Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Muharram
Ilustrasi orang yang menjalankan puasa (Youtube)

Solopos.com, SOLO – Bulan Muharram memiliki keistimewaan dibandingkan bulan lainnya dalam kalender Islam. Pada bulan ini, umat muslim disunahkan berpuasa Asyura dan ayyamul bidh. Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Sementara puasa ayyamul bidh dilaksanakan setiap tanggal 13 sampai 15 di setiap bulan dalam kalender kamariah.

Nah, pada bulan Muharram 1440 ini, ayyamul bidh bertepatan dengan hari Minggu (23/9/2018) sampai Selasa (25/9/2018). Menurut Imam Syafi\'i seperti disampaikan mubalig asal Lampung, KH Munawir, yang dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, Sabtu (22/9/2018), puasa di bulan Muharram sangat dianjurkan. Pasalnya, Muharram adalah bulan pertama di awal tahun Hijriah. Jadi, melaksanakan amalan sunah di awal tahun sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Khusus puasa ayyamul bidh atau hari putih disyariatkan karena berkenaan dengan kisah Nabi Adam. Kenapa dinamai ayyamul bidh? Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan, puasa ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam ketika diturunkan ke Bumi.

"Ketika Nabi Adam diturunkan ke Bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam. Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih. Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih," terangnya KH Munawir.

Pendapat lain menyatakan bahwa dinamai ayyamul bidh karena malam tanggal 13, 14, dan 15 tersebut terang benderang disinari rembulan. Rembulan selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai terbit kembali. Karenanya, pada hari-hari itu malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

Adapun keistimewaan menjalankan puasa ayyamul bidh di bulan Muharram sama dengan berpuasa sebulan penuh. Allah akan melipatgandakan pahala suatu amalan sebanyak 10 kali.

Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom