Khutbah Jumat Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Berikut ini terdapat contoh teks khutbah Jumat bertemakan tentang hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kamis, 29 September 2022 - 09:02 WIB Editor: Nugroho Meidinata | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Muazin (facebook.com)

Solopos.com, SOLO — Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Sabtu, 8 Oktober 2022, umat muslim biasanya mendengarkan khutbah salat Jumat bertemakan hikmah dalam meneladani perjuangan Rasulullah.

Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun yang harus dilakukan umat muslim saat salat Jumat. Selain khutbah, rukun salat Jumat lainnya ada membaca hamdalah, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca petikan ayat suci Al-Qur’an, berwasiata dan memohon ampunan untuk kaum muslimin.

Nah, untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal, khutbah Jumat juga biasanya bertemakan tentang perjuangan Nabi.

Berikut ini terdapat contoh teks khutbah Jumat bertemakan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, yang Solopos.com kutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama atau NU online.

Baca Juga: Amalan dan Keutamaan Bulan Rabiul Awal

Teks Khutbah Jumat tentang Maulid Nabi Muhammad SAW

Jemaah yang Dirahmati Allah SWT

Pada kesempatan ini, khatib berwasiat khususnya kepada diri sendiri dan umumnya kepada jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Iman dalam pengertian,  pembenaran hati secara mantap terhadap seluruh ajaran yang dibawa oleh baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. 

Demikian pula takwa dengan makna, melaksanakan segala perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Lahir maupun batin. 

Dengan demikian kalangan bertakwa adalah tetap konsisten kala dilihat maupun tidak dilihat orang. Dipuji maupun tidak dipuji pihak manapun. Kita tetap melaksanakan apa yang diwajibkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Wasiat ini bukanlah sekadar wasiat rutin yang disampaikan para khatib di mimbar Jumat. Namun menurut Imam al-Haddad dalam kitab An-Nashaih ad-Diniyyah, wasiat takwa adalah wasiat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan semesta alam bagi orang-orang dahulu, sekarang maupun yang akan datang. 

Semoga Allah Ta’al a menerima ketakwaan kita baik yang wajib maupun yang sunah. Amin ya rabbal alamin.

Jemaah Jumat yang Berbahagia dalam Khutbah Jumat Maulid Nabi Muhammad 

Dalam buku berjudul Cahaya karya Al-Imam al-Habib Abu Bakar bin Hasan al-Athas Azzabidi, disebutkan pernah terjadi dialog antara Allah Ta’ala dengan Nabiyullah Dawud Alaihissalam. Nabi Dawud bertanya kepada Allah Ta’ala: Ya Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?. Allah menjawab: Napas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Ku. 

Bayangkan, napas yang kita hirup sehari-hari, yang menjadi oksigen bagi kita, bagi Allah ta’ala adalah nikmat terkecil. Lalu nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu? Tanya Nabi Daud lagi. Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, jawab Allah ta’ala.

Kelahiran Nabi Muhammad Shalllallahu Alaihi Wasallam memang anugerah dan kado terindah bagi umat manusia dari Allah yang wajib kita syukuri. Karenanya Allah Ta’ala berfirman, yang artinya: 

Sungguh Allah Ta’ala telah memberikan karunia bagi orang-orang beriman tatkala Dia mengutus bagi mereka seorang Rasul. (QS Ali Imran: 164)

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti kita tahun, tak terasa kita sudah memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran baginda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Seorang rasul yang diutus untuk membawa rahmat dan kasih sayang bagi manusia dan semesta alam atau rahmatan lil ‘alamîn.

Jemaah yang Mulia dalam Khutbah Jumat Spesial Ini

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyeru kepada seluruh umat manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala yakni jalan kebenaran atau jalan tauhid hingga jalan yang lurus. (as-siratal mustaqim). Yaitu jalan orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah Taala, dari para nabi dan rasul, dan orang-orang terdahulu yang shalih. Yaitu, jalan Islam karena semua nabi dan rasul terdahulu, aqidahnya sama.

Maknanya adalah bahwa sejak Nabiyullah Adam ‘Alaihis Salam, hingga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, mereka menyerukan kalimat tauhid untuk mengesakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. La ilaha illallah, yakni meski syariatnya berbeda, pada akhirnya semua syariat para nabi dan rasul terdahulu disempurnakan oleh syariat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Yang berat diringankan, yang susah menjadi mudah, dan itulah ciri khas syariat Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad membawa agama Islam, yaitu agama yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Hadirin yang Berbahagia

Semoga kita diberikan kekuatan untuk istikamah dalam mengikuti ajaran Nabi Muhammad dalam mendengarkan khutbah Jumat dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Meneladani jejak kehidupannya yang penuh cahaya ilmu dan hikmah, banyak bershalawat kepadanya. Dalam diri Rasulullah sungguh terdapat suri teladan yang baik dan patut dicontoh. Kecuali kekhususan-kekhususan yang melekat pada dirinya, semua ucapan dan tindakannya adalah untuk diikuti.

Baca Juga: Urutan Doa dan Zikir Setelah Salat Lima Waktu Menurut NU

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif