ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (https://soloraya.solopos.com/read/20190810/491/1011198/27-desa-di-sragen-belum-cairkan-dana-aspirasi-sibuk-pilkades" title="27 Desa di Sragen Belum Cairkan Dana Aspirasi, Sibuk Pilkades?">Pilkades) Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jumadi, tepergok menghadiri rapat internal tim sukses calon kepala desa (cakades) Sri Lestari di salah satu warung makan di Gawan, Tanon, Kamis (29/8/2019) malam.

https://soloraya.solopos.com/read/20190809/491/1011146/2-mantan-napi-ikut-mendaftar-cakades-di-pilkades-serentak-sragen" title="2 Mantan Napi Ikut Mendaftar Cakades di Pilkades Serentak Sragen">Pilkades Patihan diikuti dua cakades yang sama-sama punya basis massa kuat atau berimbang. Cakades nomor urut 2, Tri Mulyono, merupakan petahana, sementara cakades nomor urut 1, Sri Lestari, juga pernah menjabat kades selama dua periode sebelum akhirnya dikalahkan Tri Mulyono di pilkades sebelumnya.

Tim sukses cakades Tri Mulyono memergoki Jumadi mengikuti rapat internal tim sukses Sri Lestari. Setelah rapat itu, Tri Mulyono bersama timnya langsung mencegat Jumadi dalam perjalanan pulang. 

Jumadi kemudian diajak ke rumah Tri Mulyono untuk diinterogasi seputar kehadirannya di dalam rapat internal tim pemenangan cakades Sri Lestari. 

“Sebelumnya kami sudah mendapat informasi Ketua Pilkades ini cenderung tidak netral. Dia condong mendukung https://soloraya.solopos.com/read/20190809/491/1011120/untuk-kali-kedua-pasutri-ini-saling-melawan-di-pilkades-japoh-sragen" title="Untuk Kali Kedua, Pasutri Ini Saling Melawan di Pilkades Japoh Sragen">cakades [kubu] sebelah. Oleh sebab itu, tim kami mengawasi gerak-geriknya. Ternyata benar, diam-diam dia hadir dalam rapat internal tim pemenangan cakades sebelah,” jelas Tri Mulyono saat berbincang dengan Solopos.com di Sragen, Jumat (30/8/2019).

Saat diinterogasi, Jumadi mengaku datang karena merasa diundang tim pemenangan cakades Sri Lestari. Dia datang untuk dimintai penjelasan seputar aturan tata tertib pemasangan gambar cakades. 

Kendati begitu, Tri Mulyono menganggap penjelasan Jumadi tidak masuk akal karena tatib sudah diumumkan dan ditandatangani saat penetapan nomor urut cakades pada Kamis. 

“Terus terang kami merasa dirugikan oleh ketua panitia pilkades. Tim kami sudah melaporkan indikasi ketidaknetralan ketua panitia pilkades kepada Bupati. Kami belum tahu apakah ada sanksi atas apa yang dilakukan ketua panitia pilkades ini,” jelas Tri Mulyono.

Di hadapan Tri Mulyono dan tim suksesnya, Jumadi mengaku salah karena telah hadir dalam rapat tim pemenangan cakades Sri Lestari. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut sembari berharap Pilkades Patihan nanti berjalan aman, tertib, dan lancar. 

“Kami tidak meminta dia mundur. Kalau mau mundur silakan, tetapi kami minta bentuk pertanggungjawaban dia bagaimana? Kalau dia tidak netral, kami tentu khawatir akan ada potensi kecurangan dalam pilkades,” ucapnya.

Sementara itu, Jumadi mengaku diundang tim pemenangan cakades Sri Lestari karena manajernya belum paham aturan terkait tatib pemasangan gambar. Dia mengaku tidak tahu Sri Lestari beserta suaminya, Sukamto, akan datang pada pertemuan itu. 

Jumadi membenarkan setelah mengikuti pertemuan itu, dia diadang Tri Mulyono beserta tiga orang. 

“Undangan kepada saya itu hanya untuk mengikuti pertemuan. Tidak tahunya, Pak Kamto dan istrinya [Sri Lestari] ternyata datang. Saya meminta maaf atas kecerobohan saya. Saya berjanji bersikap netral, senetral-netralnya. Informasi yang benar itu saya tidak digerebek, tetapi dicegat di jalan,” ucapnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten