Kategori: Internasional

KEUNIKAN PAUS FRANSISKUS : Tolak Tinggal di Istana Karena Takut Dirampok?


Solopos.com/R. Bambang Aris Sasangka/JIBI/SOLOPOS/Reuters

Paus Fransiskus (JIBI/SOLOPOS/Reuters)
Solopos.com, BUENOS AIRES - Paus Fransiskus terkenal sebagai pribadi yang informal dan suka mendobrak tradisi kepausan sejak menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik dunia menggantikan Paus Benediktus XVI Maret lalu. Salah satu kebiasaannya adalah melontarkan gurauan-gurauan dan celetukan spontan, yang sulit dibayangkan terlontar dari seorang paus.

Salah satunya seperti yang dikisahkan seorang uskup agung asal Argentina, Mario Poli, yang menggantikan Fransiskus sebagai Uskup Agung Buenos Aires. Paus Fransiskus sebelum ini dikenal sebagai Kardinal Jorge Mario Bergoglio, Uskup Agung Buenos Aires. Menurut Poli, dalam salah satu pertemuan pribadinya dengan Paus Fransiskus, dirinya sempat bertanya apakah paus akan segera pindah untuk tinggal di istana kepausan. "Eh, beliau malah berkata 'Pindah ke sana? Biar mereka bisa merampokku? Tidak!'" kata Poli seperti dikutip kantor berita Katolik Argentina, AICA. Tidak dijelaskan siapa yang dimaksud paus dengan istilah "mereka."

Paus Fransiskus sejak menjabat memang memilih tetap tinggal di sebuah kamar di wisma tamu yang biasa menampung para pendeta Katolik dari luar negeri yang tengah berada di Vatikan. Padahal sebagai paus dirinya berhak tinggal di apartemen khusus di istana kepausan yang besar dan mewah, yang dikeliling perkantoran badan administrasi Gereja Katolik yang disebut Curia.

Poli menambahkan, Fransiskus juga mengaku menikmati perannya sebagai pemimpin gereja Katolik sedunia. "Paus sudah tidak lagi memasang tampang 'wajah berkabung' yang biasa ditampilkannya saat di Argentina," kata Poli. "Wajah itu sudah ditukar dengan wajah yang selalu tersenyum lebar," imbuhnya.

"Dia kini selalu tersenyum untuk semua orang. Paus sangat gembira ... menurut dia perannya saat ini sangat menarik. memang banyak masalah, tapi itu wajar di semua keluarga dan ada banyak orang yang membantunya," ujar Poli pula.

Share
Dipublikasikan oleh
Bambang Aris Sasangka