Ilustrasi merawat orang tua. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Komitmen menjaga atau merawat orang tua terkadang juga diikuti risiko stres. Para pendamping orang tua ini tanpa sadar bisa menjadi pasien kesehatan mental apabila tidak bisa mengelola kesejahteraan jiwanya.

Dikutip Focusonthefamily.com, Rabu (27/11/2019) saat perhatian atau fokus tercurah bagi orang tua, orang dewasa yang menjaga kaum senior ini kerap tidak memperhatikan dirinya sendiri. Pada tahap awal, gejalanya baru stres, namun bisa menjadi bumerang berbahaya jika berlarut-larut tanpa penanganan.

Hasil penelitian menyebut lebih dari separuh orang yang menjaga orang tuanya pernah merasa tidak nyaman dengan berbagai tingkatan. Itu lazim disebut caregiver stress. Perasaan tersebut normal. Pasalnya, banyak penjaga orang tua yang juga punya tanggung jawab pribadi dan keluarga seperti pekerjaan, anak-anak, serta urusan rumah tangga.

Dengan beragam kesibukan itu, beberapa penjaga atau perawat orang tua jamak mengesampingkan kesehatan dan perasaan mereka sendiri. Hasilnya tak jarang beberapa di antaranya memanen kecemasan, kesedihan, rasa bersalah, sampai masalah kesehatan fisik.

Ketika mendampingi orang tua, penting bagi kita menyadari kesejahteraan jiwa mulai terganggu. Beberapa tandanya sedih berkepanjangan, perasaan gampang berubah, suka marah, mulai menarik diri dari sosial, susah berkonsentrasi hingga menurunkan performa kerja, sampai tidak punya harapan.

Selain itu, fisik juga punya alarm sendiri. Seperti terus-menerus merasa kelelahan, mengalami gangguan tidur, pola makan berubah, sakit kepala hebat, flu atau sakit perut terus-menerus.

Jika ingin serius merawat orang tua, jangan lupa memberikan prioritas pada kesehatan kita sendiri. Berikut beberapa jalan untuk meminimalkan stres saat mendampingi orang tua:

Bangun rutinitas

Mengelola jadwal rutinitas dapat mengantisipasi kecemasan dan kelelahan. Jaga prioritas, fokus pada tugas, delegasikan tanggung jawab, dan jaga keseimbangan.

Jangan sungkan minta bantuan

Bikin daftar orang yang bisa dimintai tolong ketika kita butuh dukungan. Misalkan dari pasangan, kerabat, atau orang terdekat. Perlu dipahami, kita perlu menyokong diri kita sendiri sebelum mendukung orang lain. Tak ada salahnya menitipkan orang tua ke tempat orang lain yang dipercaya untuk rehat mengasuh sejenak.

Perhatikan fisik dan mental

Selain pola rutinitas dan menjaga gaya hidup sehat, penting bagi kita bersantai sesaat untuk menekuni hobi dan tetap terhubung dengan teman baik. Jika merasa tidak tega meninggalkan orang tua selama beberapa hari, liburan kilat seperti menonton film atau nongkrong ke kafe juga bisa jadi alternatif rehat. Hal itu sejenak meredakan ketegangan untuk mendukung fisik dan mental yang lebih sehat.

Antisipasi depresi

Pendamping orang tua jamak mengalami depresi. Beberapa di antaranya mengabaikan tanda penyakit mental tersebut. Jika dibiarkan, kondisinya bisa memburuk. Alih-alih mencoba mengobati sendiri, jika sudah ada gejala depresi sebaiknya segera minta bantuan medis.

Curhat

Sering-sering berbagi perasaan dengan orang senasib, teman baik, atau konselor. Banyak orang tidak mau membagikan rasa frustasinya ketika jengah mendampingi orang tua yang kadang sulit dihadapi. Dalam kondisi sulit seperti itu yang kita butuhkan adalah pendengar yang simpati dan mau menyediakan dukungan, memberikan kenyamanan, dan memberikan perspektif baru untuk menghadapi hidup.

Kenali manfaatnya

Merawat orang tua memang tidak memberikan keuntungan duniawi. Terkadang juga sangat menantang. Namun bisa menghasilkan efek positif bagi keluarga. Kontribusi yang kita berikan buat orang tua membangun ikatan antargenerasi. Selain juga memberikan dukungan kehidupan bagi orang tua kita.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten