Ketua MPR Ingin Megawati Salaman "Mesra" dengan SBY

Ketua MPR Ingin Megawati Salaman

SOLOPOS.COM - Zulkifli Hasan (JIBI/Solopos/Antara)

Ketua MPR Zulkifli Hasan ingin mewujudkan kerukunan antara Megawati dengan SBY.

Solopos.com, JAMBI - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan terus berupaya untuk membuat para pemimpin bangsa Indonesia selalu rukun sehingga bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

"Saya akan berusaha terus agar perbedaan warna politik dari para elitetidak membuat tidak akur, tetapi bisa tetap mesra sehingga bisa memberikan contoh bagi masyarakat," kata Ketua MPR Zulkifli Hasan saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Jambi, Sabtu (30/5/2015).

Sosialisasi itu diikuti oleh ratusan pengurus wilayah dan anggota persyarikatan Muhammadiyah se-Provinsi Jambi.

Zulkifli menjelaskan bagaimana dirinya sudah bisa mencairkan kebekuan antara elite-elite di Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih.

Meskipun Zulkifli mengakui belum bisa mempertemukan Presiden ke-5 RI Megawati dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya sudah berusaha keras, sudah dua kali saya ingin Pak SBY bisa bersalaman mesra dengan Ibu Megawati. Tapi saya tidak menyerah, pasti suatu ketika terjadi," katanya.

Zulkifli menjelaskan MPR sudah mengundang Presiden Jokowi, Megawati, dan SBY pada peringatan pidato Bung Karno, 1 Juni 2015 mendatang di Blitar.

"Pak Presiden Jokowi sudah bersedia hadir, begitu pula Ibu Megawati, namun Pak SBY tidak bisa karena masih di luar negeri," katanya.

Menurut Zukifli jika hal itu bisa terwujud maka itulah makna dari Pancasila. Zulkifli menegaskan pada dasarnya bangsa Indonesia memiliki sikap toleran. Zulkifli mencontohkan bagaimana toleransi beragama di Indonesia yang sudah berjalan baik.

"Bayangkan semua hari raya agama dihormati dan bahkan libur. Ini tidak ada di negara lain. Jadi dalam soal HAM dan toleransi beragama Indonesia tidak perlu diajari," kata Zulkifli.

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.