Mobil Taksi Kosti yang akan dirampok di Solo Baru, Minggu (3/2/2019). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Para sopir taksi di Solo Baru, Sukoharjo, dihantui kekhawatiran menyusul terjadinya perampokan terhadap sopir taksi Kosti di kawasan pusat bisnis 1 Sektor 3 Blok JC, Jl. Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (3/1/2019) malam lalu.

Apalagi hingga kini, perampok yang berjumlah dua orang itu belum tertangkap. Untuk menghindari menjadi korban berikutnya, para sopir taksi memilih menonaktifkan akun taksi online.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, aparat Polsek Grogol masih memburu dua perampok yang dengan sadis menyayat tangan sopir taksi Kosti, Sumarno, dalam aksi perampokan Minggu malam lalu. Leher Sumarno dijerat menggunakan kabel dan tangannya disayat menggunakan pisau cutter hingga luka sobek.

Hingga kini korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Kapolsek Grogol AKP Didik Noertjahjo mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan masih terus menyelidiki kasus tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sukoharjo untuk membongkar kasus ini," kata AKP Didik kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).

AKP Didik juga masih terus mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, termasuk keterangan korban, Sumarno. Keterangan ini akan menjadi kunci membongkar pelaku percobaan perampokan tersebut.

Guna mengantisipasi aksi serupa, Polsek Grogol mengintensifkan operasi dan patroli di wilayahnya. Sementara itu dampak kejadian perampokan sopir taksi di kawasan pusat bisnis Sukoharjo itu membuat sopir taksi lain waswas.

Sebagian dari mereka memilih tidak mengaktifkan akun online. Sopir taksi Kosti Taufik Hidayat mengaku kini lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penumpangnya. Dia bahkan lebih selektif dengan hanya menerima orderan tumpangannya melalui kantor.

"Kalau lewat telepon kantor jelas yang menumpang itu siapa. Karena biasanya kami jemput dari rumah si penumpang," katanya.

Selain itu, dia juga memilih tidak menerima order jasanya secara online. Dia khawatir aksi perampokan menimpanya. Apalagi pelaku hingga kini belum tertangkap.

Hal senada disampaikan sopir taksi lain, Sri Supriyanto, yang khawatir jadi korban perampokan. Dia waswas jika mangkal pada malam hari.

"Sekarang lebih hati-hati memilih penumpang. Saya biasanya menghindari ambil penumpang yang nyegat di pinggir jalan," katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten