Keturunan Pedagang Sebut Hik Bukan Akronim

Versi keturunan pedagang kuliner tradisional, Hik bukan sebuah akronim.

Solopos.com, KLATEN – Keturunan pedagang Hik generasi ke lima di Klaten membantah Hik sebagai sebuah akronim. Menurut penerus usaha kuliner yang khas tersebut, penamaan Hik berasal dari kekhasan.

Sebagaimana diketahui, warung hik Solo atau yang juga dikenal dengan nama angkringan ditetapkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda asal Jawa Tengah. Di Klaten, rupanya museum sejarah angkringan telah didirikan warga secara swadaya.

Museum itu berada di Dukuh Sawit, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten. Museum itu dibikin sekaligus untuk semakin meneguhkan Ngerangan sebagai desa cikal bakal angkringan atau hik.

Baca Juga: Sejarah Nasi Kucing, Diperkenalkan Orang Ngerangan di Solo Sejak 1942

Museum yang dibangun pada 2020 itu memanfaatkan rumah warga yang tak dihuni pemiliknya lantaran merantau. Penggalian sejarah tentang asal usul hik atau angkringan itu dimotori dua tokoh pemuda Ngerangan, Gunadi, 41, dan Suwarno, 42. Dua pegiat Kelompok Sadarwisata (Pokdarwis) Ngerangan itu serius menggali sejarah angkringan selama beberapa tahun terakhir salah satunya dengan menggali informasi dari sesepuh desa.

Suwarno mengatakan hingga kini warga Ngerangan masih aktif berjualan angkringan dan sudah memasuki generasi kelima. Soal penamaan warung tersebut, Suwarno menjelaskan pertama bernama hik. Nama itu awalnya bukan akronim melainkan ciri khas pedagang ketika berjualan.

Baca Juga: Jadi Pioner, Lebih 700 Warga Ngerangan Klaten Buka Usaha Angkringan

Sementara, nama angkringan berkembang setelah jualan itu merambah ke wilayah Jogja. Hingga kini, ada berbagai penamaan warung tersebut. Namun, ciri khas menu yang disajikan tetap sama. Seperti menu aneka racikan minuman terutama teh serta nasi kucing.

Disinggung hik disebut sebagai warisan budaya tak benda dari Solo, bagi Suwarno tak jadi soal. Namun, berbicara sejarah cikal bakal hik atau angkringan tetap berasal dari Ngerangan tepatnya Dukuh Sawit.

Baca Juga: HIK Solo Terdaftar di Aplikasi Android, Memuat Info Pengangguran

Gunadi mengatakan hingga kini usaha angkringan atau hik terus diwarisi secara turun temurun. Setidaknya ada 700 warga Ngerangan yang berjualan angkringan ke berbagai daerah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Bikin Kaget, Begini Komentar Rudy saat Puan Maharani Resmikan Pasar Legi Solo

Mantan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memberikan komentar mengenai peresmian Pasar Legi Solo yang dilakukan Ketua DPR Puan Maharani.

Menjelajah Tiara Sachari Sukowati, Taman Baru di Sragen

Saat malam hari ada lampu yang dijajar di Taman Tiara Sachari Sukowati Sragen seperti lampu di kedai kopi.

Saat 200 Orang Berebut Jadi 7 Pemeran Pendukung Film Nagih Janji Cinta

Tim produksi film Nagih Janji Cinta menawarkan tujuh peran pendukung yang memang disiapkan khusus untuk para pemain lokal.

Ulasan Lengkap Kasus Ustaz Yusuf Mansur, dari Sedekah sampai Batu Bara

Para investor mempertanyakan tentang uang yang telah mereka investasikan karena tidak ada transparansi mengenai investasi yang dijalankan Yusuf Mansur.

Berawal dari Garasi Kecil, Keramik Handmade Salatiga Tembus Pasar Dunia

Produk keramik handmade dari Salatiga ini telah diekspor ke 12 negara seperti Inggris, Turki, Australia, India, dan Belgia.

Ribuan Orang Uji Nyali, Antre Coba Jembatan Gantung & Gondola Girpasang

Ribuan wisatawan antre demi menyeberang jembatan gantung Girpasang Klaten yang membentang sejauh 120 meter.

Penampakan Bus Low Deck yang Mengaspal di Kota Solo

Bus low deck Solo dengan kapasitas 20 orang itu akan diuji coba selama sebulan menggunakan rute BST koridor 1.

Ada Deal Politik antara Gibran dan Giring Ganesha?

Gibran Rakabuming Raka menyebut butuh waktu yang tepat untuk menyampaikan bentuk kerja sama antara dirinya dengan Giring Ganesha.

Video Pasar Legi Banjir: Pak Banyu-nya Masuk!

Sehari sebelum peresmian Pasar Legi Solo malah mengalami banjir yang diakibatkan atap bocor dan tempias.

Menhub dan Gibran Buka Rahasia Tirtonadi Solo Jadi Terminal Terbaik

Menhub Budi Karya Sumadi antusias memperkenalkan Tirtonadi sebagai pilot project penerapan konsep baru pengelolaan sebuah terminal di Indonesia.

Tips Memilih Calon Suami, Putri Raja Keraton Jogja Ini Punya Kriteria Khusus

Menurut Bendara, para perempuan yang akan menikah perlu memastikan apakah calon suami bisa menghargai istrinya ketika kelak menikah.

Kisah Driver Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Kejeglong di Jalan, Ini yang Terjadi

Selama ekspedisi yang memakan waktu hingga enam hari itu, tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 ditemani mobil Mitsubishi Xpander Cross.

Turun Temurun hingga 40 Tahun, Ini Rahasia Kelezatan Sate Ayam Pak Bagong Sragen

Ada tiga pilihan paket bagi para pelanggan Sate Ayam Ponorogo Pak Bagong Sragen dari Rp15.000 sampai Rp25.000.

Ada Mitos Tambah Cantik setelah Mandi di Surga Tersembunyi Klaten Ini

Ada mitos di balik keindahan Umbul Kroman. Konon, warga dari luar desa terutama yang baru kali pertama mandi di umbul tersebut bakal terlihat lebih cantik.

Penampakan Terminal Giri Adipura Wonogiri yang Ingin Disulap Jadi Mal

Perusahaan asal Amerika Serikat, yakni Stern Resources, menyatakan ingin membangun hotel dan mal di lahan bekas Terminal Giri Adipura pada 2018 lalu.

Ini Alasan Investasi Emas Tetap Menjanjikan di Tahun 2022

Kepala Departemen Bisnis Digital Galeri 24, Yudha Maulana Wibowo, menyebut investasi emas tetap menjadi investasi yang menjanjikan di masa-masa mendatang.