Keuskupan Agung Semarang Dorong Umat Sikapi Masalah Bangsa
Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang F.X. Sukendar Wignyosumarta. (Paroki-sragen.or.id)

Keuskupan Agung Semarang menganggap perlu segera dituntaskannya korupsi, penyalahgunaan narkotika, kemiskinan, dan masalah intoleransi di Indonesia.

Solopos.com, SEMARANG — Umat kristiani diajak mewujudkan hidup yang lebih bermartabat dengan terlibat langsung dalam upaya menyikapi permasalahan bangsa yang sudah bertahun-tahun dihadapi.

Ajakan itu dikemukakan Administrator Diosesan Keuskupan Agung Semarang F.X. Sukendar Wignyosumarta di Semarang, menjelang Hari Natal 2016, Jumat (23/12/2016). Sejumlah persoalan kebangsaan yang sudah menahun yang disebutnya perlu segera dituntaskan tersebut di antaranya korupsi, penyalahgunaan narkotika, kemiskinan, hingga masalah intoleransi.

"Hal tersebut merupakan semangat inkarnasi, Allah yang mau menjadi manusia ditangkap sebagai roh dasar dalam perayaan Natal," katanya.

Ia menyebut masalah korupsi dan pengutan liar merajalela dari pusat hingga daerah. Bahkan, Badan Pusat Statistik mencatat masih ada sekitar 28 juta penduduk miskin di Indonesia. "Panyalahgunaan narkotika terus meningkat," tambahnya.

Dalam menghadapi hiruk pikuk persoalan bangsa tersebut, menurut dia, umat kristiani diajak untuk terlibat. Ia mencontohkan pencegahan korupsi maupun penyalahgunaan narkotika mulai dari keluarga. "Setop korupsi, dampingi anak-anak jangan sampai terjerat narkoba," katanya.

Ia menegaskan persoalan sosial dan kemanusiaan tersebut jangan sampai membuat kita merasa takut. "Jadikan tantangan tersebut sebagai kesempatan untuk mengambil peran nyata dalam menyikapi persoalan hidup," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom