Ketua DPRD Kudus Keluhkan Pembajakan Nomor Telepon Indosat
Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan. (dprd.kuduskab.go.id)

Ketua DPRD Kudus mengeluhkan nomor telepon Indosat-nya yang dibajak untuk memfitnah kepala dinas setempat.

Solopos.com, KUDUS — Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan mengungkapkan adanya peretasan atas nomor telepon seluler miliknya. Pernyataan itu ia kemukakan menyusul tersebarnya short message service (SMS) alias pesan singkat yang isinya mendiskreditkan salah satu kepala dinas setempat.

Pesan singkat yang terkirim dari pesawat telepon selulernya dan diklaim Masan sebagai hasil pembajakan oleh orang yang tak ia ketahui itu terkirim ke sejumlah orang. Cerita Ketua DPRD Kabupaten Kudus yang handphone-nya diretas untuk mengirimkan SMS itu dipublikasikan Kantor Berita Antara, Selasa (27/12/2016).

Masan menuding ada orang yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan nomor ponselnya untuk berkirim SMS ke sejumlah orang kala dimintai konfirmasi terkait SMS yang isinya mendiskreditkan kepala dinas di Kabupaten Kudus itu. "Entah saya kenal atau tidak yang isinya mendiskreditkan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun," kilahnya.

Ia mengaku mengetahui nomor teleponnya itu dibajak setelah mendapatkan pemberitahuan dari temannya yang kebetulan juga menyimpan nomor telepon dirinya. Selain itu, lanjut pimpinan lembaga legislatif Kudus itu, dirinya juga sempat dimarahi orang lain karena merasa mengirim SMS yang bernada mendiskreditkan orang lain.

Demi memastikan nomor teleponnya itu dibajak oleh orang tidak bertanggung jawab, dia mendatangi gerai Indosat selaku operator nomor ponselnya. "Ternyata, setelah dilakukan pengecekan tidak ada laporan pengiriman SMS yang beredar di tengah masyarakat," ujarnya.

Dengan jawaban yang kurang memuaskan itu, Masan yang merupakan politikus dari PDI Perjuangan itu mengaku kecewa karena permasalahan tersebut membuktikan bahwa keamanan pelanggannya yang belum mendapatkan jaminan sepenuhnya. "Jika nomor saya digunakan untuk tindak pidana, tentunya yang dirugikan juga pemilik nomor tersebut," ujarnya.

Ia mengakui memiliki dua nomor pada satu telepon genggam yang selama ini untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk nomor yang dibajak tersebut juga aktif digunakan. Pelaku pembajakan, kata dia, bukan orang biasa, melainkan orang yang paham dengan teknologi informasi.

Dalam menjalankan aksinya, dia menduga, dilakukan dengan berpindah-pindah tempat, mengingat penerima SMS tersebut juga acak dan tidak terbatas orang tersebut mengenal dirinya maupun tidak. "Saya menduga pelakunya menggunakan teknologi canggih," ujarnya.

Ketika ditanya apakah hal itu ada hubungannya dengan kabar dirinya hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus pada tahun 2018, dia enggan menjawabnya karena pesta demokrasi tersebut juga masih lama. Andi, warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, mengakui menerima SMS dari Ketua DPRD Kabupaten Kudus tersebut. Awalnya, dia mengaku tidak mengenal nomor tersebut. Namun, ketika disimpan dan dilihat di media sosial Whatsapp ternyata muncul foto Ketua DPRD Kudus tersebut.

Ia mengatakan bahwa isi SMS tersebut "Mami Tun [Sumiyatun] iku wong bodoh dan cari popularitas, wong Kudus ora doyan nda". Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Sumiyatun yang didatangi Ketua DPRD Kudus Masan juga mengaku kaget atas kejadian tersebut. "Saya mengetahui ada SMS tersebut setelah mendapatkan laporan orang lain," ujarnya.

Ia mengaku percaya Masan tidak akan melakukan tindakan tersebut. Tindakan tersebut diduga terkait dengan kepentingan politik, mengingat dia santer dikabarkan hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus pada tahun 2018.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom