Juru bicara PN Semarang Eko Budi Supriyanto memberi penjelasan mengenai hakim tersangka suap di lembaga peradilannya, Jumat (7/12/2018). (Antara-I.C.Senjaya)

Semarangpos.com, SEMARANG — Mahkamah Agung mencopot Purwono Edi Santosa dari jabatan Ketua Pengadilan Negeri Semarang. Purwono yang telah memimpin PN Semarang selama sekitar 1,5 tahun itu selanjutnya dimutasi sebagai hakim tinggi ke Pengadilan Tinggi Sumatra Utara.

Juru bicara PN Semarang Eko Budi Supriyanto di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/1/2019), mengonfirmasi mutasi jabatan Purwono ke Pengadilan Tinggi Sumatra Utara itu. Namun, ia membantah mutasi Purwono Edi berkaitan dengan perkara suap hakim oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuki yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dugaan mutasi itu terkait dengan suap terhadap Lasito, salah seorang hakim PN Semarang, mengemuka seiring kenyataan Purwono sempat diperiksa KPK terkait dengan perkara Bupati Jepara itu. KPK sudah menetapkan Bupati Ahmad Marzuki dan hakim Lasito dengan status tersangka.

"Selanjutnya, [Purwono] menjabat sebagai hakim tinggi di PT Sumatra Utara," kata Eko Budi Supriyanto.

Menurut dia, surat keputusan mutasi jabatan Purwono Edi Santosa tersebut sudah terbit sekitar sebulan lalu. "Maksimal satu bulan setelah SK keluar harus mulai aktif di tempat yang baru," katanya.

Posisi Ketua PN Semarang selanjutnya diisi Sutaji. Menurut Eko, Sutaji sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Utara. Serah terima jabatan keduanya dilaksanakan di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten