Khofifah Klaim Belum Ditemukan Virus Corona B117 di Jatim, Warga Diminta Tetap Waspada
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan dalam acara serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Ponorogo di gedung DPRD Ponorogo, Kamis (4/3/2021). (Istimewa/Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengkonfirmasi sampai saat ini belum ditemukan kasus mutasi virus Corona B117 UK di wilayahnya. Meski demikian, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan disiplin protokol kesehatan.

Seperti diketahui, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengumumkan penemuan mutasi virus Corona B117 Inggris di Indonesia pada Selasa (2/3/2021). Penemuan itu, didapatkan dari hasil sequencing sampel di antaranya dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimwa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Diketahui mutasi virus itu ditemukan di Karawang dari pasien yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Khofifah meminta kepada masyarakat Jatim agar tetap tenang dan tidak panik atas temuan tersebut. Tetapi, pada saat yang sama juga harus semakin meningkatkan kewaspadaan karena virus jenis baru ini terbukti lebih menular 70% dibandingkan virus corona yang ada sekarang.

Baca juga: Virus Corona Inggris B117 Sudah masuk Indonesia, Pemerintah Harus Bertindak Cepat

“Saat ini mutasi virus Corona B117 UK sudah masuk di Indonesia. Untuk itu, Pemprov Jatim dan masyarakat harus waspada karena mutasi virus ini terbukti 70% lebih menular ,” kata Khofifah di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Ponorogo, Kamis (4/3/2021).

Tak Kurangi Efektivitas Vaksin

Gubernur menyampaikan pemprov akan terus berkoordinasi dengan laboratorium yang bisa melakukan sequencing untuk selalu mengirimkan sampel. Sequencing adalah proses mengurutkan RNA virus untuk mengetahui susunan aslinya. Dengan demikian, jika ada mutasi di Jatim akan segera terdeteksi dan akan disampaikan kepada masyarakat.

Menurut para ahli, lanjut Khofifah, mutasi ini bisa dideteksi dengan alat PCR yang dimiliki laboratorium PCR di Indonesia. Termasuk di Jawa Timur. Selain itu, mutasi virus B117 juga tidak mengurangi efektivitas vaksin sehingga tidak mengganggu program vaksinasi yang sudah berjalan.

Baa juga: Virus Corona B117 Ditemukan di RI, Ini Fakta Varian Baru Tersebut

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Virus ini tetap bisa dideteksi dengan alat PCR yang sudah ada. Yang sudah terjadwal untuk vaksin bisa dilanjutkan proses vaksinnya. Selain itu, terus patuhi protokol kesehatan supaya virus ini tidak menulari kita,” jelas dia.

Khofifah mengakui berdasarkan informasi Tim Satgas Covid-19 Jatim, masih ada keterbatasan untuk deteksi mutasi Corona B117 Inggris. Hal ini karena alat sequencing yang masih terbatas.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan tim Pengawasan Mutasi Genetik atau Genomic Surveillance dari Kementerian Kesehatan untuk mengirimkan sampel sehingga mutasi virus corona bisa dideteksi lebih cepat.



Berita Terkini Lainnya








Kolom