Ketua Panitia Pilkades Patihan Sragen Akhirnya Mundur Setelah Tepergok Hadiri Rapat Internal Cakades

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jumadi, yang tepergok menghadiri rapat internal tim sukses salah satu calon kepala desa (cakades) akhirnya mengundurkan diri.

Ketua Panitia Pilkades Patihan Sragen Akhirnya Mundur Setelah Tepergok Hadiri Rapat Internal Cakades

SOLOPOS.COM - ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jumadi, yang tepergok menghadiri rapat internal tim sukses salah satu calon kepala desa (cakades) akhirnya mengundurkan diri.

Jumadi mengakui keputusannya mengundurkan diri diambil sebagai konsekuensi atas pekerjaannya yang dituntut bersikap netral. Bila tidak mengundurkan diri, ia khawatir akan timbul prasangka atau saling curiga yang bisa berdampak tidak kondusifnya kehidupan bermasyarakat jelang pilkades pada 26 September mendatang.

“Surat pengunduran diri saya ajukan ke camat melalui Ketua BPD [Badan Permusyawaratan Desa]. Pertimbangannya ya supaya pilkades bisa berjalan lebih aman dan kondusif tanpa ada prasangka dan saling curiga,” jelas Jumadi saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (31/8/2019).

Jumadi menegaskan pengunduran dirinya sebagai ketua pilkades itu atas kehendak sendiri. Dia membantah ada pihak lain yang mendorongnya mengundurkan diri setelah tepergok menghadiri rapat internal tim pemenangan salah satu cakades di rumah makan wilayah Desa Gawan, Tanon, Sragen, Kamis (29/8/2019) malam.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral saya. Ini konsekuensi dari pekerjaan saya. Kalau tidak bisa netral ya lebih baik saya mengundurkan diri. Tidak ada dorongan dari siapa pun yang memengaruhi keputusan saya ini. Ini murni keinginan pribadi saya,” papar Jumadi.

Pilkades Patihan diikuti dua cakades yang sama-sama punya basis massa kuat atau berimbang. Cakades nomor urut 2, Tri Mulyono, merupakan petahana, sementara cakades nomor urut 1, Sri Lestari, juga pernah menjabat kades selama dua periode sebelum dikalahkan Tri Mulyono pada pilkades sebelumnya.

Sebelumnya, Jumadi mengakui dirinya ceroboh karena menghadiri rapat internal tim pemenangan cakades Sri Lestari. Dia mengaku tidak tahu apabila Sri Lestari beserta suaminya, Sukamto, akan datang pada pertemuan itu.

“Undangan kepada saya itu hanya untuk mengikuti pertemuan. Tidak tahunya, Pak Kamto dan istrinya [Sri Lestari] ternyata datang. Saya meminta maaf atas kecerobohan saya,” ucapnya.

Tim sukses cakades Tri Mulyono memergoki Jumadi mengikuti rapat internal tim sukses lawan Sri Lestari. Setelah mengikuti rapat itu, Tri Mulyono bersama timnya langsung mencegat Jumadi dalam perjalanan pulang.

Jumadi kemudian diajak ke rumah Tri Mulyono untuk diinterogasi seputar kehadirannya di dalam rapat internal tim pemenangan cakades Sri Lestari.

“Kami tidak pernah meminta dia untuk mundur. Kalau mau mundur silakan, tetapi kami minta bentuk pertanggungjawaban dia bagaimana? Kalau dia tidak netral, kami tentu khawatir akan ada potensi kecurangan dalam pilkades,” ucap Tri Mulyono.

Berita Terkait

Berita Terkini

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.