kemudian, DPK tumbuh sebesar 11,27 persen atau 123,764 miliar.

Baca juga: 7 Cara Jitu Bertransaksi Digital Biar Gak Kena Serangan Siber

“Ini menandakan walaupun didera oleh pandemi Covid yang kita juga belum mengetahui kapan ini akan berakhir, industri BPR maupun BPR Syariah kita masih menunjukkan perkembangan yang sangat bagus dan ini perlu kita apresiasi,” kata Heru dalam Launching Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025, Selasa (30/11/2021). Hal itu berarti industri BPR dan BPRS tetap resilience di dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dia menambahkan berbagai aspek BPR maupun BPRS juga dilaporkan masih bagus. Misalnya, pada BPR, terlihat CAR yang tumbuh 32,01 persen per September 2021, dari sebelumnya 29,89 persen. Begitupun dengan loan to deposit ratio (LDR) tumbuh 74,90 persen per September 2021, dari sebelumnya 75,44 persen. Adapun dari BPRS, indikator CAR turun 23,86 persen per September 2021, yang sebelumnya 28,60 persen per Desember 2021.

Rasio Pembiayaan Macet

Lalu, financing to deposit ratio (FDR) turun 105,20 persen per September 2021 dari sebelumnya 108,78 persen per Desember 2020. Berikutnya pada risiko kredit, BPR mencatat rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) secara gross dan net masing-masing 7,53 persen dan 5,02 persen per September 2021.

Sedangkan pada BPRS, rasio pembiayaan macet (non-performing financing/NPF) secara gross dan net masing-masing tercatat sebesar 7,94 persen dan 6,56 persen per September 2021. Industri BPR juga tercatat dari rasio profitabilitas dengan ROA dan BOPO masing-masing tercatat 1,76 persen dan 84,35 persen per September 2021. Sementara pada BPRS masing-masing tercatat sebesar 1,84 persen dan 81,81 persen per September 2021.

Baca juga: Beban Multipel Generasi Sandwich Atur Keuangan di Masa Pandemi

Pada hari ini, OJK resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan BPRS 2021-2025, guna mendorong pengembangan industri BPR dan BPRS ke depan. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat mengungkapkan pandemi Covid-19 telah mengakselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan mengubah pola perilaku masyarakat pada hampir semua aktivitas masyarakat, termasuk dalam kegiatan perekonomian.

Kondisi tersebut telah mendisrupsi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk industri perbankan. Teguh melanjutkan, disrupsi tersebut menimbulkan berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh industri perbankan, termasuk BPR dan BPRS baik yang bersumber dari kondisi eksternal maupun jangka pendek.

“BPR dan BPRS merupakan LJK yang memiliki keunikan tersebut dalam menjalankan aktivitas usahanya, di antara keunikan tersebut adalah adanya kedekatan BPR dan BPRS dengan nasabahnya, baik kedekatan jarak maupun emosional,” kata Teguh.

Baca juga: Rp262,95 Triliun KUR Tersalurkan ke 6.962.882 UMKM

Teguh melanjutkan, kedekatan jarak tersebut dikarenakan adanya aktivitas BPR dan BPRS yang sehari-hari dilakukan secara tatap muka dengan para nasabah yang berada di sekitar jaringan kantor. Sedangkan, kedekatan emosional dalam melayani nasabah antara lain segmen usaha mikro.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

Terkait Dana Bansos Rp2,7 Triliun Tertahan di Himbara, Ini Respons BRI

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, BRI beserta bank Himbara lainnya telah melaksanakan tugas dalam penyaluran bansos sesuai dengan tupoksinya masing masing.

Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA Dimulai Pertengahan 2022, Anggarannya?

Pembebasan lahan tol Jogja-Yogyakarta International Airpot (YIA)  Kulonprogo diperkirakan akan dimulai pada pertengahan 2022.

Meningkatkan Okupansi dan Wisata Soloraya Lewat Hotel Expo 2022

Sedikitnya 25 stan berdiri di grand atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, Rabu (19/1/2022) memamerkan dan pusat informasi potensi hotel-hotel peserta Hotel Expo 2022.

Kompak Naik Nih! Cek Yuk Harga Emas Pegadaian Jumat 21 Januari 2022

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian Jumat (21/1/2022) ini terpantau naik baik untuk emas UBS maupun Antam.

Webinar JNE: Mengungkap Rahasia UMKM Bertahan Diterjang Pandemi

Setidaknya ada tiga kiat utama untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif agar bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah Tolak Rencana Kerja 460 Perusahaan Tambang, Kenapa?

Pemerintah menolak sebanyak 460 rencana kerja dan biaya (RKAB) 2022 dari perusahaan pertambangan mineral dan batu bara.

5 Tips Pinjol Cepat Cair, Prosesnya Cuma Hitungan Menit!

Berikut lima tips untuk mendapatkan pinjaman online (pinjol) yang cepat cair dalam hitungan menit tanpa berbelit-belit.

Diharamkan MUI dan Muhammadiyah, Minat Investasi Kripto di RI Surut?

Pernyataan Muhammadiyah yang menetapkan aset kripto sebagai barang haram diyakini tidak akan mengendurkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada instrumen ini.

BRImo E-Payment Cara Praktis Transaksi di E-Commerce dari BRI

BRImo E-Payment merupakan metode pembayaran yang memungkinkan konsumen bertransaksi di berbagai merchant tanpa perlu berpindah aplikasi.

Bermodal Suara, Ini Tips Menghasilkan Uang dari Voice Over Talent

Di era perkembangan teknologi digital saat ini, voice over talent semakin banyak diminati masyarakat bahkan karena dapat menjadi pemasukan tetap.

KPPU Sebut 4 Produsen Kuasai Pasar Minyak Goreng, Ada Praktik Kartel?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan adanya sinyal praktik kartel atau persekongkolan dalam kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri.

Minyak Goreng Harga Rp14.000 Per Liter Mulai Tersebar di Jogja

Beberapa pedagang di Kota Jogja mulai menerapkan harga tunggal minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter.

Jadi Laboratorium Klinik Terbesar, Ini Fokus Prodia di Layanan Digital

Prodia Mobile menjadi salah satu pelayanan digital yang paling diminati banyak pelanggan.

Segera Cair, Ini Cara dan Syarat Mendapatkan BLT UMKM 2022

Untuk mendapatkan BLT para pelaku usaha sebelumnya harus mengetahui cara dan melengkapi syarat administrasi.

Jagongan Madiun Raya: Menangkap Peluang Ekonomi 6 Kabupaten/Kota

Kawasan Madiun Raya sejatinya lebih memiliki ketahanan (resilience) secara ekonomi selama pandemi dibandingkan ketahanan secara nasional.